Senin, 15 November 2010

SEORANG YANG BERKENAN DI HATI TUHAN

Kotbah : Pdt. Ishak Sugianto, 
Minggu: 14 Nopember 2010
Allah mengangkat Daud menjadi raja  mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku  dan yang melakukan segala kehendak-Ku (Kisah para rasul 13:22)
 
Apabila kita membaca kitab Kisah Para Rasul, kita menjumpai ada dua kota yang bernama Antiokhia. Yang pertama ialah Antiokhia di Syria; di kota inilah untuk pertama kalinya para pengikut Kristus disebut sebagai orang-orang Kristen (Kis 11:26)
Yang kedua ialah Antiokhia di Pisidia (Asia kecil atau Turki sekarang) kota dimana Paulus dan Barnabas berkotbah dirumah sembahyang Yahudi dua kali hari Sabat berturut-turut (Kis 13:13-48).
Fokus kita hari ini ialah Antiokhia di Pisidia untuk meneliti isi kotbah rasul Paulus di synagoge Yahudi di tempat itu.
Dalam khotbahnya, rasul Paulus mengajak jemaat untuk melihat sejarah Israel mulai dari keluarnya mereka dari perbudakan di tanah Mesir sampai masuk tanah perjanjian dan terus sampai kepada lahirnya Yesus, keturunan Daud menggenapi semua janji PL tentang Messias. Kemudian Paulus menguraikan siapakah sebenarnya yang mati disalib dan bangkit kembali dengan penuh kuasa.

Yang menarik  dalam kotbah Paulus di Antiokhia Pisidia ini ialah bagaimana Roh Kudus, yang mengilhami tiap kalimat dalam kitab suci menyebut Daud sebagai "Seorang yang berkenan di hatiKu dan yang melakukan segala kehendakKu (Kis. 13:22)
Dari ayat ini kita ketahui bahwa Allah memberikan sebuah gelar yang sangat luar biasa kepada Daud. Apakah gelar ini diberikan karena Daud menjalani hidupnya penuh kesucian tanpa dosa? sama sekali tidak ! Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa Daud adalah orang yang mempunyai banyak celah dan kelemahan.. Kalau begitu bagaimana Daud sampai menjadi seorang yang berkenan dihati Tuhan?
Jawaban terhadap pertanyaan ini sebenarnya simpel - Memang Daud adalah manusia biasa sama seperti kita yang mempunyai banyak kelemahan, namun bedanya degan kita ialah: Daud ini memiliki banyak kelebihan dalam hidupnya ( ini yang mungkin tidak ada dalam diri kita) Kelebihan-kelebihan inilah yang hendak kita teladani mulai hari ini.
1. DAUD SELALU RINDU DEKAT DENGAN TUHAN
Kitab Mazmur yang terdiri dari 150 pasal, adalah kitab pujian dan penyembahan umat Israel. Didalamnya ada banyak Mazmur Daud yang menyatakan kerinduannya untuk selalu dekat dengan Tuhan.
dibawah ini diberikan beberapa contoh:
  • Mazmur 84 : 11 Satu hari dipelataran-Mu lebih baik dari 1000 hari ditempat lain
  • Mazmur 23 Tuhan adalah gemabalaku
  • Mazmur 63 Aku mencari Engkau, jiwaku haus kepadaMu, tubuhku rindu kepadaMu (ayat.2) jiwaku melekat kepadaMu (ayat.9)
Bandingkanlah hal ini dengan keadaan kita sebagai anak-anak Tuhan di akhir jaman ini. Apakah kita mempunyai  hati yang selalu rindu dekat dengan Tuhan? Kalau kita mau berkata jujur, disini kita melihat satu kelebihan karakter Daud, yang jarang kita jumpai dalam diri orang Kristen.
2. PRINSIP HIDUP DAUD ADALAH BERSERAH SEPENUH KEPADA TUHAN
Ketika raja Saul hidup tidak berkenan kepada Tuhan, Samuel disuruh ke rumah keluarga Isai untuk mengurapi Daud sebagi raja Irael menggantikan Saul (I Samuel 16 : 13). Pada kenyatanya tahta kerajaan tidak segera jatuh ketangan Daud; ia harus menunggu lama sekali untuk hal ini.
Apakah Daud kemudian merancangkan kudeta? Tidak Orang lain mungkin sekali berbuat begitu, namun Daud dengan sabar menantikan penggenapan janji Tuhan kepadanya. Mengapa bisa demikian? Jawabannya ada pada Mazmur 37 : 5 yang merupakan prinsip Daud selalu hidup penuh penyerahan kepada Tuhan

Dalam masa penantian panjang itu (kurang lebih 13 tahun) , Daud dua  kali mendapatkan "kesempatan emas" untuk membunuh Saul yang mengejarnya bagaikan binatang buruan:
Ketika Mengejar-ngejar Daud, "Bom rakitan" Saul didalam perutnya sudah minta dikeluarkn. Saul masuk sebuah goa dimana Daud bersembujyi didalamnya ( I Samuel 24 : 8). Kalau Daud memakai kesempatan ini, selesailah masa pelariannya dan ia langsung jadi raja, namun Daud penuh penyerahan kepada Tuhan dan tidak mau mengusik orang yag pernah diurapi Tuhan.
Dalam kesempatan lain, kembalilah Saul kelelahan mengejar-ngejar Daud sampai malam. ia tidur dengan tombak  menancap disisi tubuhnya. Dalam keadaan ini, membunuh Saul adalah semudah membalikkan telapak tangan, namun Daud tidak mau melakukan  hal ini. Ia tidak mau membalas kejahatan degan kejahatan. Daud berserah sepenuh kedalam tangan Tuhan ( I Samuel 26 : 7-12).
Jelas sikap full penyerahan seperti ini merupakan kelebihan yang dimiliki oleh Daud yang menyejajarkan dirinya dengan Maria. Ketika malaikat datang kepada Maria dengan berita yang tidak masuk akal., Maria berkata bahwa ia adalah hamba Tuhan dan berserah kedalam tanganNya (Lukas 1 : 38)
3. DAUD TERBUKA HATINYA UNTUK MENERIMA TEGURAN
Ketika Daud menjadi raja, ia jatuh dalam dosa sex dengan Batsheba (II Samuel 11) Daud berusaha menutupi dosanya dan berpura-pura semua berada dalam keadaan baik-baik saja, namun Tuhan mengutus nabi Natan datang menjumpai Daud dan membongkar semua dosanya. Apa yang dibuat nabi Natan ini bukanlah hal yang mudah karena yang ia hadapi adalah raja Daud, seorang raja yang waktu itu amat berkuasa. Biasanya dalam keadaan seperti itu si nabi pulang sebagai almarhum (ingat kasus Yohanes Pembabtis dan raja Herodes)
Bagaimanakah reaksi Daud ketika ia ditegur keras oleh nabi Natan? Marah dan kemudian membunuh nabi desa ini? lihat ayat-ayat ini:
  • Aku sudah berbuat dosa kepada Tuhan ( II Samuel 12:13)
  • Berpuasa dengan tekun dan berbaring di tanah 7 hari ( II Samuel 12:16)
Ingat waktu itu Daud adalah raja yang kaya raya dan sangat powerfull!
Adalah sangat tidak mudah untuk mempunyai sikap terbuka untuk teguran macam ini (bandingkan dengan keadaan pada masa sekarang). Ini adalah satu karakter luar biasa yang dimiliki Daud yang membuat ia sebagai seorang yang berkenan di hati Tuhan (KPR. 13:22)
3. DAUD RINDU MEMBANGUN RUMAH ALLAH
Satu lagi kelebihan Daud ialah hatinya rindu melihat Rumah Tuhan (Bait Allah) dibangun. Kitab II Samuel 7 dimulai dengan berita yang menyatakan betapa makmur dan sejahteranya Daud ketika ia sudah menjabat sebagai raja (ayat.1)) Istana megah, harta berlimpah, keluarga sejahtera dan negara aman. Seharusnya Daud sudah berpuas diri, namun dalam (ayat.2) kita baca hati Daud tidak tenang karena ia meihat ada satu perbandingan yang amat tidak seimbang.
Daud tinggal di istana yang megah dan mewah- sedangkan- Tabut Tuhan (The ark of Convenant, lambang penyertaan Tuhan) tinggal dalam tenda. Maka timbullah kerinduan Daud untuk membangun Bait Allah yang megah untuk kemuliaan Tuhan, Hal ini disampaikannya kepada nabi Natan dan Natan kemudian membawa hal ini kepada Tuhan. Ternyata Tuhan berkenan akan sikap Daud ini, namun yang membangun nanti ialah Salomo, anak Daud. Begitu berkenannya Tuhan atas niat Daud sampai-sampai Ia berfirman akan mengokohkan keluarga dan kerajaan Daud untuk selam-lamanya (IISamuel 7:16). Disini ada prinsip Alkitabiah yang luar biasa- Tuhan sangat berkenan pada orang yang membangun Rumah Tuhan, barangsiapa membangun Rumah Tuhan, Tuhan akan membangun rumahtangganya!
Hari ini biarlah kita mengikuti telada Daud yang diberkati Tuhan sampai selam-lamanya! GBU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar