Jumat, 19 November 2010

Berbahagialah Orang yang Lapar dan Haus Akan Kebenaran


Matius 5:6 - Pesan yang keempat dari 10 Pesan tentang 'Ucapan Bahagia'
Hari ini kita melanjutkan pembahasan kita mengenai Khotbah di Bukit pada ayat berikutnya dalam Matius 5:6. Kita sampai pada kalimat yang keempat dari Khotbah di Bukit: "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." Apa artinya hal ini? Semakin saya mendalami pengajaran Tuhan serta merenungkannya, saya tidak pernah berhenti merasa takjub akan kedalaman dan kekayaan dari kata-kata Tuhan itu, bagaimana Ia mampu memberikan arti yang sangat dalam pada begitu sedikit kata. Saya yakin saya telah menjelaskan secara rinci banyak bagian dari Kitab Suci, tetapi tidak ada seorang pun yang berbicara seperti Tuhan Yesus. Tidak ada seorang pun yang mampu memberi arti yang sangat dalam pada kata-kata yang begitu sedikit. Tidak ada seorang pun yang seperti Dia. Ia sungguh luar biasa. Masalah yang dihadapi oleh orang yang menguraikan adalah bagaimana cara menjabarkan kekayaan dari pengajaran Tuhan itu secara sederhana dan jelas.
Kebenaran Dibandingkan dengan Makanan dan Minuman
Apa artinya ucapan ini? Sekali lagi, pada umumnya kita menganggap seseorang yang lapar dan haus sebagai orang yang kurang beruntung, tetapi Tuhan Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran." Mari kita lihat beberapa pengertian yang terdapat dalam kata-kata ini. Tuhan Yesus membandingkan kebenaran dengan makanan. Bagaimana pun, kita lapar dan haus akan makanan, dan makanan tentu saja sangat penting bagi kehidupan. Kita lapar dan haus akan sesuatu yang kita rasakan penting bagi hidup kita. Bukan hanya kita inginkan; melainkan sangat penting. Kita tidak merasa lapar dan haus sebesar itu akan sesuatu yang tidak benar-benar kita inginkan. Dan salah satu hal yang sangat kita inginkan adalah hidup. Bagaimana pun, tanpa kehidupan kita tidak mungkin menginginkan hal-hal lain. Jika kita mati, maka semuanya akan lenyap, tidak ada lagi yang kita inginkan. Jadi kehidupan adalah hal paling mendasar yang bisa kita inginkan. Kita lapar dan haus akan makanan dan minuman karena tanpa makanan dan minuman kita akan mati. Tubuh kita merasa lapar dan haus karena tubuh menyatakan kebutuhannya yang sangat dalam akan makanan dan minuman. Semakin lama kita menunggu, semakin lama kita tidak memakan sesuatu, perut kita terasa semakin lapar. Semakin kita merasa haus, tubuh kita semakin menginginkan apa yang disebut sebagai rasa haus akan minuman karena kelangsungan hidup tubuh kita tergantung pada hal itu.
Sekarang pikirkan baik-baik, Tuhan Yesus mengatakan bahwa kebenaran itu sama pentingnya bagi kehidupan rohani seperti makanan dan minuman bagi kehidupan jasmani. Ini merupakan pokok pertama yang sangat jelas bagi kita, bukan? Sekarang pikirkan hal ini dengan baik. Tuhan Yesus mengatakan bahwa kebenaran merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan rohani anda sehingga roh anda, apabila roh itu mengetahui apa yang dibutuhkannya, akan menjerit—roh anda akan merasa lapar dan haus akan kebenaran—karena tanpa kebenaran itu ia tidak dapat hidup. Tanpa kebenaran, kita tidak dapat hidup. Jadi perbandingan yang ditunjukkan adalah antara makanan dan minuman yang bersifat jasmani dengan kebenaran, yaitu makanan dan minuman yang bersifat rohani. Hal ini mudah untuk dimengerti. Kita tidak memerlukan pemikiran yang dalam untuk mengerti hal ini. Tetapi mari kita lanjutkan lagi.
Apa yang terjadi ketika anda makan? Apa yang terjadi ketika anda minum? Ketika anda makan, apa yang anda lakukan? Untuk mengenyangkan perut anda, anda menjejalkan makanan ke dalam saku anda, bukan? Anda berkata, "Tidak mungkin! Saya memasukkan makanan ke dalam mulut, bukan ke dalam saku." Dan begitu pula ketika anda haus, apa yang anda lakukan? Anda menuangkan minuman ke atas rambut anda. Anda berkata, "Itu sungguh menggelikan. Ketika saya haus, saya memasukkan minuman ke dalam mulut saya." Mengapa saya mengatakan hal ini? Karena telah terjadi kurang pengertian yang sangat besar mengenai betapa pentingnya kebenaran itu bagi kehidupan yang kekal dalam pengertian bahwa kebenaran itu mesti, perhatikan dengan baik,dihayati (internalized). Saya menggunakan kata ini, 'dihayati' (internalized, atau, diserap ke dalam diri anda). Makanan tidak akan berfungsi jika anda memasukkannya ke dalam saku anda, karena makanan itu masih berada di luar. Tetapi jika anda ingin makanan itu berfungsi, anda harus memasukkannya ke dalam tubuh anda. Anda harus memakannya. Jika anda haus, anda tidak menuangkan air pada rambut anda. Air yang dituangkan ke kepala bagus untuk mencuci rambut, tetapi air itu tidak akan menghilangkan rasa haus anda. Anda harus meminum air itu. Anda harus memasukkannya ke dalam tubuh anda agar makanan itu berfungsi. Sekali lagi hal ini sangat sederhana untuk dimengerti, meskipun demikian sungguh mengherankan bahwa sedikit sekali orang yang mengerti hal-hal sederhana jika berkaitan dengan masalah rohani. Mereka sangat pandai dalam hal yang menyangkut materi. Mereka mengetahui banyak hal mengenai materi. Tetapi jika menyangkut kehidupan rohani, mereka tidak mengerti apa-apa. Yang dikatakan oleh Tuhan Yesus adalah: anda bukan saja perlu menginginkan kebenaran ini, anda juga perlumenerima kebenaran ini serta menghayatinya. 'Menghayati' berarti anda bukan hanya perlu menerimanya. Karena jika saya memberi anda sepotong roti ketika anda lapar, lalu anda memasukkannya ke dalam saku anda, apakah anda sudah menerima roti itu? Tentu saja anda sudah menerimanya, tetapi apakah roti itu sudah menghilangkan rasa lapar anda? Tentu saja roti itu belum menghilangkan rasa lapar anda, karena anda belum memakan roti itu. Pada masa kini kita seringkali mendengar tentang menerima Kristus, tetapi apa gunanya menerima Kristus, jika anda tidak menghayati-Nya? Itulah isi seluruh kitab Yohanes pasal 6, "Barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku." Tuhan Yesus mengatakan hal yang tepat sama. Tidak ada gunanya menerima Kristus, apa pun artinya, kecuali anda menerima-Nya ke dalam keberadaan anda yang paling mendalam, kecuali anda menghayati-Nya.
Sekarang pikirkan tentang kebenaran. Apa yang terjadi dengan makanan ketika anda memakannya? Bagaimana makanan itu memuaskan rasa lapar anda? Karena sebagai contohnya, jika anda merasa lapar dan anda memutuskan untuk memakan kertas sampai mulut anda penuh. Lalu anda mengunyah kertas itu dan menelannya (anda memiliki gigi-gigi yang kuat dan bagus), maka perut anda akan terasa kenyang, benarkah? Rasa lapar anda sudah hilang karena sekarang perut anda penuh dengan kertas. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata anda akan tetap mati kelaparan. Bagaimana mungkin? Karena dalam kenyataannya kertas tidak dapat mengenyangkan tubuh anda. Kertas dapat mengisi perut anda tetapi tidak dapat mengenyangkan tubuh anda. Kertas harus diserap agar dapat mengenyangkan tubuh anda. Mengisi perut saja tidak akan memenuhi kebutuhan anda. Saya pernah mendengar tentang manusia aneh yang suka makan apa saja, termasuk mobil, sepeda, dan kaca. Ia bisa makan mobil sampai habis, termasuk kaca-kacanya, ban karetnya, semuanya. Bagaimana orang tersebut tidak mati karena keracunan timah atau zat-zat lainnya saya tidak mengerti. Tetapi setiap hari ia makan beberapa baut dan beberapa mur untuk membuktikan satu hal—bahwa ia bisa makan satu mobil sampai habis. Saya lebih suka mengemudikan mobil daripada memakannya, karena saya tidak tahu apa gunanya kita memakan mobil, karena mobil tidak menyehatkan tubuh saya, tetapi lebih besar kemungkinannya akan meracuni tubuh saya. Apa yang akan terjadi pada orang yang aneh itu beberapa tahun lagi, saya tidak berani membayangkannya. Jadi tubuh harus dapat menyerap kebenaran.
Menghayati Kebenaran Menyelamatkan Kita
Secara rohani, apabila anda 'memakan' kebenaran, anda tidak menjejalkannya begitu saja ke dalam tenggorokan anda. Kebenaran itu harus diserap ke dalam tubuh. Apa yang terjadi apabila makanan yang anda makan diserap ke dalam tubuh? Makanan itu menjadi bagian dari diri anda. Zat-zat makanan itu masuk ke dalam darah, dan melalui darah zat-zat makanan itu masuk ke dalam otot-otot anda, ke dalam jaringan tubuh anda, sel-sel anda, dan memberi makan setiap bagian. Dengan kata lain, makanan yang anda makan tidak lagi berupa makanan, tetapi dipecah-pecah menjadi komponen dari protein, komponen dari karbohidrat, unsur-pokok dari lemak, kemudian semuanya diserap ke seluruh bagian (dari tubuh anda). Dengan kata lain semua itu menjadi bagian dari diri anda. Sekali lagi hal ini sangat mudah untuk dimengerti. Sekarang mengenai kebenaran. Yang dikatakan oleh Tuhan Yesus adalah sebagai berikut: Jika anda ingin diselamatkan, jangan 'menelan' kebenaran begitu saja lalu menempelkannya pada perut anda, karena hal itu tidak akan menghasilkan apa-apa bagi anda. Tetapi yang harus terjadi adalah kebenaran itu harus dihayati sehingga kebenaran itu meresap ke dalam setiap bagian dari keberadaan anda. Kebenaran itu meresapi setiap bagian dari kehidupan anda: ujung-ujung jari anda, mata anda dan sebagainya. Makanan yang anda makan selama makan siang akan segera diserap oleh rambut anda sehingga rambut anda bisa tumbuh. Makanan itu akan diserap oleh sel-sel di mata anda. Sel-sel di setiap bagian tubuh anda bergerak lebih cepat dan kuat. Jadi kebenaran itu sekarang akan menjadi sangat penting bagi setiap bagian tubuh anda, setiap bagian hidup anda.
Saya menekankan hal ini karena inilah pengajaran Tuhan. Tetapi sayangnya bukan pengajaran semacam ini yang sering kita dapatkan di gereja pada masa kini. Sekarang ini kita mendengar keselamatan yang terjadi melalui 'ajaran kepercayaan' yang mudah yaitu bahwa yang perlu anda lakukan hanyalah "Percayalah dan kamu akan diselamatkan." Kepercayaan semacam ini tampaknya kurang lebih bersifat intelektual: anda percaya telah terjadi sesuatu pada waktu tertentu di masa lalu, dan hal-hal tersebut secara historis memang benar dan anda mempercayainya dengan sepenuh hati. Lalu apa yang telah anda hayati? Sesungguhnya apa yang telah anda hayati? Bagaimana hal itu dapat memberi makan jiwa yang lapar? Bagaimana hal itu dapat membawa kehidupan bagi orang-orang yang akan binasa? Apakah fakta-fakta sejarah dapat menyelamatkan kita? Yesus berkata bahwa kita harus memakan kebenaran. Kita harus memasukkankebenaran itu ke dalam diri kita. Apakah fakta-fakta sejarah menyelamatkan kita? Ini hampir sama artinya dengan jika saya mengambil Ensiklopedia Britannica dan mengunyah halaman-halamannya. Ini tidak akan mengisi otak saya. Hal ini tidak akan menghasilkan apa pun untuk saya. Fakta-fakta sejarah tidak dapat menyelamatkan kita.Kebenaran Allah di dalam Kristuslah yang akan menyelamatkan kita. Pada masa kini kita mendengar pengajaran yang mengatakan bahwa Allah menyelubungi kita dengan kebenaran-Nya, apa pun artinya itu. Ia menyelubungi kita dengan kebenaran-Nya. Ia melingkupi kita dengan kebenaran itu. Di sini Tuhan Yesus berbicara tentang makanan dan minuman, yaitu bahwa kita akan hidup oleh makanan dan minuman. Saya tidak akan hidup semata-mata dengan memakai pakaian untuk menutupi tubuh saya. Jadi kita berbicara mengenai mengenakan kebenaran-Nya diluar. Sungguh aneh!
Tentu saja harus ada kebenaran yang kita hayati dalam diri kita dan kebenaran yang dipancarkan ke luar. Harus ada kebenaran yang pertama-tama berasal dari dalam batin, kemudian mewujudkan diri ke luar sehingga setiap orang bisa melihatnya, di mana dengan cara itu kehidupan menjadi terang. Harus ada terang yang dipancarkan ke luar."Kamu adalah terang dunia"—orang dapat melihat terang itu! Tetapi kita tidak mengenakan terang itu dari luar begitu saja. Terang dari Kristus itu harus berasal dari dalam dan dipancarkan ke luar —terang yang terus-menerus terpancar dari dalam diri kita, bukan hanya terpancar dari kulit kita. Masalah yang terdapat dalam Perjanjian Lama adalah bahwa cahaya (terang) yang bersinar pada wajah dan kulit Musa bersifat sementara. Cahaya yang hanya sedalam kulit ini tidak banyak gunanya. Terang harus berasal dari dalam hati, dari keberadaan kita yang paling dalam. Seperti dikatakan Tuhan Yesus dalam Yohanes 7:38, "Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Air ini mengalir ke luar, tetapi berasal dari dalam. Pada masa kini kita mendengar pengajaran tentang kebenaran yang bersifat eksternal; tidak ada yang berubah dalam diri kita. Dengan kata lain, anda 'diselubungi' oleh kebenaran itu. Dan pengajaran semacam ini mengatakan bahwa pada saat Allah memandang anda, Ia tidak dapat melihat bagaimana sesungguhnya diri anda. Yang dilihat-Nya hanyalah pakaian kebenaran yang di luar diri anda. Allah macam apakah ini? Pandangan-Nya tidak dapat menembus selubung kebenaran yang tampak dari luar? Bahkan seandainya kebenaran itu adalah kebenaran Kristus dan hanya membentuk selubung di sekeliling kita, apakah hal itu dapat disebut sebagai keselamatan? Sekarang anda dapat melihat betapa berbedanya pengajaran Tuhan dengan pengajaran semacam ini, yaitu pengajaran yang dangkal.
Saat ini seluruh kekristenan bersifat dangkal. Pengajarannya dangkal, keyakinannya dangkal, dan seluruh kehidupan kekristenan juga dangkal. Bagaimanapun, kekristenan itu hanya di luarnya saja; semuanya diperhitungkan kepada kita di luar. Dan pada saat Allah memandang diri anda, Ia tidak dapat melihat anda. Ia melihat Kristus karena anda bersembunyi di belakang Kristus. Jadi anda adalah orang berdosa yang sama dengan sebelumnya tanpa perubahan apa pun. Anda masih penuh dengan dosa tetapi yang terjadi adalah Kristus menyelubungi diri anda seperti kepompong. Jadi pandangan Allah tidak dapat menembus kepompong yang menakjubkan ini, Ia tidak dapat melihat semua dosa yang ada di baliknya. Pengajaran macam apakah ini? Di manakah dalam Alkitab anda mendapatkan pengajaran semacam ini? Saya tidak tahu. Tetapi saya yakin bahwa anda sangat mengenal pengajaran semacam ini jika anda telah menjadi orang Kristen selama beberapa tahun. Anda benar-benar mengerti apa yang sedang saya katakan. Ini sama sekali bukanlah kebenaran yang disampaikan kepada kita dalam pengertian yang Alkitabiah. Kebenaran Allah disampaikan kepada kita bukan hanya untuk kita lihat, juga bukan agar kita dapat memoleskannya pada wajah kita sehingga kita kelihatan lebih bersih daripada sebelumnya; bukan supaya kita dapat menggunakannya sebagai selubung agar kita kelihatan sedikit lebih bersih, padahal dalam kenyataannya di bawah selubung itu kita kelihatan sangat kotor. Allah macam apakah yang dikhotbahkan ini? Allah semacam ini akan lebih baik menjadi juri peragaan busana saja. Maksud saya anda tidak perlu mandi, hanya perlu berganti pakaian. Pastikan agar pakaian luar anda bersih, tidak masalah betapa pun kotornya anda itu. Tidak, tidak demikian. Ini bukanlah pengajaran Tuhan Yesus sama sekali. Pikirkan sekali lagi.
Seperti seseorang yang lapar akan makanan, demikian pula berbahagialah orang yang lapar akan kebenaran; seperti seseorang yang haus akan minuman, demikian pula berbahagialah orang yang haus akan kebenaran, karena ia ingin memasukkan kebenaran itu ke dalam dirinya. Ia ingin menjadi segar dan sehat karenanya. Ia makan dan minum sampai jiwa dan rohnya yang letih disegarkan dan hidup kembali. Karena itu Yesus berkata, "'Barangsiapa yang memakan aku...' Jangan hanya menggunakan Aku sebagai selubung! Tentu saja kamu juga bisa menggunakan Aku sebagai selubung, tetapi kamu harus memakan Aku terlebih dulu. 'Barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.'"
Nafsu Makan
Ini sangat penting. Perhatikan lebih jauh pengajaran Tuhan: masalah yang terjadi pada banyak orang hari ini adalah masalah nafsu makan. Jadi kebenaran itu ada, tetapi apakah anda memiliki nafsu makan (artinya kerinduan) terhadap kebenaran itu? Sekarang kita mengetahui bahwa kebenaran itu sama pentingnya bagi jiwa kita seperti makanan bagi tubuh kita. Saya harap anda memahami hal ini dengan baik. Bukan semata "mempercayai pengakuan iman" yang benar, meskipun mempercayai hal yang benar itu penting. Tidak seorang pun akan menyangkal bahwa mempercayai hal yang benar itu penting, sama pentingnya dengan makan makanan yang benar. Kita telah melihat bahwa memakan kertas tidak akan mengenyangkan anda, makan kertas tidak akan memenuhi kebutuhan jasmani anda. Meskipun demikian kita juga perlu mengetahui bahwa makanan yang benar itu adalah kebenaran, dan makanan ini harus kita masukkan ke dalam diri kita.
Tentu saja anda berada dalam kesulitan apabila anda kelaparan tetapi anda tidak menyadarinya. Anda tidak merasa lapar. Orang yang sakit tidak mempunyai nafsu makan. Banyak orang sakit secara rohani, jadi mereka tidak memiliki kerinduan terhadap kebenaran. Sama seperti orang yang sakit sangat membutuhkan makanan, tetapi karena sakit ia tidak mempunyai nafsu makan; ia tidak bisa makan. Saya tahu bagaimana rasanya hal ini. Ketika saya sakit, saya sama sekali tidak mempunyai nafsu makan. Anda bisa saja meletakkan steak yang cantik dan menarik di hadapan saya tetapi itu tidak akan membuat saya mengeluarkan air liur sama sekali. Itu sama sekali tidak ada artinya bagi saya sebagai orang yang sakit.
Sehubungan dengan ini, ada semacam penyakit yang membuat anda tidak dapat makan karena mental anda juga sakit. Ada sejenis penyakit yang disebut sebagai anorexia, yang menurut kata orang sering diderita oleh gadis-gadis remaja dan muda yang ingin tubuhnya langsing. Setelah beberapa saat mereka mendapati bahwa mereka sama sekali telah kehilangan nafsu makan mereka. Mereka tidak dapat makan sama sekali. Dalam kenyataannya mereka mengalami semacam kondisi khusus yaitu setiap kali melihat makanan, mereka merasa ingin muntah. Mereka merasa mual. Beberapa waktu yang lalu saya membaca tentang seorang gadis yang menulis surat kepada kolumnis suratkabar untuk minta tolong karena ia sama sekali tidak dapat makan. Ia menjadi merana karena menurutnya ia tidak tahu bagaimana cara mengatasi reaksi refleks yaitu merasa mual setiap kali melihat makanan. Hal ini bisa mengakibatkan keadaan yang serius di mana seseorang bisa kelaparan sampai mati.
Ada kasus mengenai seseorang yang secara mental menjadi sakit karena secara jasmani ia sakit. Belum lama ini saya membaca kasus mengenai seorang istri dokter yang setiap kali melihat makanan selalu melihat serangga-serangga kecil merayap di atas makanan itu. Setiap kali melihat makanan, betapa pun enaknya makanan itu, ia hanya dapat melihat (ia membayangkan dalam pikirannya) segala macam serangga kecil yang merayap di atas makanan itu, sehingga ia tidak dapat memakannya. Istri dokter itu merasa sangat merana, dan suaminya yang adalah seorang dokter tidak tahu bagaimana menghadapi hal tersebut, ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya terhadap istrinya. Karena itu akhirnya ia berkonsultasi dengan dokter lain yang secara kebetulan berspesialisasi dalam pengobatan secara psikis. Dokter tersebut memberi resep niasin dosis tinggi. Niacin adalah vitamin B, yang disebut dengan vitamin B3. Ia memberi resep vitamin B yang berdosis sangat tinggi untuk istri dokter tersebut, bahkan sampai 30.000 miligram setiap hari. Jadi istri dokter itu menghabiskan waktunya untuk menelan tablet-tablet vitamin B—60 tablet masing-masing 500mg—memasukkan pil-pil ke dalam mulutnya untuk mendapatkan 30.000 mg. Dan apabila ia makan 30.000 mg vitamin B3, ia dapat melihat makanan secara normal dan tidak membayangkan ada serangga-serangga kecil lagi. Ia dapat makan secara normal. Tetapi anehnya apabila dosis vitamin B itu diturunkan menjadi 26.000 mg, ia kembali melihat serangga-serangga kecil itu. Tetapi setiap kali dosis vitamin B itu dinaikkan ke atas 26.000 mg, serangga-serangga kecil itu lenyap dari pandangannya.
Jadi penyakit semacam ini ada, dan saya mempunyai dugaan bahwa ada banyak orang Kristen yang membutuhkan vitamin B rohani dalam jumlah besar. Setiap kali mereka melihat makanan rohani, mereka membayangkan serangga-serangga kecil merayap di atas makanan itu; atau mereka memiliki reaksi refleks yang membuat mereka merasa mual. Tidakkah mengherankan bahwa beberapa orang Kristen, begitu mereka membuka Alkitab untuk mempelajarinya, tiba-tiba merasa sangat lelah? Tiba-tiba mereka merasa sangat kepayahan. Tiba-tiba rasa letih itu menyelimuti diri mereka pada saat mereka membuka Alkitab. Tetapi anehnya, ketika Alkitab sudah tertutup mereka kembali merasa segar. Sangat membingungkan! Jadi mereka melihat bayangan dari serangga-serangga kecil yang merayap di atas Kitab Suci, atau mereka menderita semacam anorexia rohani, yaitu kurangnya nafsu makan secara rohani. Ada yang tidak beres dan kita membutuhkan kesembuhan dari Tuhan. Jadi jelas bahwa seseorang yang memiliki nafsu makan yang bagus, yang merasa lapar dan haus akan kebenaran, merasa bahagia karena ia adalah orang yang sangat sehat. Setidaknya ia tidak menderita kekurangan vitamin B dan halusinasi mental serta masalah lain yang berkaitan dengan kurangnya nafsu makan. Ia memiliki nafsu makan yang bagus. Ini sangat penting.
Meningkatkan Nafsu Makan Melalui Puasa
Jadi hal ketiga yang perlu kita tanyakan adalah: bagaimana kita bisa memiliki nafsu makan yang baik? Kita lihat ada tiga cara. Pertama-tama, tentu saja, kita harus disembuhkan. Hal ini sangat jelas bagi kita. Jika anda tidak mempunyai nafsu makan (kerinduan) terhadap kebenaran, maka ada sesuatu yang tidak beres dengan diri anda. Sudah waktunya untuk bertanya, "Tuhan, apa yang tidak beres dengan diri saya sehingga saya tidak mencintai kebenaran? Saya mengalami segala macam masalah mental apabila saya melihat kebenaran." Barangkali seperti istri dokter di atas, setiap kali memikirkan kebenaran, anda melihat ada serangga-serangga kecil yang merayap di atasnya, dan karena itu anda tiba-tiba kehilangan kerinduan akan kebenaran. Anda memiliki reaksi refleks seperti begitu banyak orang non-Kristen yang takut akan kebenaran. Kebenaran membuat mereka menjauh. Dosa memiliki daya tarik yang luar biasa, tetapi kebenaran tidak menarik bagi mereka. Karena itu anda perlu disembuhkan. Kehidupan anda perlu dipulihkan sehingga anda menjadi sehat.
Cara berikutnya untuk memulihkan nafsu makan dan dengan demikian kesehatan anda adalah apa yang dalam Kitab Suci disebut sebagai puasa. Puasa sangat baik untuk membangkitkan nafsu makan. Anda tidak percaya? Cobalah sekali waktu. Sungguh mengherankan apa yang dapat dilakukan puasa terhadap nafsu makan anda. Meskipun saya biasanya memiliki nafsu makan yang tidak begitu bagus, jika saya berpuasa maka saya menjadi sangat ingin makan. Hari pertama atau kedua anda tidak dapat memikirkan apa-apa kecuali makanan. Makanan, bahkan dalam tidur pun anda bermimpi bahwa anda sedang makan. Dan ketika bangun, anda mendapati bahwa anda tidak makan apa-apa. Semua itu hanya mimpi. Puasa akan menghasilkan sesuatu. Kita diberitahu dalam Matius 4:2 bahwa Tuhan Yesus berpuasa selama empat puluh hari dan Ia merasa sangat lapar. Lalu bagaimana anda berpuasa secara rohani? Tentu saja anda juga dapat berpuasa secara literal—hal ini baik bagi jiwa anda—tetapi bagaimana anda berpuasa secara rohani?
Berpuasa Secara Rohani: Yesaya 58:6-7
Mari kita lihat Yesaya 58:6-7. Pada bagian depan dari bab ini, Yesaya membandingkan-bandingkan kebiasaan berpuasa orang Yahudi (Perhatikan puasa yang hanya di luarnya saja dan kita membicarakan cara menghayati puasa itu), dan di sini ia membahaskontras antara puasa yang hanya di luarnya saja dan puasa yang sungguh-sungguh. Bangsa Yahudi memang telah berpuasa. Pertama-tama mari kita lihat Yesaya 58:3,"Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Tentu saja bangsa Yahudi sedang mengeluh kepada Allah; bangsa Yahudi sangat pandai mengeluh kepada Allah. Seperti kebanyakan orang Kristen, mereka sangat pandai mengeluh. "Kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya. Ke arah mana Engkau melihat? Engkau telah melihat ke arah yang salah. Apakah Engkau tidak melihat kami berdiri di sini dan berpuasa? Mengapa kami "merendahkan diri, dan Engkau tidak mengindahkannya juga?"Dan inilah jawaban Allah, "Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu." Lihat, kamu berpuasa tetapi kamu berbantah dan berkelahi. Mereka menjadi pemarah karena gula darah mereka menjadi rendah. Jika gula darah anda menjadi rendah karena anda tidak memakan cukup makanan, anda menjadi mudah marah. Dan dengan demikian puasa mereka menjadi tidak sungguh-sungguh. Karena berpuasa, mereka menjadi mudah marah, jengkel, dan memiliki gula darah yang rendah. "Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena.Mereka saling memukul. Puasa macam apakah ini? "Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi". Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah ...?" Gelagah tentu saja adalah semacam tanaman, yaitu sejenis tanaman yang merunduk. ... "dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? "Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?"
Bangsa Yahudi telah membuat seluruh agama mereka menjadi dangkal. Adalah normal jika sifat manusia itu selalu melihat segala sesuatu dari luarnya saja, seperti orang Farisi. Dan pada masa kini kita mengalami kekristenan yang bersifat eksternal, bahkan dalam masalah kasih karunia. Sungguh mengherankan! Manusia begitu dangkal sehingga kebenaran yang indah dari Allah ini disampaikan kepada kita sebagai kasih karunia yang semata-mata bersifat eksternal, yang diperhitungkan kepada kita. Ini merupakan penghinaan terhadap kasih karunia Allah. Dan ini mereka sebut sebagai doktrin keselamatan berdasarkan kasih karunia. Sebenarnya ini bukanlah doktrin keselamatan yang Alkitabiah mengenai kasih karunia; karena kasih karunia itu seolah-olah ditempelkan pada anda dari luar, di mana semuanya bersifat sangat dangkal dan hanya sedikit sekali atau tidak ada yang berasal dari dalam batin, karena tidak peduli apakah berasal dari dalam batin atau tidak, anda diselamatkan oleh kasih karunia yang bersifat eksternal. Sulit dipercaya! Perhatikan hal ini: Agama yang bersifat eksternal tidak dapat melakukan apa pun bagi diri anda, meskipun hal itu adalah pernyataan kasih karunia.
Yesaya 58:6 mengatakan, "Berpuasa yang Kuhendaki, ialah..." Puasa macam apa yang dikehendaki oleh Allah? "Membuka belenggu-belenggu kelaliman", yaitu menyingkirkan kelaliman yang telah mengikat anda dan orang lain. "Melepaskan tali-tali kuk", yaitu kuk penindasan (Kuk penindasan ini kita dapati sekali lagi pada ayat 9). "membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau  memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar."   Nah, ini adalah 'puasa', karena apabila anda memecah-mecah roti anda, maka makanan anda akan menjadi lebih sedikit. "...dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!?" Yaitu, ketika ia membutuhkannya. "Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera." Kita berbicara mengenai penyembuhan. Penyembuhan itu dimulai dengan puasa, yang merupakan cara yang sangat baik untuk disembuhkan. Sesungguhnya banyak ahli memberitahu kita bahwa jika anda merasa kurang enak badan, jika anda merasa sakit, jika anda mempunyai masalah dengan organ tubuh anda, maka salah satu cara yang terbaik untuk memulai proses penyembuhan adalah dengan berpuasa. Ini merupakan cara yang sangat baik untuk memulai. Saya membaca sebuah buku yang berjudul The Miracle of Fasting (Mujizat dari Berpuasa). Ini adalah sebuah buku yang sangat menarik untuk dibaca. Penulis menceritakan bahwa ia sakit parah dan melalui proses berpuasa ia disembuhkan. "Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!" Kata-kata yang sangat indah! Pada saat kebenaran itu anda hayati, maka ketika anda memanggil, Allah akan menjawab. Kebenaran anda akan muncul. Kebenaran akan menjadi barisan depan anda. Terang anda akan bersinar. Bacaan ini sangat penting karena sangat mirip dengan pengajaran Tuhan dalam Khotbah di Bukit, "Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang." Dalam bacaan tersebut Ia memberitahu kita bagaimana terang itu akan bercahaya. Terang itu akan bercahaya melalui lapar dan haus akan kebenaran. Bagaimana anda lapar dan haus akan kebenaran? Mulailah dengan berpuasa.
Apakah berpuasa itu? Berpuasa dalam hal ini adalah pertobatan dari dosa. Berpuasa itu adalah berbalik arah, mematahkan belenggu kelaliman, dan kejahatan. Apabila anda sudah mulai melakukan hal itu, maka anda akan mulai mempunyai selera yang bagus dalam masalah rohani. Tetapi selama anda masih menyimpan dosa dan ketidakbenaran dalam hati anda, anda tidak akan mempunyai semangat untuk mempelajari kebenaran. Hal yang kedua adalah, apabila melalui puasa itu anda mulai memperoleh kebenaran—anda dapat mematahkan kuasa dosa dan mulai merasa lapar dan haus akan kebenaran—maka anda akan mulai mengisi diri anda dengan kebenaran. Setelah anda menghayati kebenaran, kebenaran itu akan meresapi setiap bagian dari keberadaan anda dan anda akan dipuaskan olehnya. Lalu apakah anda harus duduk diam dan merasa puas? Tidak! Anda sekarang telah dipenuhi dengan kebenaran, untuk apa? Agar anda dapat memamerkan kebenaran itu di hadapan manusia? Tentu saja tidak! Anda dipenuhi dengan kebenaran agar anda dapat melayani-Nya dan hidup bagi-Nya. Dan selanjutnya ada satu hal yang sangat menarik: Bagaimana anda membangkitkan hasrat akan kebenaran? Dengan bekerja, melakukan aktivitas, melalui latihan. Jadi setelah berpuasa, setelah berpaling dari dosa, setelah mematahkan belenggu dosa, jangan berhenti sampai di situ.
Makanan Kebenaran yang Memberikan Kekuatan
Kini setelah anda dipenuhi dengan kebenaran, anda pergi untuk melayani Tuhan. Karena sekarang makanan ini telah memberikan anda tenaga, maka anda merasa lebih bersemangat. Kini anda siap untuk melakukan sesuatu. Luar biasa! Anda terus maju dan melakukan sesuatu untuk Tuhan. Lalu yang akan terjadi adalah: Semakin banyak yang anda lakukan untuk Tuhan, anda akan mulai merasa lapar lagi. Misalkan: anda baru saja makan siang yang enak, lalu anda pergi keluar dan melakukan gerak badan, apa yang terjadi? Anda akan merasa lapar lagi kan? Nah, ini adalah lapar yang sehat! Berarti anda memiliki nafsu makan yang bagus. Kemudian anda mengisi diri anda dengan kebenaran lagi dan lebih banyak pekerjaan akan anda lakukan. Anda akan merasa lebih bersemangat lagi. Kebenaran, saat anda mengisi diri anda dengan kebenaran, maka seperti makanan, kebenaran itu akan memberi anda tenaga, dorongan dan kemampuan spiritual yang besar.
Lihatlah orang-orang Kristen yang lemah di zaman sekarang ini. Gereja penuh dengan orang-orang yang lemah, lesu dan tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka tidak punya tenaga. Mereka selalu lelah secara rohani. Mereka tidak memiliki vitamin B rohani. Sungguh kasihan. Mengapa? Semua ini ibarat lingkaran setan. Bila tidak ada rasa lapar, tidak ada tenaga dan bila tidak ada tenaga berarti tidak ada gerakan. Bila tidak ada gerakan maka tidak ada rasa lapar. Jadi semuanya itu berlangsung terus-menerus dan anda terperangkap di dalam lingkaran setan itu. Yang kita butuhkan saat ini adalah orang-orang yang memiliki kekuatan yang dinamis karena diilhami oleh kebenaran. Apakah anda melihat keindahan dari ajaran Tuhan? Kebenaranlah yang memberi anda tenaga, kebenaran yang berasal dari Tuhan, yang Dia berikan kepada kita semua. Perhatikanlah bahwa ini bukanlah kebenaran yang bisa anda hasilkan, melainkan kebenaran yang diberikan pada anda. Anda menerimanya dan Anda menghayatinya dan kebenaran itu kemudian mengilhami anda. Kini anda mengerti Filipi 2:12 dengan baik. Tuhanlah yang mengilhami anda, dan bekerja dalam diri anda sehingga anda menginginkan dan melakukan kebenaran Allah itu yang sepenuhnya memberi semangat pada diri anda. Ah, inilah kekristenan! Sungguh-sungguh kekristenan Perjanjian Baru. Bukan satu pun dari hal-hal buruk yang sering terjadi pada gereja saat ini. Ini sungguh indah! Bukankah telah saya katakan bahwa Tuhan itu demikian mendalam? Tidakkah demikian? Luar biasa! Ia hanya mengucapkan satu kalimat dan lihatlah kekayaan yang timbul dari padanya.
Sekarang perhatikan prosesnya. Rasa lapar ini adalah hasil dari sebuah penyembuhan, penyembuhan yang diakibatkan oleh pertobatan dan mengarahkan kita pada pertobatan berikutnya. Dan kemudian, sebagai hasilnya, akan terjadi pertumbuhan dan pertumbuhan itu membawa kita pada kedewasaan. "Berbahagialah orang yang lapar dan haus karena mereka akan dipuaskan." Benar-benar dipuaskan! Luar biasa! Sekarang mari kita lanjutkan.
Rasa Lapar dan Haus Menyatakan Intensitas
Perhatikanlah sekarang, apa yang telah terjadi adalah seperti ini; rasa lapar dan haus menyatakan apa? Intensitas! Ada sebuah masalah yang besar pada umat Kristiani pada masa kini, seperti yang telah saya katakan. Umat Kristiani sedang kelelahan, tidak ada gairah, tidak ada semangat, tidak ada api dan tidak ada kekuatan. Mereka tak mengerti apa yang Paulus katakan dalam Roma 12:11 "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." Kerajinanmu tidak boleh kendor. Kerajinan itu adalah semangat dalam diri yang tak pernah suram, melainkan menyala-nyala. Anda tidak bisa menyala-nyala kalau tidak ada api. Roh itu ada di dalam diri anda, dan menyebabkan anda menyala-nyala. Inilah kekristenan yang sesungguhnya! Anda tidak dapat menyala-nyala tanpa adanya gairah, atau semangat rohani yang mendalam—bukan aktivitas yang hanya di luarnya saja. (Sekali lagi, semangat yang hanya di luarnya saja, kita pandai memandang segala sesuatu dari luarnya saja) —melainkan semangat dari dalam hati, api dari Allah yang menyala-nyala dalam diri kita yang dinyatakan dalam rasa lapar dan haus. Orang semacam ini selalu penuh semangat. Ketika seseorang lapar dan haus, ia akan berbuat apa saja untuk mendapatkan apa yang ia butuhkan. Ia akan menempuh padang gurun. Ia akan berjalan ke mana saja, untuk mencari makanan dan minuman. Ia harus mendapatkannya! Sekali ia sudah mendapatkannya, ia akan mempunyai kekuatan lagi. Ia akan mempunyai tenaga. Nah, orang Kristen macam apakah anda? Camkan baik-baik! Apakah anda merasakan api yang menyala-nyala di dalam diri anda? Juga kerajinan, semangat? Kekristenan semacam itukah yang anda kenal?
Rasa Lapar dan Haus yang Terus-Menerus
Sekarang perhatikan hal yang keempat: Terus-menerus. Terus-menerus makan. Perhatikan kata-kata ini, "Berbahagialah mereka yang lapar dan haus." Sayangnya, terjemahan bahasa Inggrisnya sama sekali tidak dapat menggambarkan perubahan waktu dalam kalimat ini. Perubahan waktu di sini tidak jelas. Dalam bahasa Inggris, benar bahwa lapar dan haus dapat terjadi dalam present tense, tapi dalam bahasa Yunani sangat khusus yaitu present continuous tense, "rasa lapar dan haus yang terus-menerus.' Rasa lapar dan haus ini bukan terjadi sekali saja melainkan terus-menerus dan berlangsung terus. Apakah lapar dan haus itu pernah terpuaskan? Ya, bisa terpuaskan tapi akan kembali lagi dengan lapar dan haus yang baru. Wow! Anda merasakannya dan menyadari bahwa Tuhan itu baik. Dan karena anda sudah merasakannya dan melihat bahwa Tuhan itu baik, nafsu makan anda muncul kembali. Nafsu makan itu sudah dipuaskan tetapi anda ingin lagi. Orang yang sehat, nafsu makannya pun baik. Tapi ketika kesehatan anda menurun, nafsu makan anda menjadi berkurang. Rasa lapar dan haus ini menjadi ciri yang tetap pada umat Kristen, karena dalam pengertian tertentu ia merasa puas, karena ia telah merasakan dan melihat bahwa Tuhan itu begitu baik, sehingga ia ingin lagi. Ia ingin lagi. Jadi ia terus merasa lapar dan haus.
Seperti Paulus yang tidak pernah merasa puas. "Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah ..." Aku melupakan semua hal yang di belakangku: hasil pencapaianku dan prestasi rohaniku yang lalu. Kulupakan semuanya. "Maju! Terus maju!" (Ia tidak pernah merasa puas) agar ia mendapatkan Yesus. Rasa lapar yang terus-menerus! Sekali lagi perubahan waktu yang digunakan Yesus sangat luar biasa. "Berbahagialah orang yang terus-menerus lapar dan haus akan kebenaran". Seorang yang puas menjadi puas dengan dirinya sendiri. Di zaman ini, di generasi sekarang, jangan pernah merasa puas! Kita tidak seharusnya merasa puas sampai pada hari di mana kita mendapatkan Kristus seutuhnya.
Mari kita teliti apa yang Tuhan Yesus katakan dalam Yohanes 6:56 dan 58. Ia berkata, "Barangsiapa yang memakan Aku (yaitu ia yang terus-menerus memakan Aku, di sini kembali digunakan perubahan waktu yang sama, present continuous tenseakan hidup oleh Aku." Barangsiapa yang (terus-menerus) memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Sekali lagi, kekristenan kita saat ini memberi ajaran 'sekali untuk selamanya'. Sekali anda memiliki Kristus, anda akan selalu memiliki Dia. Sekali anda diselamatkan, anda akan terus diselamatkan. Sekali anda makan, anda akan selalu kenyang. Sebenarnya tidak ada ajaran Tuhan yang seperti itu, yang ada adalah proses yang berkesinambungan. Anda bukan hanya makan Yesus sekali saja, lalu semuanya selesai. "Saya makan Yesus pada tahun 1953 dan saya merasa kenyang sejak itu" Inilah kekristenan yang kita miliki saat ini. Tuhan Yesus berkata, "Jika kamu makan Aku, kamu harus terus makan Aku. Bukan hanya di tahun 1953 atau 1973 saja—melainkan kamu terus makan dan makan lagi. Dan barangsiapa yang terus makan Aku akan hidup oleh Aku." — Itulah ajaran yang Alkitabiah. Anda terus menghayati Kristus, sebuah proses yang berkesinambungan karena nafsu makan yang berkesinambungan pula.
Di mana Kita Menemukan Kebenaran?
Mari kita lanjutkan ke pokok yang kelima dan sekaligus terakhir. Di mana kita harus menemukan kebenaran Allah? Di mana lagi kita akan menemukannya, kecuali dalam Allah sendiri? Kebenaran ini tidak dapat diperoleh di tempat lain. Dapatkah anda memberitahu saya di mana anda bisa peroleh kebenaran ini jika bukan di dalam Allah? Hanya Tuhanlah kebenaran kita—Hal ini terdapat pada Perjanjian Lama, antara lain Yeremia 23:6 dan Yeremia 33:16. Dalam Yeremia 33:16 tertulis, "TUHAN KEBENARAN KITA!" Ini bukanlah ajaran baru dalam Perjanjian Baru. Bukan Perjanjian Baru yang menemukan bahwa kita tidak memperoleh kebenaran melalui usaha kita sendiri, bahwa kebenaran berasal dari Allah, melainkan Perjanjian Lama: "Tuhan adalah kebenaran kita". Ini terdapat di seluruh Kitab Suci. Perjanjian Lama juga menulis hal ini—Kebenaran berasal dari Tuhan! Barangsiapa merasa lapar dan haus akan menemukan kebenaran hanya dalam Tuhan. Tidak ada tempat lain anda dapat menemukannya.
Ketika saya membaca Perjanjian Baru, ada sesuatu yang sangat menarik. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Allah juga adalah kebenaran. Contohnya, dalam Yohanes 17:25 Tuhan Yesus berkata bahwa Allah itu benar ketika Ia berdoa kepada Bapa, "Ya Bapa yang benar.". Di manakah kebenaran? Jawabannya adalah pada Bapa yang benar. Ialah kebenaran kita. Itulah sebabnya, kita temukan bahwa orang yang lapar dan haus akan kebenaran adalah orang yang lapar dan haus akan Allah karena ia tahu bahwa kebenaran hanya dapat ditemukan dalam Allah. Jadi ia lapar dan haus akan Allah. Dalam Mazmur 42:2 dan 3, salah satu bagian yang sangat indah dalam Kitab Suci, kita temukan hal yang sama. "Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?" Jadi orang yang lapar dan haus akan kebenaran adalah orang yang lapar dan haus akan Allah.
Yang kedua, kita temukan bahwa dalam Perjanjian Baru bahwa Yesus adalah Orang Benar atau Yang Benar (Kisah Para Rasul 7:52, 22:14). Jika kita sedang lapar akan Allah, bagaimana kita akan menemukan Allah? Tuhan Yesus memberitahu kita, "Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6). Pemazmur merasa lapar dan haus akan Allah, "Bilakah aku akan melihat wajah-Mu, ya Allah? Jiwaku lapar dan haus akan Allah. Tetapi bagaimana anda akan menemukan Allah? Melalui Kristus! "Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" Yesus adalah Kebenaran. Jadi demikian: Orang yang lapar dan haus akan kebenaran adalah mereka yang lapar dan haus akan Kristus. 1 Yohanes 2:1 dan 29 memberitahu kita bahwa Yesus Kristus adalah Kebenaran. Namun masih ada lagi.
Dalam Perjanjian Baru, kita juga melihat bahwa orang-orang yang lapar dan haus akan Allah, mereka juga akan lapar dan haus akan kerajaan-Nya. Inilah hal ketiga yang dapat kita lihat dalam Perjanjian Baru. Pertama ia lapar akan Allah, kemudian ia mendapatkan bahwa ia lapar akan Kristus karena Allah ada di dalam Kristus untuk mendamaikan dunia dengan diri-Nya, seperti dikatakan Paulus. Jadi ia mendapatkan bahwa ia lapar dan haus akan Kerajaan Allah karena Kerajaan Kristus ada di dalam hidupnya. Begitulah cara Kristus dihayati, melalui kerajaan-Nya, yaitu pemerintahan-Nya, melalui pemerintahan-Nya di dalam hidup kita. Kata 'Kerajaan Allah' dapat diterjemahkan sebagai pemerintahan Allah. "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus," kata Paulus dalam Roma 14:17. Jadi orang yang lapar dan haus akan kebenaran, ia akan lapar dan haus akan kerajaan Allah. "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga" (Matius 6:10) . Tak seorang pun akan berdoa seperti itu kalau ia tidak lapar dan haus akan Kerajaan Allah. Anda tidak akan lapar dan haus akan Kerajaan Allah kalau anda tidak lapar dan haus akan kebenaran, karena kerajaan-Nya adalah kebenaran, seperti kita lihat dalam surat Roma.
Hal keempat yang kita lihat adalah barangsiapa lapar dan haus akan kebenaran juga akan lapar dan haus akan orang-orang benar. Orang benar dalam Perjanjian Baru, seperti juga Perjanjian Lama, mengacu pada orang-orang kudus milik Allah. Ketika seseorang berkata pada saya, "Saya percaya Kristus, mengapa saya harus ke gereja?" saya tahu bahwa orang tersebut berada dalam masalah. Orang tersebut berada dalam masalah yang sangat besar. Mengapa anda harus pergi ke gereja? Karena anda lapar dan haus akan umat Tuhan! Perjanjian Lama sudah mengetahui hal ini, dan Pemazmur berkata bahwa ia bersuka cita atas orang-orang kudus Allah. Ia bersuka cita atas Yerusalem, atas Sion. "Sion adalah kemenanganku dan sukacitaku." Mengapa? Jika anda lapar dan haus akan kebenaran, anda akan mendapatkan bahwa anda juga lapar dan haus untuk bersekutu dengan umat Allah. Anda mencintai umat-Nya. Dengan segala kesalahan mereka, anda tetap mencintai mereka. Mengapa? Karena Kristus ada di dalam mereka dan mereka ada di dalam Kristus. Bagaimana anda dapat mencintai Kristus tanpa mencintai umat-Nya? Tidak mungkin bisa!
Itulah yang dikatakan Yohanes dalam suratnya yang pertama. Ia berkata, "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah', dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta (I Yohanes 4:20). Tidak ada kebenaran dalam diri anda sama sekali. Orang yang berkata bahwa ia mencintai Yesus akan mencintai orang-orang yang mencintai Yesus. Itu pasti. Barangsiapa yang mencintai Bapa juga akan mencintai Anak-Nya, menurut ajaran Kitab Suci, karena Anak sama seperti Bapa dan Ia adalah milik Bapa. Bahwa murid-murid Tuhan disebut sebagai orang benar kita dapatkan di mana-mana dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Baru kita dapatkan pada pengajaran Tuhan di Matius 25:46, sebagai salah satu contoh. Atau I Petrus 3:12. Di situ orang-orang kudus atau orang Kristen disebut sebagai orang benar.
Tapi pokok yang kelima dalam hal ini adalah barangsiapa lapar dan haus akan kebenaran, lapar dan haus juga akan firman Tuhan karena firman Tuhan disebut 'firman kebenaran'. Ketika anda lapar dan haus akan kebenaran, sebenarnya anda lapar dan haus akan apa? Sesuatu yang tidak nyata? Di mana kebenaran yang anda rindukan itu? Bagaimana anda memakannya kalau anda bahkan tidak tahu apa kebenaran itu? Sekarang kita sudah temukan bahwa kebenaran dalam Alkitab secara nyata adalah:
A) Allah sendiri
B) Tuhan Yesus
C) Kerajaan Allah
D) Murid-murid Kristus dan
E) Firman-Nya, firman Tuhan, firman kebenaran.
Ibrani 5:13 mengatakan bahwa Alkitab, firman Tuhan, adalah firman kebenaran. Jika anda ingin mengisi diri anda dengan kebenaran, di mana anda menemukannya? Di dalam Firman-Nya. Pernahkah anda perhatikan bagaimana orang Kristen yang sehat mempunyai kerinduan yang besar pada firman Tuhan? Mereka tak pernah puas. Belajar dan terus belajar. Saya adalah salah satunya. Saya mempunyai kerinduan yang besar untuk itu. Saya tidak pernah puas mempelajari firman Tuhan. Saya belajar dan belajar dan saya puas, namun saya selalu lapar. Saya terus belajar dan saya tetap mempunyai kerinduan yang besar. Saya terus belajar dan semuanya berlangsung terus seperti ini. Menakjubkan!
Masalah yang menyangkut hal-hal rohani tentunya berbeda dengan masalah jasmani. Ketika anda makan steak yang lezat atau makan malam di Chinatown, anda akan puas selama beberapa jam berikutnya. Nafsu makan anda dibatasi oleh ukuran perut anda. Perut anda terus mengembang dan anda akan berhenti makan ayam terakhir yang enak ketika anda tak bisa mengisi perut anda lagi. Selera anda masih tetap ada dan terkadang kita berkata, seperti dalam peribahasa Cina: "Mata anda lebih besar dari perut anda." Mata lebih besar dari perut. Mengapa? Karena mata anda masih melihat pada makanan itu tapi perut anda sudah tidak sanggup lagi. Perut anda sudah terlalu penuh. Perut anda ada batasnya. Hal yang indah tentang selera rohani adalah tidak adanya perut untuk membatasi jumlah makanan yang anda masukkan. Anda terus makan namun tak ada dinding perut untuk membatasi selera makan anda. Sungguh menakjubkan!
Dulu saya biasa bangun pagi sekali dan mempelajari firman Tuhan. Saya terus belajar hingga larut malam, merasa enggan untuk tidur. Saya merasa, "Alangkah buang-buang waktu saja kalau harus tidur selama 6, 7 atau 8 jam! Semestinya saya bisa belajar sepanjang malam! Dan kalau sudah larut, dengan enggan saya harus menutup Alkitab atau membiarkannya terbuka. Saya biasanya membiarkan Alkitab saya terbuka sepanjang hari, sehingga saya tidak perlu mencari halaman itu lagi pada hari berikutnya. Lalu saya tidur, dan esok paginya saya tidak sabar untuk segera bangun dan belajar lagi. Helen, istri saya, tahu betapa pada masa-masa itu sepanjang hari, dari pagi sampai malam, saya tak pernah berhenti mempelajari firman Tuhan karena saya selalu memiliki kerinduan yang besar hari demi hari, minggu demi minggu, bahkan bulan demi bulan untuk mempelajari firman Tuhan. Ah, indah dan nikmatnya! Kadang-kadang saya sangat bersuka cita hingga saya segera bergegas untuk memberitahu Helen dan berkata, "Oh --- Ini luar biasa!" Ia akan berkata, "Apa? Apa?" Apa yang luar biasa?" Sungguh indah firman Tuhan! Lapar dan haus akan firman kebenaran!
Lapar akan Kebenaran Berarti Mencintai Kebenaran
Hasil dari lapar dan haus akan firman kebenaran adalah anda mencintai kebenaran-- orang yang lapar dan haus akan kebenaran pasti mencintai kebenaran. Saya bersedih hati akan satu hal pada masa kini, di antara gereja-gereja khususnya. Saya berdoa pada Tuhan agar tidak satu pun dari anda, khususnya mereka yang dalam pelatihan, tidak seorang pun dari anda yang akan menjadi seperti ini. Yang saya sedihkan adalah mereka mulai mencintai doktrin-doktrin tertentu, bentuk teologia tertentu, ajaran denominasi tertentu, melebihi firman Tuhan itu sendiri. Seharusnya hal-hal semacam itu jangan menjadi penyakit kita. Tahukah anda bahwa anda dapat menjadi begitu kaku dan terpaku pada pendapat dogma tertentu hingga tidak ada lagi firman Tuhan yang akan mengubah pandangan anda karena anda telah berhenti mencintai kebenaran? Anda telah mulai mencintai golongan anda dan juga dogma anda, dan ini sungguh memuakkan! Saya ingin memberitahu anda bahwa sebenarnya sebagai gereja, kami secara resmi tergabung dalam Gereja Baptis. Kami terdaftar sebagai anggota Gereja Baptis. Kami tergabung dalam "Persekutuan Gereja-gereja Baptis Injili, Kanada", gereja kami pun demikian. Tapi ada banyak hal yang menjengkelkan saya mengenai Gereja Baptis dan saya jujur dalam hal ini. Sebagai seorang pendeta, saya mendapatkan sangat banyak selebaran dari berbagai seminari, universitas Baptis, organisasi-organisasi Baptis dan juga organisasi lain. Beberapa hari yang lalu saya membalik-balik halaman salah satu majalah itu dan isinya menyesakkan dada saya—isinya melulu tentang Baptis ini dan Baptis itu dan kehebatan doktrin Baptis dan bahkan lebih dari itu. Baptis sudah ada pada zaman Perjanjian Lama, bahkan Yohanes Pembaptis adalah seorang anggota Gereja Baptis juga. Menggelikan! Hal itu sungguh membuat saya mual!
Kita telah menjadi orang yang lebih setia pada golongan tertentu dibanding firman Tuhan sendiri, sehingga firman Tuhan berfungsi untuk membuktikan bahwa "kami adalah yang terbaik." Sedangkan Katolik Roma, Presbyterians termasuk golongan-golongan yang lebih rendah, kecuali Baptis, dan dikatakan dalam majalah itu," Gereja manakah yang dapat menelusuri asal-usulnya hingga Perjanjian Baru? Hanya gereja Baptis!" Saya begitu malu dan merasa ingin menulis surat yang mengatakan, "Saya mengundurkan diri dari seluruh Gereja Baptis." Lupakan saja semua itu! Hal ini sungguh memualkan!
Kita tidak seharusnya mempunyai kesetiaan pada suatu golongan atau gereja tertentu, melainkan pada Kristus dan Firman-Nya. Tapi pikiran kita telah menjadi sempit. Tidak ada lagi cinta terhadap kebenaran dan orang Kristen bisa berkelakuan lebih buruk daripada non-Kristen, saling menghina, saling menfitnah dan sebagainya. Sungguh menjengkelkan! Mengapa? Karena tidak ada cinta akan kebenaran. Kita harus menjadi orang yang rela pergi ke mana saja kebenaran membawa kita, menghadapi akibat apa saja yang terjadi karena mentaati kebenaran. Jika ada sesuatu dalam firman Tuhan yang menunjukkan kepada saya bahwa saya salah, atau golongan saya salah, atau gereja saya salah, maka saya akan tunduk padanya tanpa ragu-ragu. Jika ada seseorang di mana saja, dari golongan apa saja, dapat membuktikan kepada saya bahwa apa yang saya katakan tidak benar berdasarkan firman Tuhan, maka saya akan menarik kembali perkataan saya secara terang-terangan. Saya akan mengakuinya secara terang-terangan di mana saja, karena saya mencintai kebenaran, bukan reputasi saya. Reputasi saya tidak ada artinya, nama saya pun demikian. Tetapi kebenaran berarti segalanya.. Tidak ada orang yang dapat menjadi orang yang lapar dan haus akan kebenaran, tetapi tidak mengejar kebenaran. Apakah kebenaran itu jika tidak benar? Bisakah kebenaran itu berarti kebohongan? Berdasarkan definisinya, kebenaran adalah kebenaran. Saya lapar dan haus akan kebenaran, tak peduli dari mana datangnya kebenaran itu. Jika seseorang yang beragama Katolik Roma mengatakan sesuatu yang lebih benar dari apa yang saya katakan, saya akan mengakui bahwa orang yang beragama Katolik Roma itu benar. Ia benar. Saya tidak boleh mengatakan bahwa saya orang Protestan, sedangkan ia orang Katolik Roma, dan segala sesuatu yang dikatakan orang Katolik Roma itu salah. Itu omong kosong! Ada orang Katolik Roma yang mengatakan lebih banyak kebenaran daripada saya. Jika ia dapat menunjukkan sesuatu lebih dari yang saya mengerti tentang kebenaran, maka saya akan belajar dari padanya. Biarlah ia menunjukkan sesuatu dari firman Tuhan dan saya akan menerimanya kapan saja. Kita tidak boleh bersikap dogmatis dan sempit. "Saya percaya hal ini dan saya tidak peduli apa yang kamu katakan". Ini sungguh menjengkelkan! Sangat menjengkelkan! Kita tidak boleh mempunyai perilaku seperti ini. Kita harus menjadi orang yang mencintai kebenaran tanpa syarat.
Dan saya kecewa pada Martin Luther, meskipun ia seorang Reformer yang hebat. Saya kecewa kepadanya karena ia gagal dalam satu hal penting yang sudah saya sebutkan sebelumnya, dan akan saya sebutkan lagi. Saya tidak setia pada doktrin Reformasi. Saya setia pada firman Tuhan, dan jika Reformer itu salah, saya akan katakan bahwa ia salah, tidak peduli apakah ia adalah Calvin atau Luther atau siapa saja. Karena jika saya bisa menunjukkan berdasarkan firman Tuhan bahwa ia salah, berarti ia salah. Saya tidak peduli apakah ia adalah Calvin atau Luther atau siapa saja. Luther telah membuat kesalahan yang sangat serius ketika ia bersikeras dengan doktrin 'pembenaran hanyaoleh iman' tanpa mempedulikan hal lain. Saya telah mengatakan sebelumnya dan saya akan mengatakan sekali lagi, kita memang dibenarkan oleh iman, tapi bukan hanya oleh iman saja. Seharusnya iman, dan kemudian diikuti perbuatan - iman yang menghasilkan perbuatan. Jadi bukan 'perbuatan' yang menyelamatkan kita, bukan iman yang menyelamatkan kita; melainkan Tuhanlah yang menyelamatkan kita, melalui iman, tapi bukan tanpa perbuatan. Itulah yang paling penting untuk dimengerti. Dan ketika Luther membaca kitab Yakobus, ia mendapatkan bahwa Yakobus berlawanan dengannya secara mutlak, karena Yakobus 2 mengatakan dengan jelas, "Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman."  Luther begitu tersinggung sehingga ia ingin mengambil Alkitabnya dan merobek surat Yakobus dari Alkitab itu karena isinya secara mutlak berlawanan dengan Luther.
Seperti yang saya katakan sebelumnya, Luther memulai di Jerman sebuah tren yang kemudian menjadi Liberalisme Zaman Modern. Ia memulai dengan apa yang disebut sebagai "Kritik Sastra." Sekali anda mulai mengkritik firman Tuhan, seperti yang dilakukan Luther dengan berkata, "Kitab Yakobus hanyalah bagaikan jerami tak berguna yang cocok untuk dibakar atau diberikan pada babi." (Apa lagi yang bisa anda lakukan dengan jerami?") maka anda telah melakukan sesuatu yang benar-benar salah. Astaga, Luther! Kita harus mencintai kebenaran melebihi doktrin yang paling kita junjung. Danjika apa yang saya katakan berlawanan dengan firman Tuhan, maka enyahlah doktrin saya. Kita tidak bisa berkata, saya tidak suka kitab Yakobus atau saya tidak suka kitab lain dalam Alkitab. Yakobus berkata sejujurnya, dan semua orang yang berpikiran luas mengerti bahwa ia memang demikian. Jadi saya mohon pada anda agar kita memiliki sikap berikut ini, yaitu menjadi pencinta kebenaran, menerima kebenaran tanpa mempedulikan apakah kebenaran itu berasal dari agama Katolik, Presbyterians atau dari siapa saja. Saya tidak peduli apa golongan mereka sepanjang mereka mengatakan kebenaran dari firman Tuhan. Saya tak peduli siapa mereka. Itu sangat penting!
Hal yang lain adalah: Seseorang yang mencintai kebenaran akan meneliti doktrinnya berulang kali dalam terang firman Tuhan. Ia tidak beranggapan bahwa doktrin-doktrin itu tidak mungkin salah. Baru-baru ini saya membaca sebuah buku tentang pemuridan yang ditulis oleh pemimpin gereja yang sangat terkenal di Amerika Utara yang namanya tidak akan saya sebutkan, karena saya tidak menyerang orangnya, tetapi pengajarannya tentang pemuridan sepenuhnya salah. Mengapa? Karena ia memulainya dari segala macam gagasan yang sudah ada sebelumnya dalam pikirannya. Kapan saja kita mengajarkan sebuah doktrin, kapan saja kita menegaskan sebuah pernyataan, mari kita membiasakan diri untuk meneliti pernyataan itu dalam terang firman Tuhan. Apa kesalahan dari saudara kita ini? Ia mengajarkan hal berikut: Ia berkata, yang pertama-tama, ketika anda menjadi seorang Kristen, anda menjadi seorang convert (orang yang berpindah agama). Setelah itu, anda lulus atau dilatih menjadi seorang murid. Kemudian setelah menjadi murid anda akan dilatih menjadi seorang pekerja, yang merupakan tahapan berikutnya. Jadi anda mulai dari seorang convert, anda lulus lalu menjadi seorang murid dan kemudian anda lulus menjadi apa yang disebut sebagai pekerja. Ini benar-benar sebuah omong kosong kalau kita mengacu pada firman Tuhan. Maksud saya, jika ia mempunyai pengetahuan dasar untuk membuka konkordansi dan melihat di bawah kata "convert" (orang yang baru bertobat), ia tidak akan menemukannya. Tidak ada pembagian semacam itu, yaitu, pertama, sesuatu yang disebut convert, lalu di kelompok tengah ada yang disebut 'murid', kemudian anda lulus dengan sebutan 'pekerja'. Ini sama sekali tidak benar. Walaupun demikian, keseluruhan bukunya didasarkan pada pembagian semacam ini (bahkan digambarkan dengan diagram) sehingga melalui penginjilan anda akan mendapatkan orang yang baru bertobat, dan kemudian melalui pengajaran anda akan mendapatkan murid. Tetapi ia tidak memberitahu langkah selanjutnya yang menjadikan pekerja, setidaknya hal ini tidak terdapat dalam diagram tersebut. Sekarang anda tahu, inilah kesalahan yang menyebabkan orang berkata, "Baiklah, jika demikian, bukankah menjadi murid adalah semacam tingkatan kedua dalam kehidupan kekristenan? Kesalahan ini sangat umum terjadi di gereja-gereja Cina. Benar-benar tidak didasarkan pada Kitab Suci. Di sini anda melihat seorang pemimpin gereja yang terkemuka membuat kesalahan yang mendasar karena ia tidak memeriksa ajarannya berdasarkan terang firman Tuhan, lalu menyesatkan orang-orang yang membaca buku semacam ini dan mengikuti ajarannya. Hal ini terjadi berulang kali—sekalipun dengan niat yang sangat baik—karena terjadi kegagalan untuk memeriksa pernyataannya dalam terang firman Tuhan.
Sekarang mari kita simpulkan dengan mengamati beberapa hal berikut ini: Orang yang lapar dan haus akan kebenaran harus lapar dan haus akan kebenaran di atas segalanya, bukan akan golongannya, organisasi gerejanya, juga bukan akan gereja ini atau itu, melainkan hanya akan kebenaran, akan Kristus. Hanya dengan cara ini, seperti Paulus, kita akan menganggap semua hal lain sia-sia dibanding pencarian akan kebenaran. Anda akan tahu tidak ada jalan lain untuk menemukan kebenaran selain di dalam Kristus. Jika anda bisa menemukan kebenaran selain di dalam Kristus, beritahu saya. Saya akan pergi ke mana saja di mana ada kebenaran, karena saya yakin tidak ada cara lain untuk menemukan kebenaran di tempat lain. "Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup." Buktikan dan anda akan tahu bahwa hal ini benar. Anda tak dapat menemukan kebenaran rohani di mana pun juga di dunia ini di luar Kristus. Jadi hasil akhir dari semuanya adalah: Entahlah anda mempelajari firman Tuhan; atau anda lapar dan haus akan Kerajaan Allah; apakah anda mencintai gereja, bukan gereja ini atau itu melainkan siapa saja yang mencintai Tuhan Yesus; entah ia seorang Katolik, seorang murid berkebangsaan Yahudi, Presbyterian, atau seorang anggota gereja Baptis, siapa pun dia, yang penting dia mencintai Kristus, maka dialah saudara/saudariku apa pun golongannya. Namun tak peduli apakah anda mencintai ini semua, anda akan mendapatkan bahwa semuanya tercakup dalam diri Kristus, yang adalah kebenaran, yang merupakan inti dari semua kebenaran.
Akhirnya, mari kita simpulkan dan ingat hal ini, "Berbahagialah orang yang lapar dan haus (yang terus-menerus merasa lapar dan haus) akan kebenaran, karena ia akan dipuaskan." Ini adalah sebuah janji. Saya merasa benar-benar dipuaskan dalam Kristus. Namun saya tetap merasa lapar dan haus sampai pada hari saya memperoleh Kristus; saya tidak memiliki kebenaran saya sendiri melainkan kebenaran di dalam Dia. Inilah yang mengisi jiwa saya saat ini; yaitu kebenaran-Nya. Dengan cara memakan kebenaran ini, saya bertumbuh sehingga benar-benar menjadi seperti Dia, saya bertumbuh kepada kedewasaan penuh sesuai dengan kepenuhan Kristus, di mana kebenaran menguasai setiap keberadaan saya. Saya masih bertumbuh ke arah itu. "Aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya," kata Rasul Paulus, "tetapi aku mengarahkan diri ke depan." Jadi anda lihat, sementara kita merenungkan kata-kata Tuhan Yesus yang luar biasa ini, bahwa kata-kata tersebut mencakup segala sesuatu. Seluruh kehidupan rohani ada di dalamnya, mulai dari pertobatan sampai pada kedewasaan rohani. Semua ini berkaitan dengan bertumbuh dalam kebenaran hingga kebenaran itu sungguh-sungguh kita hayati dan memberi kekuatan pada seluruh keberadaan kita.
Disampaikan oleh Pendeta Eric Chang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar