Jumat, 29 Juli 2011

Allah yang Menyediakan

By Haris Subagiyo


Allah kita didalam Tuhan Yesus bukanlah Allah yg kerjanya:hanya memerintah, menuntut dan meminta! Tetapi Dia juga adalah yg dengan senang hati memberi, mengasihi, berbelas kasihan kepada kita. Bahkan hampir seluruh sejarah manusia dipenuhi dengan demontrasi kuasa dan kasihNya yg menopang, membela dan memelihara kita setiap hari.
Jehovah Jireh yg berarti "Allah yg menyediakan" menjadi pokok bahasan yg sangat menarik, relevan dan mudah diaplikasikan. Ungkapan Allah yg menyediakan itu sudah sangat melegakan . Karena bayangan kita langsung membesarkan harapan kepada Allah yg menyediakan itu bermanifestasi dalam kebutuhan dan persoalan kita saat ini. Kerinduan kita supaya Allah bergegas-gegas masuk dalam wilayah krisis , mengambil alih ketidakberdayaan dan menggantikannya dengan kedahsyatan kuasaNya.
Jehovah Jireh seringkali bukan menjadi SUBYEK yg mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya namun lebih sering kita posisikan sebagai OBYEK yg di-eksploitasi untuk kepentingan sesaat.
Kebesaran Pribadi Allah telah kita kurung dalam pemahaman kemakmuran manusia. Sikap Allah akan dinilai benar, mulia dan agung kalau dianggap memenuhi kualifikasi kehebatan mencurahkan berkat bagi umatNya. 


Memang Dia adalah Allah yg menyediakan namun konsep Jehovah Jireh tidak dapat kita sandra dengan konsep materi dan pemenuhan hasrat manusia.
Jehovah Jireh adalah karakter bahwa Dia adalah Allah yg menyediakan tidak bergantung dengan penilaian kita. Memahami bentuk kerja Allah secara nyata tidak dapat diukur dari telah dipenuhinya sejumlah persoalan pribadi yg dijawab oleh Allah. 
Otoritas Pribadi Allah menuntut tempat paling utama lebih dari berkat-berkat yg dilimpahkan kepada umatNya. 
Karya sempurna Allah bekerja melintasi dimensi alamiah dan diluar kekuatan logika manusia. Sehingga pekerjaanNya tidak dapat kita apresiasi jika hanya bersentuhan dengan kebutuhan diri atau sesuai harapan kita.


Kenyataannya JEHOVAH JIREH telah dipahami sebagai Allah yg dimodifikasi untuk  tidak boleh absen dalam mengisi semua aspek keiinginan manusia.bukan diberi tempat untuk melaksanakan kehendak Allah dalam diri kita.


Study Kata: Yehovah Yireh
Akar kata YIR'EH adalah RÂ'ÂH artinya melihat dalam bentuk Qal Imperfect untuk orang ketiga tunggal maskulin. JEHOVAH YIREH  berarti "Allah akan memperlihatkan – bagi-Nya sendiri"
Allah yg menjadi pusat perhatian, kepentingan Allah sebagai tujuan
Melihat secara lengkap adalah kesanggupan Allah yg didemontrasikan.
Sebelum kita melihat, Dia sudah melihat secara utuh rencana, kebutuhan dan persoalan kita.
Sebelum kita merasa sanggup Allah sudah menyatakan kekuatanNya yg sangggup bekerja didalam kita.
Segala persoalan ketidakmampuan ,kelemahan, ketidak berdayaan, keterbatasan manusia menunjukkan betapa lemahnya manusia hidup tanpa ketergantungan pada Allah.


Jehovah Jireh dapat dipahami sebagai Allah yg sanggup melihat secara utuh jati diri manusia supaya dapat dipakai sebagai sarana yg efektif mencapai tujuanNya.


Pengenalan terhadap Allah yg menyediakan bukan menjadi dasar kita untuk mengobral berbagai permintaan kepada Allah! Tetapi menjadi spirit moral yg makin kuat untuk menanggapi kehendakNya untuk dapat bekerja melalui diri kita


Bagaimanakah iman kita memiliki ENERGI yg konsisten untuk mempercayai Allah yg Menyediakan?


Kejadian 22 : 1- 19


1. Kenalilah ALLAH SEBAGAI PRIBADI YG TIDAK PERNAH SALAH (ayat.1)


Perintah Tuhan dijawab dgn segera: "YA TUHAN" demikian tegas dan tanpa ragu jawaban Abraham serasa tanpa  pergulatan yg panjang. 
Respon yg cepat, jawaban tanpa keraguan dan tindakan yg tepat seperti perintah Tuhan bahkan tidak ditemukannya tawar menawar untuk meringankan beban. Itu bukan menunjukkan Abraham hidup tanpa pergumulan iman. Namun diskusi imannya dalam menanggapi permohonan Allah selalu dijawab dengan cerdas bahwa: "Allah tidak pernah salah dalam bertindak". 
Kita sering menuntut Allah untuk menjelaskan argumentasi tindakanNya yg tidak sinergi dengan harapan baik. 
Kita meminta supaya misteri Ilahi tidak fair hanya dijelaskan dengan bahasa iman saja namun seharusnya boleh dipahami secara argumentatif dengan bahasa logika manusia.
Kita merasa berkepentingan untuk mendapatkan jawaban dari Allah secara langsung, mengapa Allah meminta persembahan Ishak?


Tujuan Allah meminta Abraham mengorbankan anaknya bukan untuk alasan yg merugikan, melukai atau bahkan membunuh. Pastinya secara kulitatif tujuan Allah:
a. Untuk menguji iman, berarti menaikkan level iman menjadi semakin efektif . (ayat.1)
b. Untuk memangkas ketergantungan kita pada siapapun dan apapun kecuali Allah saja.




Namun hal itu masih menyisakan seribu satu pertanyaan tentang sikap Allah kita endapkan dalam diskusi pikiran yg tidak pernah selesai. 
Mengapa Allah mengijinkan? Mengapa Allah bersikap sembrono? Mengapa Allah tidak membela? Mengapa Allah diam saja? WHY LORD...........??????


Abraham mengembangkan prinsip "YES GOD"  selalu katakan Ya kepada Tuhan.
Prinsip iman yg dikemukakan adalah: Sejauh menyangkut KEPENTINGAN TUHAN , perintah kerjanya mutlak untuk dimengerti dan segera dilakukan. Ia tidak perlu lagi mendiskusikan dengan pikiran atau berlama-lama dengan alasan butuh waktu untuk bergumul.


Kontradiksi pikiran manusia dengan kehendak Allah sering menjadi kenyataan yg tak terhindarkan! Tidak ada artinya manusia menuntut Allah menjelaskan rahasia kerjaNya. 
Allah tidak mengaruniakan kepada kita kuasa untuk memahami rahasiaNya tetapi Allah memberikan KEBERANIAN YANG BESAR untuk MEMPERCAYAI dan MELAKUKAN tanpa ragu seluruh kehendakNya.


Rahasia Abraham untuk menghentikan pergumulan iman yg berlarut-larut tanpa batas adalah mendorong secara kuat kepercayaan bahwa Allah sekali-kali tidak pernah berbuat salah kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun. Berani berkata YA kepada Tuhan dan berpikir kemudian....


Aplikasi:
Jangan merohanikan pergumulan persoalan kita yg berlarut-larut sebagai alasan untuk tidak mengeksekusi tindakan iman. Selama kita berjalan bersama dengan Allah, jangan pernah ragu tentang berbagai pengalaman yg sedang kita hadapi. Karena Allah sedang bekerja didalamnya dan segala se suatu yg dikerjakan Allah pastinya tidak pernah salah. 
Percayalah bahwa Dia adalah Yehovah Yireh: Allah yg menyediakan pada waktu yg tepat, pada tempat yg tepat dan pada orang yg tepat pula.
II. Kenalilah ALLAH sebagai Pribadi yg TIDAK PERNAH KEHABISAN CARA (aya.7-8)


Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba  untuk korban bakaran itu?" ayat. 8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan   anak domba  untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku."

Betapa sulitnya menjawab pertanyaan Ishak, anaknya yg hendak dikorbankan diatas mezbah! 
karena beberapa alasan:
a. Ishak adalah anaknya yg satu-satunya (darah daging)
b. Ishak adalah anak perjanjian (pemberian istimewa dari Allah)
c. Ishak sudah berpikir rasional sehingga tidak dapat dibujuk dengan jawaban yg tidak logis.


Jika demikian mudahnya Abraham membangun kepercayaan pada anaknya, pastilah itu bukan proses yg terjadi secara spontan. Namun Abraham telah mempraktekkan kehadiran Yehovah Yireh dalam keseharian.
Salah satu alasan mengapa Ishak yg sudah besar tidak memberontak kepada Abraham adalah karena dia mewarisi iman bapaknya, keteladanan iman setiap hari membangun kekuatan untuk tetap mempercayai Allah dalam situasi sesulit apapun.


Iman yg kondusif melahirkan kekuatan iman yg baru didalam keluarga!


Percaya pada Tuhan dan begitu beraninya ia memberikan semuanya yg paling baik dan terbesar dari hidupnya sendiri, bagaimana mungkin itu dapat dikerjakan?
karena satu alasan JEHOVAH JIREH: Allah yg menyediakan: ia sangat percaya Allah adalah sumber, dari padaNya segalanya dan untuk Dialah segalanya. Sehingga dapat kita pahami kerelaan Abraham bersumber pada kepercayaan Allah yg memberi, Allah juga yg berhak mengambil.
Ishak adalah seorang anak yg diberikan Allah secara ajaib, dikala Sara , istrinya berusia 90 tahun (mati haid) dan Abraham berumur 100 tahun bahkan dalam masa penantian yg sangat panjang sedikitnya 25 tahun. Namun Allah tidak pernah kehabisan cara memenuhi janjiNya kepada Abraham.
Sekarang Allah meminta lagi anak yg pernah Dia berikan, Abraham tetap percaya bahwa Allah tidak pernah kehabisan cara untuk memberikan yg jauh lebih baik.


Aplikasi:
Menyerah kalah pada keadaan adalah hasil permufakatan logika kita yg tidak dapat menemukan cara Allah untuk menjadi sumber pertolongan. Sudah saatnya kita mengakhiri pertanyaan: bagaimanakah cara Allah membuka jalan yg tertutup, dikurung tembok yg sangat tinggi, persoalan sebesar gunung! 
Mengibarkan bendera ketidakmungkinan adalah jalan yg paling mudah untuk membiarkan diri kita dihancurkan oleh keadaan.
Namun bagi kita yg memiliki Jehovah Jireh boleh mendapatkan kepastian jawaban bahwa:
Allah sanggup bekerja dalam segala perkara
Allah memiliki banyak cara yg tidak tergantung dengan cara kita
Letakkan seluruh doa, persoalan dan kebutuhan kita dengan keyakinan Allah yg kita sembah adalah ALLAH YANG MENYEDIAKAN.


III. Kenalilah bahwa Rencana Allah pasti sangat MULIA (ayat.5)


Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu. 


Dalam konteks transaksi rugi laba, ada banyak alasan untuk menolak perintah Allah, karena sangat berlawanan dengan norma dan akal sehat!. Abraham sedang dalam posisi kritis, tidak menguntungkan bahkan sangat dilematis. 
Namun bagaimana respon Abraham terhadap perintah Allah?  
Abraham tetap dapat berpikir konstruktif (membangun) tentang keadaan, orang dan Allah.
Tidak ada kecurigaan sama sekali terhadap rencana Allah yg menuntut persembahan anaknya.


Kejernihan hati dengan taat menjalankan perintah Tuhan tidak mungkin berjalan secara alami. Kebeningan hati yg dengan sungguh-sunnguh percaya dan melakukan firman Tuhan dengan tepat karena ditenagai oleh kekuatan iman bahwa Rencana Allah pasti lebih mulia dari rencananya.


Abraham menaruh harapan masa depan pada Ishak anaknya, ia adalah harta paling besar dan satu-satunya pewaris generasi. Ishak adalah anak perjanjian yg diupayakan dengan iman sedikitnya 25 tahun, Ishak adalah berkat yg sangat besar yg diturunkan dari tangan Allah sendiri.
Perintah untuk mengorbankan anaknya digunung Moria itu hendak membongkar harapan manusia, semua cita-cita, harapan masa depan dan visi pewaris generasi yg diletakkan pada anak yg dikasihinya..
Prinsip yg Allah sampaikan bukannya Dia tidak menghargai berkatNya sendiri namun orientasi harapan kita tidak tertuju pada berkatNya tetapi pada otoritas PribadiNya. bukan pada pemberianNya tetapi pada Sang Pemberi berkat. Bukan pada APA yang Tuhan berikan tetapi pada SIAPA yang memberi hidup.


Untuk mewujudkan rencanaNya yg agung dan mulia itu, terkadang Allah harus membabat habis seluruh konsep. cita-cita atau visi masa depan yg sedang kita bangun.


Bagi Abraham, kehadiran Ishak sebagai anak tunggal sudahlah cukup memuaskan hatinya. Tetapi Allah memiliki rencana yg jauh lebih besar dari hanya kehadiran Ishak
maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit   dan seperti pasir di tepi laut,  dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. ayat.18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,   karena engkau mendengarkan   firman-Ku


Allah sudah membuat rancangan masa depan super bagi Abraham, dimana :
a. Jumlah keturunan Abraham akan menjadi sangat amat banyak, tak terhitung jumlahnya
b. Keturunannya akan menjadi generasi yg kuat dan berhasil
c. Keturunannya akan menjadi saluran berkat bagi semua bangsa dimuka bumi.


"Allah yg menyediakan" memanifestasikan kerja tidak terbatas pada kepentingan sesaat atau hanya untuk diri kita saja. Lebih besar dari itu Allah merancangkan program hidup yg besar, membuat hidup bermutu dan berhasil bahkan menciptakan kehadiran kita dimanapun sebagai saluran berkat Allah. 
Untuk menghadirkan Jehovah Jireh berurusan secara langsung dengan pekerjaan, pelayanan, keluarga, studi dan masa depan kita maka Dia membutuhkan kerjasama yg sinergis dengan diri kita
a. Jehovah Jireh tidak dapat bekerja tanpa KETAATAN kita kepadaNya
b. Jehovah Jireh tidak dapat bekerja tanpa IMAN kita kepadaNya
c. Jehovah Jireh tidak dapat bekerja tanpa PENGORBANAN kita kepadaNya


Nikmati kehadiranNya secara nyata karena Dia tidak pernah jauh dari kita, Dia selalu dekat dan menaruh belas kasihan kepada kita.....hatiNya selalu menunggu kehadiran kita.
Masa depan super
Pelayanan super
Keluarga yg super adalah bagian yg Allah siapkan untuk kita yang memilikiNya. Amin




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar