Rabu, 02 Februari 2011

MENGELUARKAN SUARA DASAR DENGAN [CARA MINUM TEH]


A. Sebelum memulai latihan

1. Dasar [pengucapan kerongkongan] adalah memasukkan udara kedalam kerongkongan

2. Untuk itu pertama-tama latihan menelan udara sangat perlu. Tetapi karena tidak terbiasa, mekanisme menelan udara ke dalam kerongkongan pada awalnya susah, dan cukup sulit memegang rahasianya

3. Mari kita pegang rahasia mekanisme alami ‘cara minum teh, yaitu mengendurkan mulut kerongkongan yang menyempit, kemudian masukkan udara dalam mulut bersamaan dengan teh ke dalam kerongkonga. Dengan membalikkan aliran udara ini suara baru akan keluar

4. Jika udara bisa masuk ke dalam kerongkongan dengan baik,suara dasar akan keluar dengan cukup mudah

5. [Cara minum teh] adalah cara awal termudah untuk memahirkan hal diatas

6. Bacalah dengan baik hal berikut ini, dan berlatihlah dengan mematuhi urutannya!

B. Persiapan Sebelum Latihan

1. Siapkan teh atau air dengan suhu untuk mudah dimminum dalam cangkir teh. Hati-hati jangan terlalu panas.

2. Duduklah dengan tegak dan punggung lurus di kursi yang enak dan dengan ketinggian secukupnya. Dengan punggung bersandar akan kurang berhasil.

3. Hadapkan muka lurus ke depan secara alami. Menunduk akan memberi tekanan pada tenggorokan sehingga suara akan susah keluar.

4. Bukalah lebar-lebar tangan kiri, dan dari atas baju tekanlah pelan-pelan lubang tenggorokan dengan telapak tanan kiri. Menekan keluarnya udara dari lubang tenggorokan secara tidak perlu, hal ini untuk mempermudah membalikkan aliran udara di dalam kerongkongan.

5. Pegang cangkir dengan tangan kanan, dan bawa ke posisi yang paling enak agar dengan mudah kita bisa minum teh tersebut.

6. Hilangkan tenaga pada bahu dan leher, beradalah dalam posisi santai. Persiapan sudah selesai.

C. Urutan Latihan

1. Pertama, masukkan teh ke dalam mulut dengan jumlah yang bisa diminum dengan sekali teguk.

2. Berikutnya, sedikit gelembungkan mulut, usahakan agar teh dan udara terasa seperti berbentuk bulat, dan hentikan sesaat pada bagian dalam tenggorokan.

3. Kemudian telanlah udara dan teh secara bersamaan, sekaligus dengan sekuat tenaga. Sehingga suara menelan ‘GLUK’ seolah-seoalah terdengar. Lita tidak boleh lengah dan tanggung. Jangan lupa tekan lubang tenggorokan dengan tangan kiri.

4. Waktu terasa teh melewati bagian dalam tenggorokan dan masuk ke mulut kerongkongan, sambil mengerahkan tenaga ke perut, sambil seolah memuntahkan udara yang ditelan, ucapkan ‘a’

Perhatian : Mengerahkan tenaga ke perut dinamakan ‘memberi tekanan perut’. Hal ini bukan berarti menekan perut ke bawah tetapi mengencangkan otot perut.

5. Bagaimana? Apakah bisa mengucapkan ‘a’ atau ‘ge’?

6. Meskipun suara aneh, suara seperti bunyi sendawa yang anda keluarkan, itulah suara dasar anda. Suara kedua anda sudah keluar. SELAMAT!

7. Seterusnya, ulangi latihan sampai beberapa kali. Sekali minum teh sekali melakukan pengucapan. Teruskan sampai bisa mengucapkan ‘a’ dengan mudah dan mulus.

8. Bagi yang tidak berhasil mengucapkan ‘a’ dengan cara di atas, ada dua kemungkinan sebab sebagaimana diterangkan dibawah ini. Yang mana sebab yang ada padaAnda? Kedua-duanya juga mungkin ada pada Anda.

D. Orang yang dari Lubang Tenggorokannya Terus Menerus Keluar Udara

1. Kebiasaan bersuara dengan udara hasil pernafasan dengan paru-paru yang dilakukan sebelum menjalani operasi membekas dengan kuat. Tetapi, sadarilah bahwa setelah menjalani operasi suara yang kita keluarkan bukan berasal dari udara paru-paru.

2. Karena perasaan ingin mengeluarkan suara keras dengan jelas sangat kuat, menyebabkan kita memasukkan tenaga terlalu kuat ke tubuh atas. Santai dan lemaskan tubuh bagian atas!

3. Jangan berpikir terus-menerus untuk mengeluarkan suara! Pusatkan perhatian pada tenggorokan, laksanakan sebagaimana ingin memuntahkan teh dan udara yang sudah ditelan!

4. Pada saat mengucapkan ‘a’, kuatkan tekanan tangan kiri pada lubang tenggorokan sehingga udara tidak merembes keluar. Hal ini akan mempermudah memberi tekanan pada perut dan mempermudah membalikkan aliran udara.

5. Bagaimana? Dengan memperhatikan hal-hal ini, lakukan pengulangan beberapa kali! Sedikit lagi!

E. Orang yang Merasa Udara tidak Masuk ke dalam Keronggkongan untuk Menghasilkan Suara

1. Kalau kita minum teh bersamaan dengan udara dalam mulut dengan cepat, udara pasti masuk ke dalam kerongkongan. Karena saat membalikkan aliran udara dengan tekanan perut yang dilakukan segera setelah minum agak terlambat, maka kelihatannya udaranya menghilang.

2. Pada waktu terasa teh melewati tenggorokan, hampir bersamaan kerahkan tekanan perut dan ucapkan ‘a’ !

3. Meskipun pada waktu minum teh bibir tertutup, yang penting adalah tidak ada sela antara membuka bibir dengan mengucapkan ‘a’. Membukanya bibir yang tertutup bersamaan dengan pengucapan ‘a’. Jika ada sea di antar itu, maka udara akan terlanjur menghilang.

4. Pada awalnya, sekali minum teh sekali melakukan pengucapan ‘a’. Sambil tetap memegang cangkir berisi teh, cobalah lakukan beberapa kali secara terus-menerus!

5. Bagaimana? Dengan tetap tidak menyerah dan terus mengulangi latiham, akan menemukan rahasianya.

F. Langkah Berikut Setelah Suara Dasar Keluar dengan Cara ‘Minum Teh’

1. Letakkan cangkir, berhentilah minum teh lanjutkan langkah berikut!

2. Dengan seolah-olah minum teh dalam mulut. Lakukan mekanisme menelan yang sama persis dan coba ucapkan ‘a’! Tangan kiri tetap menekan lubang tenggorokan.

3. Jika tanpa teh kurang berhasil mengucapkan ‘a’, gunakan air ludah sebagai pengganti teh dan coba lakukan hal yang sama !

4. Jika tanpa teh bisa mengucapkan ‘a’, sedikit demi sedikit kendurkan tekanan pada lubang tenggorokan, dan akhirnya lepaskan tangan kiri sampai bisa mengucapkan ‘a’.

5. Jika dengan tangan dilepaskan susah mengucapkan ‘a’, gunakanlah penghalang yang agak tebal. Pakaian denganbagian leher sempit dan tertutup sehingga bisa menekan lubang tenggorokan cukup bermanfaat

6. Jika bisa sampai sini maka suara dasar sudahlulus. Selamat. Sambil menikmati lakukan langkah berikutnya!

7. Meskipun tidak bisa melakukannya dengan mudah, tidak perlu terburu-buru. Kalau tidak berjalan dengan lancar, kembalilah ke awal dan coba lagisecara berurutan.

8. Dengan melanjutkan pengulangan, rahasia akan dipegang. Jangan terburu-buru, namun juga jangan malas, tetap berlatih dan mempunyai harapan.

G. Langkah Pengucapan Vokal

1. Ucapkan vokal a, i, u, e, o.

2. ‘a’ keluar dari rongga mulut yang dalam keadaan paling bebas, sedangkan suara vokal lain keluar dengan menyempitkan ataumendatarkan bentuk rongga mulut.

3. Pengucapan vokal mempunyai tingkat kesulitan berbeda, yaitu dari yang paling mudah ke paling sulit dengan urutan a, o, e, u, i. Lakukan latihan dari yang paling mudah.

4. Melatih pengucapan vokal yang sama 3, 5, 7, 10 kali secara terus menerus sambil disela-sela itu memasukkan udara, adalah penting dan efektif.

5. Berikutnya cobalah memanjangkan pengucapan vokal a-, o-, e-, u-, dan i-.

6. Vokal panjang mudah diucapkan dengan mengendurkan tenaga dan mengucapkan dengan suara halus. Kemudian, lanjutkan dengan latihan vokal yang setingkat lebih panjang a———, o——–.

7. Setelah vokal panjang, berikutnya gabungan dua vokal. Ucapkan gabungan dua vokal dengan gabungan bebas, ao-, oe-, ea-, oie-, eai- dan seterusnya.

8. Untuk hal ini, jangan putuskan suara antar vokal. Lakukan getaran suara dasar secara terus menerus, dan hanya dengan mengubah bentuk mulut secara sekaligus mengucapkan gabungan vokal. Dengan ini pengucapan vokal dinyatakan lulus.

H. Dari Pengucapan Konsonan ke Pengucapan Kata

1. Konsonan diucapkan dengan memanfaatkan alat pengatur suara seperti bibir, gigi, ujung lidah, pangkal lidah, langit-langit lunak dan rongga hidung. Karena bagian-bagian ini tidak berubah dengan sebelum operasi, maka kita tidak perlu berpikiran secara sulit. Cukup gunakan sebagaimana sebelum operasi.

2. Semua suara, seperti ka, sa ta, na, ha, ma, ya, ra, wa, ga, za, da, ba, pa bisa diucapkan dengan menggunakan alat pengatur suara yang sudah sangat dikenal dan menggabungkannya dengan 5 vokal. Latihlah semua ucapan dengan mengeluarkan suara.

3. Meskipun pada kenyataannya ada perbedaan antar individu, ada bunyi yang lebih mudah dan ada yang lebih susah untuk diucaapkan, latihlah dari yang paling mudah untuk memperoleh kepercayaan diri. Setelah itu perlahan-lahan cobalah ke bunyi yang lebih susah bagi anda.

4. Hanya suara deret ha memerlukan udara dalam jumlah banyak sehingga bagi kita yang menjalani operasi pemotongan pangkal tenggorokan sangat susah,. Tetapi dengandengan usaha terus-menerus akan berhasil baik. Mari berusaha.

5. Semua kata dalam bahasa Jepang merupakan gabungan konsonan dan vokal. Kalau andabisa mengucapkan 2-5 suara kata dangan satu nafas, sudah cukup untuk mengemukakan pikiran anda. Jika anda mengucapkan beberapa kata secara terus-meneruskan menjadi percakapan. Membaca keraskpun bisa.

6. Berikutnya, dengan menguasai [cara menghisap], ditambah dengan aksen (logat) dan kemampuan melagukan secara alami, [pengucapan kerongkongan] anda selangkah lagi mendekati kesempurnaan.

I. Perhatikan Pengucapan yang Salah

1. Orng yang sedang di tengah-tengah latihan [pengucapan kerongkongan] mudah salah menggunakan cara pengucapan yang tidak benar, yaitu [pengucapan tekak] dan [bisikan rongga mulut].

2. [pengucapan tekak] adalah suara yang mirip deret ka dan ga yang dikeluarkan dengan menggunakan dagu dan tekak. [bisikan rongga mulut] adalah suara bisikan yang mirip deret sa, ta, dan pa yang dihasilkan dengan menggunakan gigi, lida, bibir.

3. Suara ini adalah suara desahan dan ledakan yang dihasilkan dengan hanya menggunakan udara dalam rongga mulut saja. Karena tidak memanfaatkan getaran celah suara baru yang menghasilkan vokal sebagai suara dasar, maka suara ini terbatas dan tidak jelas. Suara ini berbeda kualitas dengan suara dari [pengucapankerongkongan] dan dikatakan pengucpan yang salah.

4. Mereka yang sebelum bisa mengeluarkan suara dasar, dengan caranya sendiri bisa mengeluarkan yang mirip suara, kemudian orang atau keluarga yang sudah terbiasa bisa memahaminya, ada bahaya sulit keluar dari kebiasaan salah pengucapan ini.

5. Jika sudah mulai mapan dengan latihan mendapatkan suara dasar dengan [cara minum teh], kekhawatiran terhadap salah pengucapan ini tidak perlu. Tetapi karena ingin bisa dimengerti oleh keluarga, banyak kasus salah pengucapan ini terjadi.

6. Dasar [pengucapan kerongkongan] adalah menggetarkan celah suara baru dengan menggunakan udara dalam kerongkongan. Dengan meraba bagian sedikit di atas lubang tenggorokan ada atau tidaknya getaran segera diketahui. jika terjadi [salah pengucapan] maka tenggorokan tidak bergetar.

7. Yang bersangkutan dan juga keluarga harus mengetahui [pengucapan kerongkongan] dengan benar, dan berhati-hatilah agar tidak menyesal karena terlanjur menjadi [salah pengucapan].

8. [salah pengucapan] yang lain adalah suara menelan dan suara dari pernapasan dengan lubang tenggorokan. Hampir semua penyebabnya adalah ingin cepat berbicara. Suara keras yang tidak jelas akan susah didengar dan menjadi penghalang percakapan alami. Cara terbaik untuk menghalangi suara yang tidak jelas adalah berbicara dengan pelan-pelan dan segera mengusai [cara menghisap].



1. Dasar [pengucapan kerongkongan] adalah memasukkan udara kedalam kerongkongan

2. Untuk itu pertama-tama latihan menelan udara sangat perlu. Tetapi karena tidak terbiasa, mekanisme menelan udara ke dalam kerongkongan pada awalnya susah, dan cukup sulit memegang rahasianya

3. Mari kita pegang rahasia mekanisme alami ‘cara minum teh, yaitu mengendurkan mulut kerongkongan yang menyempit, kemudian masukkan udara dalam mulut bersamaan dengan teh ke dalam kerongkonga. Dengan membalikkan aliran udara ini suara baru akan keluar

4. Jika udara bisa masuk ke dalam kerongkongan dengan baik,suara dasar akan keluar dengan cukup mudah

5. [Cara minum teh] adalah cara awal termudah untuk memahirkan hal diatas

6. Bacalah dengan baik hal berikut ini, dan berlatihlah dengan mematuhi urutannya!

B. Persiapan Sebelum Latihan

1. Siapkan teh atau air dengan suhu untuk mudah dimminum dalam cangkir teh. Hati-hati jangan terlalu panas.

2. Duduklah dengan tegak dan punggung lurus di kursi yang enak dan dengan ketinggian secukupnya. Dengan punggung bersandar akan kurang berhasil.

3. Hadapkan muka lurus ke depan secara alami. Menunduk akan memberi tekanan pada tenggorokan sehingga suara akan susah keluar.

4. Bukalah lebar-lebar tangan kiri, dan dari atas baju tekanlah pelan-pelan lubang tenggorokan dengan telapak tanan kiri. Menekan keluarnya udara dari lubang tenggorokan secara tidak perlu, hal ini untuk mempermudah membalikkan aliran udara di dalam kerongkongan.

5. Pegang cangkir dengan tangan kanan, dan bawa ke posisi yang paling enak agar dengan mudah kita bisa minum teh tersebut.

6. Hilangkan tenaga pada bahu dan leher, beradalah dalam posisi santai. Persiapan sudah selesai.

C. Urutan Latihan

1. Pertama, masukkan teh ke dalam mulut dengan jumlah yang bisa diminum dengan sekali teguk.

2. Berikutnya, sedikit gelembungkan mulut, usahakan agar teh dan udara terasa seperti berbentuk bulat, dan hentikan sesaat pada bagian dalam tenggorokan.

3. Kemudian telanlah udara dan teh secara bersamaan, sekaligus dengan sekuat tenaga. Sehingga suara menelan ‘GLUK’ seolah-seoalah terdengar. Lita tidak boleh lengah dan tanggung. Jangan lupa tekan lubang tenggorokan dengan tangan kiri.

4. Waktu terasa teh melewati bagian dalam tenggorokan dan masuk ke mulut kerongkongan, sambil mengerahkan tenaga ke perut, sambil seolah memuntahkan udara yang ditelan, ucapkan ‘a’

Perhatian : Mengerahkan tenaga ke perut dinamakan ‘memberi tekanan perut’. Hal ini bukan berarti menekan perut ke bawah tetapi mengencangkan otot perut.

5. Bagaimana? Apakah bisa mengucapkan ‘a’ atau ‘ge’?

6. Meskipun suara aneh, suara seperti bunyi sendawa yang anda keluarkan, itulah suara dasar anda. Suara kedua anda sudah keluar. SELAMAT!

7. Seterusnya, ulangi latihan sampai beberapa kali. Sekali minum teh sekali melakukan pengucapan. Teruskan sampai bisa mengucapkan ‘a’ dengan mudah dan mulus.

8. Bagi yang tidak berhasil mengucapkan ‘a’ dengan cara di atas, ada dua kemungkinan sebab sebagaimana diterangkan dibawah ini. Yang mana sebab yang ada padaAnda? Kedua-duanya juga mungkin ada pada Anda.

D. Orang yang dari Lubang Tenggorokannya Terus Menerus Keluar Udara

1. Kebiasaan bersuara dengan udara hasil pernafasan dengan paru-paru yang dilakukan sebelum menjalani operasi membekas dengan kuat. Tetapi, sadarilah bahwa setelah menjalani operasi suara yang kita keluarkan bukan berasal dari udara paru-paru.

2. Karena perasaan ingin mengeluarkan suara keras dengan jelas sangat kuat, menyebabkan kita memasukkan tenaga terlalu kuat ke tubuh atas. Santai dan lemaskan tubuh bagian atas!

3. Jangan berpikir terus-menerus untuk mengeluarkan suara! Pusatkan perhatian pada tenggorokan, laksanakan sebagaimana ingin memuntahkan teh dan udara yang sudah ditelan!

4. Pada saat mengucapkan ‘a’, kuatkan tekanan tangan kiri pada lubang tenggorokan sehingga udara tidak merembes keluar. Hal ini akan mempermudah memberi tekanan pada perut dan mempermudah membalikkan aliran udara.

5. Bagaimana? Dengan memperhatikan hal-hal ini, lakukan pengulangan beberapa kali! Sedikit lagi!

E. Orang yang Merasa Udara tidak Masuk ke dalam Keronggkongan untuk Menghasilkan Suara

1. Kalau kita minum teh bersamaan dengan udara dalam mulut dengan cepat, udara pasti masuk ke dalam kerongkongan. Karena saat membalikkan aliran udara dengan tekanan perut yang dilakukan segera setelah minum agak terlambat, maka kelihatannya udaranya menghilang.

2. Pada waktu terasa teh melewati tenggorokan, hampir bersamaan kerahkan tekanan perut dan ucapkan ‘a’ !

3. Meskipun pada waktu minum teh bibir tertutup, yang penting adalah tidak ada sela antara membuka bibir dengan mengucapkan ‘a’. Membukanya bibir yang tertutup bersamaan dengan pengucapan ‘a’. Jika ada sea di antar itu, maka udara akan terlanjur menghilang.

4. Pada awalnya, sekali minum teh sekali melakukan pengucapan ‘a’. Sambil tetap memegang cangkir berisi teh, cobalah lakukan beberapa kali secara terus-menerus!

5. Bagaimana? Dengan tetap tidak menyerah dan terus mengulangi latiham, akan menemukan rahasianya.

F. Langkah Berikut Setelah Suara Dasar Keluar dengan Cara ‘Minum Teh’

1. Letakkan cangkir, berhentilah minum teh lanjutkan langkah berikut!

2. Dengan seolah-olah minum teh dalam mulut. Lakukan mekanisme menelan yang sama persis dan coba ucapkan ‘a’! Tangan kiri tetap menekan lubang tenggorokan.

3. Jika tanpa teh kurang berhasil mengucapkan ‘a’, gunakan air ludah sebagai pengganti teh dan coba lakukan hal yang sama !

4. Jika tanpa teh bisa mengucapkan ‘a’, sedikit demi sedikit kendurkan tekanan pada lubang tenggorokan, dan akhirnya lepaskan tangan kiri sampai bisa mengucapkan ‘a’.

5. Jika dengan tangan dilepaskan susah mengucapkan ‘a’, gunakanlah penghalang yang agak tebal. Pakaian denganbagian leher sempit dan tertutup sehingga bisa menekan lubang tenggorokan cukup bermanfaat

6. Jika bisa sampai sini maka suara dasar sudahlulus. Selamat. Sambil menikmati lakukan langkah berikutnya!

7. Meskipun tidak bisa melakukannya dengan mudah, tidak perlu terburu-buru. Kalau tidak berjalan dengan lancar, kembalilah ke awal dan coba lagisecara berurutan.

8. Dengan melanjutkan pengulangan, rahasia akan dipegang. Jangan terburu-buru, namun juga jangan malas, tetap berlatih dan mempunyai harapan.

G. Langkah Pengucapan Vokal

1. Ucapkan vokal a, i, u, e, o.

2. ‘a’ keluar dari rongga mulut yang dalam keadaan paling bebas, sedangkan suara vokal lain keluar dengan menyempitkan ataumendatarkan bentuk rongga mulut.

3. Pengucapan vokal mempunyai tingkat kesulitan berbeda, yaitu dari yang paling mudah ke paling sulit dengan urutan a, o, e, u, i. Lakukan latihan dari yang paling mudah.

4. Melatih pengucapan vokal yang sama 3, 5, 7, 10 kali secara terus menerus sambil disela-sela itu memasukkan udara, adalah penting dan efektif.

5. Berikutnya cobalah memanjangkan pengucapan vokal a-, o-, e-, u-, dan i-.

6. Vokal panjang mudah diucapkan dengan mengendurkan tenaga dan mengucapkan dengan suara halus. Kemudian, lanjutkan dengan latihan vokal yang setingkat lebih panjang a———, o——–.

7. Setelah vokal panjang, berikutnya gabungan dua vokal. Ucapkan gabungan dua vokal dengan gabungan bebas, ao-, oe-, ea-, oie-, eai- dan seterusnya.

8. Untuk hal ini, jangan putuskan suara antar vokal. Lakukan getaran suara dasar secara terus menerus, dan hanya dengan mengubah bentuk mulut secara sekaligus mengucapkan gabungan vokal. Dengan ini pengucapan vokal dinyatakan lulus.

H. Dari Pengucapan Konsonan ke Pengucapan Kata

1. Konsonan diucapkan dengan memanfaatkan alat pengatur suara seperti bibir, gigi, ujung lidah, pangkal lidah, langit-langit lunak dan rongga hidung. Karena bagian-bagian ini tidak berubah dengan sebelum operasi, maka kita tidak perlu berpikiran secara sulit. Cukup gunakan sebagaimana sebelum operasi.

2. Semua suara, seperti ka, sa ta, na, ha, ma, ya, ra, wa, ga, za, da, ba, pa bisa diucapkan dengan menggunakan alat pengatur suara yang sudah sangat dikenal dan menggabungkannya dengan 5 vokal. Latihlah semua ucapan dengan mengeluarkan suara.

3. Meskipun pada kenyataannya ada perbedaan antar individu, ada bunyi yang lebih mudah dan ada yang lebih susah untuk diucaapkan, latihlah dari yang paling mudah untuk memperoleh kepercayaan diri. Setelah itu perlahan-lahan cobalah ke bunyi yang lebih susah bagi anda.

4. Hanya suara deret ha memerlukan udara dalam jumlah banyak sehingga bagi kita yang menjalani operasi pemotongan pangkal tenggorokan sangat susah,. Tetapi dengandengan usaha terus-menerus akan berhasil baik. Mari berusaha.

5. Semua kata dalam bahasa Jepang merupakan gabungan konsonan dan vokal. Kalau andabisa mengucapkan 2-5 suara kata dangan satu nafas, sudah cukup untuk mengemukakan pikiran anda. Jika anda mengucapkan beberapa kata secara terus-meneruskan menjadi percakapan. Membaca keraskpun bisa.

6. Berikutnya, dengan menguasai [cara menghisap], ditambah dengan aksen (logat) dan kemampuan melagukan secara alami, [pengucapan kerongkongan] anda selangkah lagi mendekati kesempurnaan.

I. Perhatikan Pengucapan yang Salah

1. Orng yang sedang di tengah-tengah latihan [pengucapan kerongkongan] mudah salah menggunakan cara pengucapan yang tidak benar, yaitu [pengucapan tekak] dan [bisikan rongga mulut].

2. [pengucapan tekak] adalah suara yang mirip deret ka dan ga yang dikeluarkan dengan menggunakan dagu dan tekak. [bisikan rongga mulut] adalah suara bisikan yang mirip deret sa, ta, dan pa yang dihasilkan dengan menggunakan gigi, lida, bibir.

3. Suara ini adalah suara desahan dan ledakan yang dihasilkan dengan hanya menggunakan udara dalam rongga mulut saja. Karena tidak memanfaatkan getaran celah suara baru yang menghasilkan vokal sebagai suara dasar, maka suara ini terbatas dan tidak jelas. Suara ini berbeda kualitas dengan suara dari [pengucapankerongkongan] dan dikatakan pengucpan yang salah.

4. Mereka yang sebelum bisa mengeluarkan suara dasar, dengan caranya sendiri bisa mengeluarkan yang mirip suara, kemudian orang atau keluarga yang sudah terbiasa bisa memahaminya, ada bahaya sulit keluar dari kebiasaan salah pengucapan ini.

5. Jika sudah mulai mapan dengan latihan mendapatkan suara dasar dengan [cara minum teh], kekhawatiran terhadap salah pengucapan ini tidak perlu. Tetapi karena ingin bisa dimengerti oleh keluarga, banyak kasus salah pengucapan ini terjadi.

6. Dasar [pengucapan kerongkongan] adalah menggetarkan celah suara baru dengan menggunakan udara dalam kerongkongan. Dengan meraba bagian sedikit di atas lubang tenggorokan ada atau tidaknya getaran segera diketahui. jika terjadi [salah pengucapan] maka tenggorokan tidak bergetar.

7. Yang bersangkutan dan juga keluarga harus mengetahui [pengucapan kerongkongan] dengan benar, dan berhati-hatilah agar tidak menyesal karena terlanjur menjadi [salah pengucapan].

8. [salah pengucapan] yang lain adalah suara menelan dan suara dari pernapasan dengan lubang tenggorokan. Hampir semua penyebabnya adalah ingin cepat berbicara. Suara keras yang tidak jelas akan susah didengar dan menjadi penghalang percakapan alami. Cara terbaik untuk menghalangi suara yang tidak jelas adalah berbicara dengan pelan-pelan dan segera mengusai [cara menghisap].

Musik Dan Otak

Description: Semua bangsa maju di dunia seperti Jerman, Amerika, Jepang, Inggris, Australia dan negara Eropa pada umumnya adalah bangsa yang musikal. Pengertian musikal yang dimaksud disini adalah pertama dapat memainkan instrumen musik atau menyanyi dengan baik, pengertian kedua tidak dapat bermain musik atau menyanyi dengan baik, tetapi dapat mengapresiasikan musik.


Siswa-siswa setingkat kelas 1 – 4 SD di Amerika Serikat mendapatkan pelajaran musik 75 menit setiap minggu, sejak kelas 5 mereka memperoleh pelajaran musik selama 80 menit. Oleh karena itu, mereka sudah dapat membuat koor dengan aransemen-aransemen yang sulit untuk tiga suara dan dapat memainkan beberapa instrumen musik. Di tingkat SLTP mereka memperdalam pelajaran musik pilihan dan mengadakan pertunjukan-pertunjukan. Tingkat SLTA mereka sudah melangkah dengan penekanan pada bentuk konser-konser. Oleh karena itu, mereka sudah mampu menyusun program-program musik yang sangat maju dengan membuat satu atau dua koor gabungan. Sebagian besar sekolah-sekolah di sana memiliki ruangan khusus musik, demikian juga di Australia.

Di Inggris anak usia TK yang berkemampuan membaca di bawah rata-rata, dapat mengejar teman-teman mereka yang di kelompok rata-rata sesudah mereka diperkaya dengan pelajaran musik tambahan, mereka belajar bernyanyi dalam sebuah kelompok melalui latihan ketepatan nada dan irama disertai dengan latihan kepekaan emosi, sebuah program yang sangat berstruktur dan dapat dinikmati anak-anak. Universitas-universitas di Jepang banyak yang mempunyai orkes Symphony sebagai kelanjutan dari pelajaran musik yang mereka terima di tingkat SD, SLTP dan SLTA.

Begitu pun semua sekolah unggulan memasukkan mata pelajaran musik sebagai materi wajib intrakurikuler dan diperkaya dengan kegiatan ekstrakurikuler, dimana materi pelajaran musik yang diajarkan meliputi musik universal dan musik tradisional, nampaknya hasil pembelajaran siswa-siswa sekolah unggulan pun rata-rata sangat baik.
Namun kurikulum nasional di Indonesia, hanya menekankan perkembangan intelektual semata dan kurang memperhatikan perkembangan kecerdasan emosi. Hal ini tampak dengan banyaknya tawuran pelajaran di tingkat sekolah menengah dan tingkat lanjutan pertama, siswa sekolah dasar terbebani dengan padatnya mata pelajaran yang harus dihafal dan yang harus dikerjakan sehingga pembelajaran menghapus keceriaan anak pada masa perkembangannya. Menurut peneliti Siegel (1999) ahli perkembangan otak, mengatakan bahwa musik dapat berperan dalam proses pematangan hemisfer kanan otak, walaupun dapat berpengaruh ke hemisfer sebelah kiri, oleh karena adanya cross-over dari kanan ke kiri dan sebaliknya yang sangat kompleks dari jaras-jaras neuronal di otak. Efek atau suasana perasaan dan emosi baik persepsi, ekspresi, maupun kesadaran pengalaman emosional, secara predominan diperantarai oleh hemisfer otak kanan. Artinya, hemisfer ini memainkan peran besar dalam proses perkembangan emosi, yang sangat penting bagi perkembangan sifat-sifat manusia yang manusiawi. Kehalusan dan kepekaan seseorang untuk dapat ikut merasakan perasaan orang lain, menghayati pengalaman kehidupan dengan “perasaan”, adalah fungsi otak kanan, sedang kemampuan mengerti perasaan orang lain, mengerti pengalaman dengan rasio adalah fungsi otak kiri. Kemampuan seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan baik dan manusiawi dengan orang lain merupakan percampuran (blending antara otak kanan dan kiri itu).

Proses mendengar musik merupakan salah satu bentuk komunikasi afektif dan memberikan pengalaman emosional. Emosi yang merupakan suatu pengalaman subjektif yang inherent terdapat pada setiap manusia. Untuk dapat merasakan dan menghayati serta mengevaluasi makna dari interaksi dengan lingkungan, ternyata dapat dirangsang dan dioptimalkan perkembangannya melalui musik sejak masa dini. Campbell 2001 dalam bukunya efek Mozart mengatakan musik romantik (Schubert, Schuman, Chopin, dan Tchaikovsky) dapat digunakan untuk meningkatkan kasih sayang dan simpati.

Musik digambarkan sebagai salah satu “bentuk murni” ekspresi emosi. Musik mengandung berbagai contour, spacing, variasi intensitas dan modulasi bunyi yang luas, sesuai dengan komponen-komponen emosi manusia. Suzuki (1987) dalam Utami Munandar mengatakan bila anak dibesarkan dalam suasana musik Mozart sejak dini, jiwa Mozart yang penuh kasih sayang dan disiplin akan tumbuh dalam dirinya. Inilah keajaiban musik.

Aspek-aspek Kecerdasan Emosi
Peter Salovey dan John Mayer (1990) dalam Shapiro (1997) menerangkan kualitas emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan kualitas ini adalah kemampuan mengenali emosi diri. Sternberg dan Salovery dalam Shapiro (1997) mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali emosi diri merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali perasaannya sendiri sewaktu perasaan atau emosi itu muncul, dan ia mampu mengenali emosinya sendiri apabila ia memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka yang sesungguhnya dan kemudian mengambil keputusan-keputusan secara mantap. Dalam hal ini, sikap yang diambil dalam menentukan berbagai pilihan seperti memilih sekolah, sahabat, profesi sampai kepada pemilihan pasangan hidup.

Kemampuan mengelola emosi merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan perasaannya sendiri sehingga tidak meledak dan akhirnya dapat mempengaruhi perilakunya secara wajar. Misalnya seseorang yang sedang marah maka kemarahan itu tetap dapat dikendalikan secara baik tanpa harus menimbulkan akibat yang akhirnya disesali di kemudian hari.

Kepekaan akan rasa indah timbul melalui pengalaman yang dapat diperoleh dari menghayati musik. Kepekaan adalah unsur yang penting guna mengerahkan kepribadian dan meningkatkan kualitas hidup. Seseorang memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka maka ia akan dapat mengambil keputusan-keputusan secara mantap dan membentuk kepribadian yang tangguh. Kemampuan motivasi adalah kemampuan untuk memberikan semangat kepada diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Dalam hal ini terkandung adanya unsur harapan dan optimisme yang tinggi, sehingga memiliki kekuatan semangat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, misalnya dalam hal belajar. Seperti apa yang kita cita-citakan dapat diraih dan mengisyaratkan adanya suatu “perjalanan” yang harus ditempuh dari suatu posisi di mana kita berada (Point of Departure, POD) ke suatu titik tiba (Point of Arrival, POA) dalam kurun waktu tertentu.

Kemampuan membina hubungan bersosialisasi sama artinya dengan kemampuan mengelola emosi orang lain. Evelyn Pitcer dalam Kartini (1982) mengatakan musik membantu anak-anak untuk mengerti orang lain dan memberikan kesempatan dalam pergaulan sosial dan perkembangan terhadap emosional mereka.

Kemampuan untuk mengelola emosi orang lain sehingga tercipta keterampilan sosial yang tinggi dan membuat pergaulan seseorang menjadi lebih luas. Anak-anak dengan kemampuan ini cenderung mempunyai banyak teman, pandai bergaul. Melalui belajar kelompok (group) dituntut untuk bekerjasama, mengerti orang lain.

Anak merupakan pribadi sosial yang memerlukan relasi dan komunikasi dengan orang lain untuk memanusiakan dirinya. Anak ingin dicintai, ingin diakui, dan dihargai. Berkeinginan pula untuk dihitung dan mendapatkan tempat dalam kelompoknya. Jelas bahwa individualitas dan sosialitas merupakan unsur-unsur yang komplementer, saling mengisi dan melengkapi dalam eksistensi anak.

Kecerdasan emosional perlu dikembangkan karena hal inilah yang mendasari keterampilan seseorang di tengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensi anak dapat berkembang secara lebih optimal.
Idealnya seseorang dapat menguasai keterampilan kognitif sekaligus keterampilan sosial emosional. Daniel Goleman (1995) melalui bukunya yang terkenal “Emotional Intelligences (EQ)”, memberikan gambaran spectrum kecerdasan, dengan demikian anak akan cakap dalam bidang masing-masing namun juga menjadi amat ahli. Sebagaimana dikatakan oleh para ahli, perkembangan kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh rangsangan musik seperti yang dikatakan Gordon Shaw (1996).

Tips Olah Vocal


Banyak kan diantara teman2 yang ingin belajar olah vocal ato kepingin bisa nyanyi..? Nah, disini saya ada sedikit tips yang saya dapet dari orang2 yang berpengalaman dibidang vocal.

Untuk memulai latihan les vocal yang baik itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan;

1. Relax.
Seluruh badan mulai dari kepala sampai ujung kaki harus diberi latihan supaya santai.
Misal:
ambil napas pelan-pelan, lalu hembuskan. Diulang terus dengan teratur.
Bisa juga pada saat menghembuskan badan kamu bungkukkan badan (kayak posisi rukuk waktu sholat, tapi kepala nggak lihat ke depan, tapi ke bawah (bahkan agak ngeliat ke belakang lewat kolong kedua kaki), juntaikan tangan ke bawah. Digoyangkan biar relax. (posisi kedua telapak kaki lurus ke depan dengan jarak sejengkal di antara keduanya.
Lalu perlahan-lahan naik, angkat badan kamu, tapi tumpu kekuatan lewat punggung. Jadi kamu akan ngerasa kalau tulang belakang kamu itu perlahan-lahan naik ke atas ngikutin badanmu yang ikut tegak. Selama proses itu kamu bernapas dengan teratur. (kalau ada temanmu, dia bisa memijat punggung sembari badanmu naik menuju posisi tegak.

Itu sangat membantu proses relaksasi.

2. Tes potensi dengan latih bagian rahang dengan huruf-huruf vokal dan konsonan. Ingat, rahang harus relaks.

A i u e o

latihan diafraghma:

huruf k-ch-k-ch-sssst-th. Dengan tempo cepat.
Ho-ho-ho...ha-ha-ha

lalu latihan wilayah nasal (hidung):
"nya-nya-nya" dengan benar-benar menekankan suara cempreng dari hidung.

Lalu latihan bibir
nyanyikan tangga nada dengan bibir terkatup jadi bunyinya bakal
"brrrrr-brrrr-brrr-brrr"
nyanyikan tangga nada, arpeggio, secara staccato (patah) maupun legato.

Latihan lidah
"la-la-la. Ra ra ra, tatata."

(biar ga bosen bisa sekalian latih semuanya pakai tangga nada, arpeggio.)

3. Setelah sudah relaks, kamu baru boleh nyanyi.
Ketika nyanyi, harus konsentrasi dengan target nada. Napas harus teratur dan kontrol power dengan baik, klo emang belum bisa lebih baik ikutlah kelas bimbingan pribadi untuk bidang musik.

Hari Anak Nasional Saatnya Mengembangkan Bakat Anak


Dua tahun lalu, Rani (kini 6 tahun), adalah anak yang ceria, suka menyanyi, dan sedikit nakal di rumah, namun ia berubah menjadi pemalu dan diam seribu bahasa jika bergaul dengan teman-teman sebayanya di luar rumah. Istilahnya, ia hanya 'jago kandang'. Kedua orangtuanya sampai heran mengapa Rani bisa punya dua sifat yang bertolak belakang seperti itu. 

Suatu saat, sang ayah, Rudi, bertanya kepadanya, "Apa cita-cita kamu?" Rani menjawab, "Ingin jadi penyanyi!" 

Sang ayah kemudian ingat bahwa ia punya teman seorang pengajar di sebuah kursus olah vokal. Mungkin dengan dikursuskan ke sana, bakat Rani bisa berkembang, pikir Rudi. Dan memang, setelah setahun ikut kursus, bakat menyanyi Rani jadi semakin kelihatan. Bonus lainnya, kini Rani menjadi 'pede', berani tampil di depan publik, dan mudah bergaul. 

TERGANTUNG ORANG TUA
Bakat anak, menurut dosen dan konselor pendidikan Dra. Michiko Mamesah, M.Psi., sudah bisa diarahkan sejak dini. Di sinilah diperlukan peran orangtua, karena dari keluargalah bakat maupun sifat-sifat anak dapat terbentuk hingga dewasa. Jadi, peran orangtua dalam mengenal, mengarahkan, dan mengembangkan bakat sangat besar. "Namun orangtua harus mengenal dulu apa bakat si anak, sebelum mulai diarahkan dan dikembangkan seoptimal mungkin, apakah dengan ikut les, kursus, atau aktivitas lain yang mampu mengembangkan bakat anak." 

Untuk mengetahui apa bakat si anak, diperlukan kepekaan dan sensitivitas orangtua. "Sebab anak usia satu tahun pun, kadang sudah mulai terlihat bakatnya. Ada yang mulai suka menyanyi, mencoret-coret, ada yang suka memegang alat musik lalu memainkannya, dan masih banyak lagi," ujar Michiko. 

Faktor besar lain yang mempengaruhi bakat anak adalah lingkungan. Selain lingkungan keluarga, juga lingkungan sekitar, hingga sekolah. Bakat anak bisa saja berubah, berkembang, atau malah tidak berkembang karena faktor lingkungan ini. "Makanya, orangtua memegang peran terpenting, karena merekalah yang paling dekat dengan anak." 

SEMUA ANAK BOLEH IKUT
Bakat yang dimiliki tiap anak berbeda-beda: berbakat menyanyi, bermain alat musik, menulis, hingga olahraga. Beruntungnya, kini banyak tempat les atau kursus yang dapat mengembangkan bakat-bakat ini. Salah satunya, Yayasan Pranadjaja Bina Vokalia. Sekolah pengembangan bakat anak, khususnya untuk bidang seni tarik suara dan memainkan alat musik ini sudah banyak meraih prestasi. Banyak sudah anak yang bakatnya makin berkembang dan sukses, setelah dididik di sekolah yang didirikan tahun 1972 oleh (alm) Pranadjaja ini. 

"Ini sudah menjadi cita-cita luhur Bapak, yang ingin agar seluruh anak Indonesia –dari segala lapisan dan golongan– agar mampu bernyanyi dengan baik," ujar Citra D. Pranadjaja, S.Pd., sang putri. "Jadi di Bina Vokalia, semua anak bisa ikut sekolah di sini, karena kami tidak mementingkan materi." 

Anak yang bisa ikut sekolah dimulai dari usia 2,5 tahun. Tetapi bahkan ada juga seorang nenek berusia 80 tahun yang ikut latihan olah vokal. "Nama kelasnya TST (Tua Sama Tua), atau di sini kami menyebutnya Rona Senja." 

Sistem yang diterapkan di Bina Vokalia pun berbeda dengan di tempat les atau kursus. Di sini ada sistem seperti di sekolah umum. "Setiap 6 bulan sekali kami mengadakan ujian. Jadi ada yang lulus dan naik ke tingkat berikutnya, ada juga yang tidak. Setiap anak mendapatkan rapor dan sertifikat. Ini agar orangtua dapat melihat perkembangan anaknya, sehingga mereka bisa mendorong anak untuk lebih giat lagi," tambah Citra. 

Di Bina Vokalia ini, selain memupuk kecintaan anak-anak terhadap seni vokal dan musik, sekolah juga memberikan landasan mental, seperti menumbuhkan rasa percaya diri, serta membentuk pribadi yang baik. "Kami ajarkan juga disiplin pribadi, metode bersosialisasi, meningkatkan kecerdasan, memperkaya imajinasi, dan banyak lagi." 

Anak-anak di Bina Vokalia tampak sangat antusias mengikuti setiap pelajaran yang diberikan. Banyak dari mereka yang telah meraih prestasi membanggakan di berbagai event maupun di sekolah. Ferren dan Tita, misalnya, meraih juara pertama lomba menyanyi yang diadakan di sekolah masing-masing. "Tak hanya pelajaran menyanyi dan bermain musik saja yang saya dapat, tapi juga cara berinteraksi dengan sesama, serta cara melatih disiplin diri," kata Tita. "Selain belajar nyanyi dan main piano, saya juga diajari cara menunjukkan ekspresi agar sesuai dengan lagu yang dibawakan," tambah Ferren, yang mengidolakan Ichsan, juara Indonesian Idol. 

Orangtua dari anak-anak yang ikut Bina Vokali pun mengakui kalau peran orangtua dalam mengembangkan bakat anak sangat penting. "Anak saya sejak usia tiga tahun sudah berani tampil," ujar Ny. Lidya, yang anaknya sudah tujuh tahun bersekolah di sini. "Kalau ada acara, dia selalu ingin nyanyi, walau kadang masih sering kurang bagus. Tapi, sejak saya tahu dia suka nyanyi, saya ikutkan di Bina Vokalia, dan hasilnya sangat bagus." 

Jadi, mari kita mengembangkan dan mengarahkan bakat yang dimiliki anak-anak, agar tercipta generasi penerus bangsa yang membanggakan. 

Berlibur dan Bernyanyi Bersama Garuda 

Dalam rangka mengisi liburan putra-putri Anda, Garuda Indonesia bekerja sama dengan BNI menawarkan paket liburan keluarga ke Putri Duyung Ancol, Jakarta. Garuda menyediakan 500 Compact Disc (CD) musik "Liburan Bersama Garuda" sebagai hadiah. Cara mendapatkan CD ini cukup mudah. Jika Anda memesan paket liburan untuk orangtua dan anak yang disediakan Garuda Indonesia, Anda dapat langsung memperoleh CD tersebut saat Anda check-in. 

CD ini berisi lagu-lagu anak-anak, dengan iringan musik yang gembira. Lima lagu dalam CD ini dinyanyikan oleh 4 Sekawan, yang terdiri dari Nugie, Ingga, Ryu, Daffa. Lagu-lagunya diciptakan oleh Rento Saky, sedangkan aransemen musik oleh Wahab Yudhes. 

Tidak hanya itu, untuk memperingati Hari Anak Nasional 23 Juli 2007, Garuda Indonesia juga mengadakan lomba esai dengan tema "Liburan Bersama Garuda", dan khusus untuk 200 pengirim pertama akan mendapatkan hadiah langsu

Motivasi Diri Untuk Mencapai Kesuksesan


SUKSES!!! Sebuah kata yang begitu sederhana, namun membutuhkan proses panjang untuk mencapainya. Selain membutuhkan sebuah proses yang cukup panjang, dalam mencapai kesuksesan juga dibutuhkan adanya motivasi diri yang kuat. Karena dengan berbekal motivasi diri yang kuat, secara tidak langsung mampu menggerakan kita untuk mulai berusaha mendekatkan diri dengan kesuksesan yang dicita-citakan.

Pentingnya motivasi diri untuk meraih kesuksesan tidak dapat diragukan lagi. Tetapi untuk menumbuhkan motivasi dalam diri seseorang tidaklah mudah, karena motivasi juga sering dipengaruhi oleh perasaan dan emosional yang ada dalam diri seseorang. Misalnya saja saat sedang mengikuti seminar motivasi, emosional Anda saat mengikuti seminar tersebut pasti akan naik sehingga Anda begitu termotivasi untuk mewujudkan cita – cita yang ingin dicapai. Namun lihat motivasi Anda setelah satu bulan tidak mengikuti seminar tersebut, motivasi diri Anda akan menurun drastis jika tidak memperoleh siraman motivasi secara rutin.

Berikut beberapa cara rutin yang dapat digunakan untuk menumbuhkan motivasi dalam diri kita untuk mencapai kesuksesan :
Mulailah bermimpi dengan akan kesuksesan yang akan Anda raih dengan rasa senang. Dengan adanya rasa senang, Anda akan termotivasi untuk menjalankan semua proses tanpa merasakan beban sedikitpun.
Gunakan impian yang ingin dicapai untuk mempengaruhi pikiran bawah sadar Anda. Karena pikiran bawah sadar kita akan mempengaruhi perilaku dan kegiatan yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita cita – citakan.
Rajin mencari inspirasi. Carilah inspirasi memacu semangat Anda untuk meraih sukses, misalnya dengan membaca buku perjalanan orang – orang yang telah sukses ataupun mengikuti seminar motivasi yang belakangan ini sering diadakan.
Bekerjakeras dan selalu bertanggungjawab. Cara yang kedua ini sangat diperlukan karena dengan kerja keras, semua hambatan serta kegagalan yang terjadi dapat diatasi. Serta dengan adanya rasa tanggungjawab dapat memotivasi kita untuk memberikan hasil yang terbaik.
Pilihlah lingkungan yang dapat mendukung impian Anda. Pilihlah teman atau komunitas yang memiliki impian sama dengan Anda, karena dengan dukungan lingkungan sekitar Anda dapat memperoleh motivasi positif dari mereka. Selain itu ada rekan – rekan Anda juga siap memberikan bantuan jika Anda mendapatkan kesulitan dalam menjalankan proses yang ada.
Disiplin dan konsisten akan kesuksesan yang ingin dicapai. Tanamkan kedisplinan sejak sekarang, karena dengan membiasakan diri dengan disiplin akan membiasakan diri kita memiliki tujuan dan target yang ingin dicapai setiap harinya. Sehingga impian besar yang kita inginkan lebih cepat tercapai jika proses yang kita kerjakan, dilakukan dengan kedisiplinan.
Kembangkan terus impian Anda. Usahakan pilih tujuan hidup yang tidak terlalu sederhana, karena impian yang terlalu sederhana membuat kita tidak sepenuhnya termotivasi. Karena untuk menumbuhkan motivasi dan kekuatan diri kita sebenarnya diperlukan sebuah mimpi besar yang ingin kita capai.

Kunci sukses seseorang tergantung dengan besarnya motivasi diri yang  dimilikinya. Kembangkan motivasi diri kita dan lakukan proses pencapaian impian Anda mulai dari sekarang. Salam sukses

Teknik olah vokal (seni suara) klasik


Aransemen Indonesia Raya dalam empat suara (sopran, alto, tenor, bas) untuk paduan suara campuran alias mixed choir.
Orang Indonesia rupanya makin senang bernyanyi. Lomba-lomba menyanyi baik di televisi, kampung, karaoke, sekolah, kampus, sangat marak. Setiap hari, sungguh, saya melihat banyak pengguna internet meng-google "teknik vokal yang baik dan benar" melalui blog saya.
Karena itu, tak ada salahnya kalau saya membagikan sedikit referensi tentang teknik produksi suara yang biasa dilakukan kelompok paduan suara. Anda harus berlatih secara serius, rutin, dan perlu mencari guru vokal berpengalaman jika ingin lebih matang dalam urusan teknik vokal klasik.

PERNAPASAN

Pita suara manusia itu ibarat alat musik tiup. Penapasan menjadi kunci untuk membunyikan instrumen tersebut. Jika teknik pernapasan benar, kata para ahli, maka setengah dari urusan produksi suara sudah benar pula.
Ada tiga jenis pernapasan: pernapasan bahu, pernapasan dada, pernapasan perut. Teknik vokal klasik menuntut PERNAPASAN DIAFRAGMA. Caranya? Tanyakan guru vokal Anda.
Yang jelas, pernapasan diafragma memungkinkan paru-paru terisi penuh udara, tanpa terjepit, karena ruangannya diperluas dengan meregangnya sekat rongga badan.

PITA SUARA LUWES

Syarat mutlak bernyanyi adalah pita suara dan tenggorokan yang luwes. Karena itu, perlu pemanasan atau vokalisi setiap kali belatih atau sebelum naik ke panggung. Latihan dimulai dengan suara lembut. Tenggorokan jangan tegang.

SIKAP MULUT

Jangan segan membuka mulut. Jangan takut wajah dan mulut Anda jelek dilihat orang lain. Posisi mulut yang wajar, tidak dibuat-buat. Bibir sebaiknya membentuk corong ala trompet, tapi tetap luwes.
Rahang bawah perlu dibuka tutup secara luwes, khususnya sewaktu membawakan nada-nada tinggi. Ini menghindari suara "terjepit".
Lidah bersikap luwes, tidak kaku.

ARTIKULASI VOKAL (HURUF HIDUP)

Lima huruf hidup alias vokal (a, i, u, e, o) harus dilatih terus-menerus pengucapannya. Mulut dibuka lebar agar semua vokal tedengar jelas.

MERAWAT PITA SUARA

1. Jangan memaksakan diri menyanyikan nada tinggi-nada tinggi yang belum dikuasai. Pita suara bisa aus.
2. Jangan minum es sebelum dan sesudah latihan atau hari yang sangat panas. Minuman yang terlalu panas pun tidak dianjurkan. Nortier Simanungkalit, bapak paduan suara, juga melarang penyanyi seriosa dan paduan suara menghindari wedang jahe.
3. Jangan memaksakan diri menyanyi ketika sedang sakit, batuk, pilek.
4. Hindari makanan berminyak, pedas, 3-4 jam sebelum menyanyi. Akan lebih afdal jika penyanyi profesional tidak minum kopi, alkohol, dan merokok. Sebab, hal ini sangat mempengaruhi pernapasan.
5. Biasakan minum segelas air putih ketika bangun tidur dan senam pagi sambil menghirup udara bersih sebanyak-banyaknya.
6. Istirahat cukup. Tidak dianjurkan bergadang.
7. Jangan menyanyi dalam keadaan perut kosong atau terlalu kenyang. Ini mempengaruhi rongga perut, diafragma, dan kualitas pernapasan.
8. Menyanyi dengan gembira, tidak tegang. Jangan bernyanyi hanya dengan suara, tapi juga wajah Anda. Ekspresi atau penghayatan lagu mutlak perlu.

MENGGUNAKAN MIKROFON (MIKE)

1. Jaga jarak dengan mulut. Sekitar 20 cm dengan sudut 45 derajat. Jarak usahakan selalu sama. Ketika nada tinggi, jauhkan mikrofon agar volume suara yang terdengar tidak terlalu keras.
2. Benyanyi dengan suara sedang. Fungsi mikrofon untuk mengeraskan suara. Maka, Anda tidak perlu habis-habisan mengeluarkan suara. Suara terlalu keras akan berubah menjadi pecah dan tajam.
3. Jangan mengambil napas yang dalam ke arah mikrofon. Sebab, suara napas Anda akan terekam mikrofon yang sangat peka.
4. Rekam dan dengarkan suara Anda sendiri sebagai bahan evaluasi.


BAHAN REFERENSI
Tulisan para mahaguru teknik vokal klasik (paduan suara dan seriosa) di Indonesia:
Romo Karl-Edmund Prier SJ,
Nortier Simanungkalit,
Solomon Tong,
M. Suharto,
M. Pardosi Siagian,
Lilik Sugiarto.

Cara Mengolah Vokal


Add caption
Untuk mengolah vokal yang baik dan enak di dengar, kita memerlukan latihan khusus. Diantaranya dengan melakukan senam pernapasan dan sering meminum air putih. Hanya itu saja? Tentu tidak, banyak sekali teknik dan cara lain untuk mengolah vokal, di antarnya bisa kita baca di bawah ini!

1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.

2. Pernafasan, adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.

Jenis Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :

- Pernafasan Dada: Pernapasan ini cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.

- Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.

- Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.

3. Phrasering, adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

4. Sikap Badan, adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.

5. Resonansi, adalah usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.

6. Vibrato, adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi gelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.

7. Improvisasi, adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.

8. Intonasi, adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.

Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :

a. Pendengaran yang baik

b. Kontrol pernafasan

c. Rasa musical.

Nada, adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.

Sifat nada ada 4 yaitu :

a. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.

b. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan

c. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.

d. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.

AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang.

Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya.

CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras.

DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan.

STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.

SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) :

Suara Wanita Dewasa ;

a. Sopran (suara tinggi wanita)

b. Messo Sopran (suara sedang wanita)

c. Alto (suara rendah wanita)

Suara Pria Dewasa :

a. Tenor (suara tinggi pria)

b. Bariton (suara sedang pria)

c. Bas (suara rendah pria)

Suara Anak-anak :

a. Tinggi

b. Rendah.

TANGGA NADA DIATONIS adalah rangkaian 7 (tujuh) buah nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur.

Tangga Nada Diatonis Mayor adalah Tangga Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah).

Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor :

- Bersifat riang gembira

- Bersemangat

- Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C

- Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½

Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor :

Maju Tak Gentar, Indonesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar.

Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor :

- Kurang bersemangat.

- Bersifat sedih

- Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A

- Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 .

Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia.

Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga.

TANGGA NADA KROMATIS adalah tangga nada yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B

TANGGA NADA ENHARMNONIS adalah rangkaian tangga nada yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi nada yang sama.

Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges.

APRESIASI yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni.

BIRAMA adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu.

Contoh birama : 2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8

PADUAN SUARA adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan.

JENIS-JENIS PADUAN SUARA :

1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.

2. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak.

3. Paduan Suara 3 sejenis S – S – A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.

4. Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass.

5. Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.

6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.

DIRIGEN / CONDUCTOR adalah orang yang memimpin Paduan Suara.

Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik :

a. memiliki sifat kepemimpinan

b. memiliki ketahanan jasmani yang tangguh

c. sebaiknya sehat jasmani dan rohani

d. simpatik

f. menguasai cara latihan yang efektif

g. memiliki daya imajinasi yang baik

h. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik.

TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Contoh-contoh Tanda Dinamik :

1. f : forte = keras

2. ff : fortissimo = sangat keras

3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin

4. mf : mezzo forte = setemgah keras

5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut

6. p : piano = lembut

7. pp : pianissimo = sangat lembut

8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin

9. mp : mezzo piano = setengah lembut

PERUBAHAN TANDA DINAMIKA :

- Diminuendo (dim) : melembut

- Perdendosi : melembut sampai hilang

- Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang

- Calando : mengurangi keras

- Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun

- Cresscendo : berangsur-angsur keras

- Decrsescendo : berangsur-angsur lembut

TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan.

A.TANDA TEMPO CEPAT

1. Allegro : cepat

2. Allegratto : agak cepat

3. Allegrissimo : lebih cepat

4. Presto : cepat sekali

5. Presstissimo : secepat-cepatnya

6. Vivase : cepat dan girang

B. TANDA TEMPO SEDANG

1. Moderato : sedang

2. Allegro moderato : cepatnya sedang

3. Andante : perlahan-lahan

4. Andantino : kurang cepat

C. TANDA TEMPO LAMBAT

1. Largo : lambat

2. Largissimo : lebih lambat

3. Largeto : agak lambat

4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan

5. Grave : sangat lambat sedih

6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.