Sabtu, 11 Juni 2011

Tiada Waktu Tanpa Bersyukur




Berawal dari mana kehidupan harus dimulai dan dengan bagaimana kehidupan terus dilanjutkan? Tidak akan terlepas sedetikpun dari sikap mengucap syukur yg pantas kita sampaikan kepada Allah. Kehidupan akan dimulai, dijalankan dan diakhiri dengan rangkaian ucapan syukur yg semakin hari semakin kuat dalam menanggapi karakter dan karya Allah.
Betapa pentingnya memahami dan mengaplikasikan ucapan syukur secara nyata dalam kehidupan kita seolah-olah menjadi thema central nafas kehidupan mereka yg percaya kepada Tuhan.
Ucapan syukur menjadi perkara yg sangat penting
Ucapan syukur bukan saja tidak boleh dilupakan tetapi tidak dapat kita hentikan derap langkahnya....
Ucapan syukur merupakan bagian hidup manusia, selama manusia masih bernafas ucapan syukur adalah bahasa dan gaya hidupnya..........
Ucapan syukur dikumandangkan bagi Allah dari selamanya sampai selama-lamanya

Eksposisi Mazmur 136 : 1 - 26



Kebenaran yg diungkapkan dari mazmur ini adalah fakta  kekekalan bahwa dari TUHAN saja eksistensi kehidupan berjalan.
  • Tuhan adalah sumber kehidupan
  • Tuhan adalah pusat kehidupan
  • Tuhan adalah tujuan dari kehidupan
Kasih setia Tuhan yg merambah masuk kedalam semua tatanan kehidupan, meyakinkan kita  bahwa tidak ada satu aspek kehidupan yg terlepas dari genggaman tangan Allah.
Mengucap syukur adalah respon yg seharusnya dikerjakan umat kepada Allah yg telah ber-relasi dan berkarya dalam hidupnya.
Kualitas ucapan syukur yg ditampilkan bukanlah ucapan bibir, kata-kata kosong yg tidak bermakna atau hanya mengikuti budaya kekristenan yg diajarkan untuk selalu reaktif bersyukur (latah) tanpa pengertian yg benar.

Bagaimana dinamika ucapan syukur yg seharusnya kita sampaikan kepada Allah?
diajarkan oleh Mazmur 136 :1-26


a. Bersyukurlah karena KEHADIRAN-NYA (ayat.1-3) (pribadi Allah)


Bersyukurlah kepada Allah segala allah...bersyukurlah kepada TUHAN segala tuhan....


Perbandingan yg tidak sepadan antara Allah dengan allah dan TUHAN dengan tuhan, adalah realita yg membenarkan iman kita kepada Allah dalam Tuhan Yesus adalah iman yg BENAR dan BERKUALITAS TINGGI.

Bangsa Israel tidak berani menyebut nama TUHAN dengan sembarangan, dengan sebutan JHWH  namun memanggilnya dengan sebutan YEHOVAH atau ADONAI artinya: YANG SENANTIASA ADA, yg selalu HADIR, yg terus BERBUAT, yg tidak pernah berhenti BERKARYA dan yg senantiasa BERTINDAK”. 

Kisah penciptaan yang tertulis di dalam mazmur ini merupakan ajaran yang menentang kepercayaan yang dianut oleh bangsa-bangsa di sekitar Israel. Pada saat itu seluruh bangsa di sekeliling Israel merupakan penganut agama  politeisme, ( menyembah lebih dari satu allah) Namun bangsa Israel diperintahkan untuk menyembah hanya satu Allah. 


Allah kita tidak punya referensi  perbandingan dengan lainnya. Sedemikian besar, agung, mulia dan perkasa Allah kita. Tetapi Dia tidak menganggap diri manusia sebagai ciptaan yg hina, justru Dia memberikan apresiasi besar kepada kita sebagai CIPTAAN YG SUNGUH AMAT BAIK.
terlepas dari kondisi kita saat ini, percayalah dan bersyukurlah bahwa Allah sangat menghargai hidup kita.
Untuk kitalah DIA selalu ada dan untuk diri kita DIA selalu berkarya ....


b. Bersyukurlah karena KASIH SETIA-NYA (ayat.1-26) (Karakter Allah)

bahwasanya untuk selama-lamanya KASIH SETIANYA........ 


Bagai tak dapat dihentikan ditengah jalan pengulangan ungkapan "bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya" terus menggelinding dari awal sampai akhir. Hal ini adalah ketegasan bahwa segala sesuatu dapat terjadi karena kasih setia-Nya yang menembus batas waktu, batas bangsa, dan batas alam.  Begitu besar, agung, mulia dan dahsyatnya Allah kita. Tiada allah lain, seperti Allah kita yang Maha Kuasa, Maha Besar, dan Ajaib.

Dialah Allah semesta langit yang layak menerima segala pujian, hormat, dan kemuliaan. dan Ucapan syukur. Terpujilah Allah................!
Kasih setia Allah bekerja sangat dinamis:
Allah tidak pernah tinggal diam walaupun hanya sejenak. Di dalam kasih setia-Nya, Allah menjadikan langit bumi serta segala isinya. Tak dibiarkan-Nya seluruh ciptaan terlepas dari pengendalian dan tatapan mataNya.
Kepada seluruh umat yg percaya  dinyatakan-Nya kuasa pembebasan dari perbudakan dengan manifestasi mujizat yg menggetarkan bangsa-bangsa..
Selama-lamanya Allah tak pernah berhenti berkarya dan bertindak. Itu sebabnya umat-Nya tak pernah kekurangan dalam tangan pemeliharaan-Nya. Kasih setia Allah yang dinamis membuahkan karya-karya ajaib dalam kehidupan manusia. walaupun dipadang gurun dan dihadang kepungan musuh Allah tetap berkarya membelanya.

Ia adalah Allah di atas segala allah, Tuhan segala tuhan, yang hakikat-Nya terangkum dalam sebuah sifat: kasih setia yg tak berkesudahan. 
Kontradiksi antara pembelaan dan pemeliharaan Allah terhadap bangsa Isarel yg dibalas dengan sikap bersungut-sungut, memberontak dan terus-menerus tergoda untuk menyembah berhala-berhala. ini sungguh terlalu....kebaikan Tuhan dibalas dengan kejahatan manusia.



c. Bersyukurlah karena PEKERJAAN-NYA (ayat.4-26) (karya Allah)


Jika kita melihat karya Allah dalam alam semesta, kita tidak dapat menahan diri untuk memuji Allah karena keindahan dan kemegahan buatan tangan- Nya. Bukan hanya dalam ciptaan, Allah juga bekerja dalam sejarah umat-Nya (ayat 10-22). 

Pemazmur memuji Allah dan bersyukur atas keajaiban yang Dia lakukan, terutama dalam penciptaan (ayat.5-9). 
Bersyukur karena Allah yang menjadikan langit dan menghamparkan bumi (ayat.5-6), 
Bersyukur karena Allah yang menjadikan benda-benda penerang di langit untuk menguasai siang dan malam (ayat.7-9). 
Kepercayaan masyarakat kuno waktu itu menyakini bahwa: matahari, bulan, dan bintang, adalah benda-benda yang dianggap memiliki kuasa ilahi dan harus disembah sebagai allah. 

Dengan menyatakan bahwa Allah-lah yang menciptakan benda-benda penerang itu, pemazmur menunjukkan bahwa Allah Israel lebih berkuasa daripada allah bangsa lain.

Perjalanan melintasi Laut Merah dan padang belantara merupakan peringatan sekaligus janji bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang sering kali umatNya bersikap bebal dan sering memberontak. 

Yang menarik dalam mazmur 136 ini terjadinya perubahan kata "ISRAEL"  menjadi kata "KITA'  (ayat 23). Apa relevansi dari transisi kata tersebut?
Artinya pemazmur hendak menjelaskan bahwa sejarah itu bukanlah sesuatu yang terjadi diluar jangkauan generasi kita atau tidak bersangkut paut dengan diri kita masa kini. Namun sejarah yg Allah kerjakan adalah  bagian kehidupannya kita sendiri, berlaku juga untuk masa kini. 
Iman kita kepada Allah tidak bicara mengenai masa lalu, tetapi iman kita kepada Allah beroleh kehidupan yang sungguh di masa sekarang ini. 


Maka, rasa syukur itu bukan hanya disebabkan Tuhan telah menolong bangsa Israel saja di masa lalu, namun karena pertolongan, pembelaan, penyertaan dan pemeliharaan Tuhan pun adalah karakteristik (watak) Allah sendiri yg tidak mungkin berhenti bekerja dari dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.


Mazmur yang dimulai dengan rasa syukur, karena sesuatu yang universal, dalam mengelola alam ciptaan, diakhiri juga dengan ungkapan terima kasih karena Allah adalah pemelihara segala makhluk. 


Bagaimana sikap kita harus bersyukur kepada Allah?


Kata “bersyukur” merupakan terjemahan dari kata “yadah” (yod-qames-dalet-qames-he) dalam bahasa Ibrani. Dalam definisi berbahasa Inggris, kata Ibrani “yadah” tersebut memiliki banyak terjemahan selain bersyukur atau memuji, seperti: melempar, meruntuhkan, menjatuhkan, menembak, mengaku, dan memberi terima kasih.

Apa arti kata “bersyukur” tersebut ditinjau dari tulisan Ibrani kuno? Untuk mengetahui makna kata itu, kita dapat menelusurinya dari akar katanya. Akar kata “yadah” adalah “y-d” (yod-dalet), yang dalam tulisan Ibrani kuno berupa gambar (piktograf) “tangan” dan “pintu”. Tangan  adalah bagian tubuh yang memampukan seseorang melakukan banyak pekerjaan. Sedangkan pintu adalah bagian tenda yang memungkinkan penghuninya bergerak keluar-masuk tenda. Dengan demikian gabungan dua gambar tersebut berarti “tangan aktif bekerja”.

Aksara Ibrani Kuno :


Image
ImageImage

Dari kanan ke kiri:

Aksara YOD adalah gambar tangan, DALET adalah gambar pintu; HE adalah gambar orang berdiri.

Sesuai dengan bentuk aksara dari zaman kuno itu, kata
ידה - YADAH memiliki tiga makna utama, melemparkan sesuatu, mengucap syukur, dan membuat pengakuan. 

Kata “bersyukur” banyak digunakan dalam Kitab Mazmur dikaitkan dengan berbagai hubungan:
Dalam Mazmur 136, Penulis Mazmur mengaitkannya  “alasan” bersyukur, 
a.Bersyukur karena Pribadi Allah
b. Bersyukur karena Karakter Allah
c. Bersyukur karena Karya Allah: yg perbuatan Allah yg ajaib, kebijaksanaan Allah, peciptaan dan pemeliharaan alam semesta, pembelaan Allah kepada umatNya

Semua ungkapan “bersyukur” tidak pernah terlepas dari SIKAP atau TINDAKAN yg dinamis atau aktif bekerja. 
Jadi ucapan syukur bukanlah lekak-lekuk ucapan bibir untuk mempesona hati Tuhan.
Ucapan syukur kita bukanlah pujian yg hampa tanpa dorongan kasih dan kerelaan.
Ucapan syukur yg sesungguhnya adalah respon pengertian kita yg benar untuk tidak menuntut Allah memberi, bertindak, bekerja untuk kepentingan diri kita Namun merupakan upaya kita untuk memberi, memberkati, menyampaikan kasih, melayani dan bekerja untuk Tuhan

Bukti kita  senantiasa bersyukur adalah kerelaan hati  yg setiap hari terus bergiat untuk kita melayani Tuhan, memiliki semangat yg terus berkobar merespon panggilanNya dan tak mudah patah ketika kondisi kurang mendukungnya.
Tanda kita mengucapkan syukur adalah dengan kesetiaan memberikan hidup kepada Tuhan dengan hati yg penuh kasih.
Kualitas ucapan syukur kita kepada Allah tercermin dari BERAPA BANYAK yg sanggup kita berikan kepada Tuhan bukan dari BERAPA BANYAK yang kita dapatkan kita tuntut dari Allah.


JIka orientasi kehidupan kita adalah Tuhan..
Tak akan pernah kita mampu menahan ucapan syukur kepadaNya 
Mengucap syukurlah senantiasa dalam segala hal........................
karena dari Dialah kita ada, oleh Dialah kita dicinta dan kepada Dia sajalah kita menyembahNya. Amin

God Bless You all

by Haris subagiyo
Redaktur GRACIA MINISTRY http://graciaministry.blogspot.com




Menjadi Penyanggah Pertumbuhan Gereja

Berdirinya gereja Tuhan tidak selalu dimulai dari gerakan-gerakan spektakuler yg dikendalikan dari atas mimbar, yg dikobarkan oleh hamba Tuhan dengan reputasi yg membumi, ditambah dengan dukungan melimpah dari sejumlah pengikut yg tak terhitung.
Nama besar, pengaruh kekuasaan dan kekuatan manusia seringkali dianggap sebagai bagian yg tidak mayor dalam pertumbuhan gereja. Karena Roh Kudus adalah sumber yg menggerakkan sejumlah orang yg mau bekerja dengan rendah hati, tulus dan rela berkorban berfokuskan kemuliaan Tuhan. 
Barnabas adalah bukti catatan Alkitab: yg namanya tidak berkibar setenar Yohanes, Petrus dan Paulus namun kinerjanya telah membidani lahirnya jemaat Kristen yg pertama kali dan melambungkankan nama Paulus sebagai rasul besar yg dipercaya Allah penulis sebagian besar kitab Perjanjian Baru.
Barnabas merepresentasikan kedewasaan sikap dan karakter yg seharusnya dimiliki gereja masa kini
Bagaimana aksi nyata Barnabas dalam pertumbuhan gereja perdana?
1. Memiliki PERSPEKTIF IMAN yg MURNI ( Kisah Rasul 4: 36-37 )
........karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa 4:35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya 4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas,   artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. 4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki   rasul-rasul.  
Banyak orang percaya Tuhan yg bergairah menjadi dermawan didalam gereja perdana memberikan hartanya bagi pekerjaan Tuhan namun identitas mereka tidak disebutkan secara personal oleh Alkitab.
  • Alkitab hanya mencatat satu nama penderma yg istimewa yaitu Yusuf (mendapatkan award). Nama Yusuf dikontraskan dengan sikap Ananias dan Safira yg memberikan persembahan kepada Tuhan secara tidak jujur (mendapatkan hukuman). Menjelaskan pengakuan gereja perdana kepadanya sebagai apresiasi besar terhadap keteladanan Yusuf yg memiliki kualiafikasi sikap berbeda dengan yg lain, karena Yusuf memberikan persembahan bagi pekerjaan Tuhan sebagai ekspresi iman yg jujur.
  • Rasul-rasul menambah identitas baru nama Yusuf menjadi Barnabas. Nama aslinya adalah Yusuf yg artinya: penyelamat namun karena karakternya yg sangat menonjol dalam menopang pekerjaan Tuhan maka para rasul memberikan nama tambahan kepadanya yaitu BARNABAS yg berarti: anak penghiburan. Gereja perdana harus mengakui pengaruh kehidupan Barnabas karena merasa banyak diberkati, ditopang, dikuatkan oleh sikap dan karakter Barnabas.
Melihat kualifikasi IMAN YG MURNI dalam diri Barnabas menjadikan gereja tidak merasa bekerja seorang diri namun ditopang dengan tidak tangung-tanggung oleh pribadi yg dewasa karakternya. Ketika Barnabas berbicara maka perkataannya menciptakan atmofsfir iman yg membangun, menguatkan, menghiburkan dan mendayagunakan orang lain. Dan ketika ia bertindak maka semua orang dapat melihat dampak pemberiannya yg tulus sehingga menjadi daya tarik orang lain untuk percaya kepada Kristus. 
Betapa pentingnya peranan orang-orang yg memiliki kualitas iman yg murni bekerja membangun gereja Tuhan!
Gereja masa kini sesunggunya membutuhkan figur yg bersedia menaklukkan keakuan dan pementingan diri sendiri dibawah otoritas Kristus. Gereja Tuhan membutuhkan pribadi-pribadi yg bekerja dengan spirit memberi , melayani dan mengabdi tanpa pamrih untuk kepentingan kerajaan Tuhan yg kekal bukan untuk membangun kerajaan sendiri selama didunia ini. 
Gereja Tuhan membutuhkan orang-orang yg berani bertindak secara nyata dan tulus iklas dengan konsekuansi pengorbanan yg besar .
Gereja membutuhkan pribadi yg lebih dari sekedar aktivis gereja yg memiliki jabatan Pendeta atau gembala jemaat, 
Gereja Tuhan memang membutuhkan investasi material dan kematangan sumberdaya namun eksistensi gereja untuk mencapai keagungan pelayanan tidak dapat ditopang hanya oleh para penderma yg memiliki kemapanan ekonomi dengan tingkat intelektual tinggi yg bekerja aktif didalamnya . Gereja yg sehat membutuhkan pribadi-pribadi yg berkarakter unggul dengan  memiliki kualitas iman yg murni didalam hatinya. Jika bukan kemurnian, kejujuran dan kerelaan hati yg mendominasi gereja pastilah pementingan diri sendiri dan kecurangan yg sedang mencari jalan untuk merusak.
2. Memiliki PERSPEKTIF IMAN yg CERDAS (kisah Rasul 9 : 26 - 27)
9:26 Setibanya di Yerusalem  Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. 9:27 Tetapi Barnabas  menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia  dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.
Latar belakang Saulus yg menjadi dalang dan pelaku penganiayaan pengikut Kristus, masih meninggalkan trauma dan ketakutan para murid Tuhan saat itu. Sehingga tidak mudah menerima kehadiran Saulus dalam komunitas murid Kristus. Pertobatan Saulus yg telah diubahkan total oleh Tuhan  realitanya mengalami penolakan oleh murid-murid Tuhan. Ini sangat menyakitkan bagi petobat baru!
Sementara mereka tidak percaya , menaruh kecurigaan besar, takut menerima bahkan menolak kehadiran Saulus justru Barnabas tampil kedepan untuk MENERIMA dan MEMBAWANYA kepada para rasul. Sikap yg tidak populer karena melawan logika dan situasi psikologi manusia.
Barnabas memiliki perspektif iman yg cerdas untuk melihat realita secara obyektif, berpikiran positif dan kontruktif.: Perhatikan argumentasi Barnabas memaparkan bukti-bukti yang dapat dipercayai oleh semua orang.
  • Saulus melihat Tuhan di tengah jalan , (menujukkan bukti visual)
  • Tuhan berbicara dengan dia, (menujukkan bukti verbal) 
  • bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. (menunjukkan bukti perubahan nyata)

Wawasan teologia jemaat perdana memang tidak selengkap jemaat masa kini, yg dapat mempercayai konsep II Korintuss 5 : 17 secara mudah.
" Jadi barangsiapa ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yg lama sudah berlalu, sesungguhnya yg baru sudah datang."
Namun Barnabas sanggup melihat cara pandang Allah untuk menanggapi panggilan Saulus secara benar. Itu menunjukkan kecerdasan imannya didalam Tuhan.
Panggilan Allah kepada Saulus menjelaskan bahwa Allah dapat memakai siapa saja orangnya tanpa memandang latar belakang, kebejatan moral, kebodohan atau segudang dosa yg pernah diperbuatnya.
Allah secara mutlak dapat memilih siapa saja, Allah bersedia menerima, Allah sanggup mengampuni dan Allah dapat memakai semua orang tanpa terkecuali sebagai alatNya tanpa meminta pertimbangan manusia.
Bagaimana mungkin kita manusia ciptaan Allah berani membuat aturan sendiri untuk menolak orang yg sudah diubahkan Allah?
Kebesaran hati Barnabas meneladankan sikap Kristus yg bersedia: mengampuni, melupakan kesalahan, tidak memandang rupa, bekerja bersama untuk memperluas Kerajaan Allah.
Pastinya, tanpa dukungan Barnabas tidak akan pernah lahir Paulus yg menjadi rasul Yesus Kristus dan penulis sebagian besar kitab Perjanjian Baru .
3.  Memiliki PERSPEKTIF IMAN yg KONSTRUKTIF (Kisah rasul 15 : 37-38)
Barnabas dan Paulus adalah team pelayanan yg solid, dimana Yohanes Markus juga terlibat didalamnya . Dalam perjalanan pekabara Injil yg pertama Yohanes Markus serta merta memutuskan diri untuk meninggalkan pelayanan sementara berada di Pamfilia. ( Kisah rasul 13:13)
Paulus menolak dengan tegas kehadirannya, karena pembelotannya untuk tidak melanjutkan pelayanan saat di Pamfia tidak dapat dianggap kesalahan remeh, ini adalah problem serius, dosa besar dalam pelayanan  sehingga ia tidak melibatkan dalam perjalanan misi yg berikutnya.
Namun Barnabas masih berharap dapat melibatkan Markus dalam pelayanan,
15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus  15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka   di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.
Barnabas bukanlah orang yg kompromis terhadap dosa, ia bukanlah orang yg tidak selektif dalam melibatkan orang dalam pelayanan. Sejarah mencatat tanpa ragu integritasnya. (Kisah Rasul 11:24) karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

Jadi apa logika berpikirnya Barnabas sehingga tetap bersikukuh melibatkan Markus dalam pekerjaan Tuhan?
Realita tidak selalu menunjukkan POTENSI yg sebenarnya dalam diri seseorang. Selalu ada HARAPAN terjadinya PERUBAHAN dalam diri seseorang yg hancur sekalipun.
Penerimaan diri Yohanes Markus dalam pelayanan bukanlah kasus nepotisme, walaupun kenyataannya Markus adalah kepokannya. 
Lebih dari sekedar berpikir positif, Barnabas berani mendemostrasikan kecerdasan imannya untuk memandang bahwa SELALU ADA HARAPAN PERUBAHAN didalam Tuhan.
Kegagalan seseorang bukan akhir dari masa depan, terpukul jatuhnya seseorang bukanlah kematian selamanya. Pengalaman kegagalan atau kekalahan adalah dinamika alami manusia supaya kita menyadari kelemahan diri dan semakin banyak belajar dari Allah yg menjadi sumber pertolongan tiada batas.
Lebih mudah untuk menjatuhkan sanksi hukuman dari pada memberikan solusi masa depan!
Barnabas melihat potensi harapan besar , berpikir jauh kedepan dan memberikan kesempatan yg kedua kepada Yohanes Markus.
ini adalah standar harapan yg harus dimiliki oleh mereka yg berperan besar dalam pemimpin jemaat.
Sebagai hasilnya, Yohanes Markus bukan saja sukses dalam pelayanan namun ia juga dipercaya Allah untuk menulis 16 pasal Injil Markus dalam Perjanjian baru serta Rasul Paulus dengan ksatria harus mengakui bahwa Yohanes Markus adalah seorang hamba Tuhan yg sangat penting peranannya, sangat menguntungkan dan memberkati dunia sampai sekarang ini.
Perubahan Besar tidak dimulai dari tindakan orang yg besar bahkan lebih banyak dimotori dari balik layar, ini adalah karya terbaik Barnabas, orang yg tidak mudah terbawa arus, berpendirian teguh terhadap kebenaran, tidak gampang putus asa dengan kegamangan persoalan. Bahkan  Ia selalu berpikir jauh kedepan melewati realita buruk, melihat potensi besar, melihat harapan baru, menatap masa depan cerah sementara orang lain menganggap sebagai kegagalan serius dan kehancuran total.
Gereja Tuhan masa kini membutuhkan tiang penopang seperti Barnabas!
Untuk saya dan Saudara keteladanan Barnabas ditujukan.
Menjadi tiang penyangga pertumbuhan gereja bukanlah pilihan , bukan impian atau rancangan masa depan kita.
Menjadi tiang penyangga pertumbuhan gereja adalah bagian hidup kita, tanggungjawab kita, visi kerja kita dan sukacita kita SEKARANG INI dan SETIAP HARI.
Just Do It Now............................... GOD BLESS U......
By; Haris Subagiyo

Kamis, 09 Juni 2011

Karya Gereja Di-tengah Dunia



Studi Kisah Para Rasul 3 : 1 - 10

Peristiwa Pentakosta yg mengubahkan spiritual para murid dengan gaya hidup yg dipenuhi Roh Kudus, sekaligus melahirkan gereja Tuhan di muka bumi ini tidak boleh berhenti pada sikap eksklusif  atau hanya enjoy  dengan felowship kelompok  sendiri.
Bukan peristiwa yg terjadi secara kebetulan sejak pertama kali gereja berdiri menyasar pada kesembuhan secara spektakuler orang lumpuh didepan gerbang Indah sebagai manifestasi kerja pertama kali gereja ditengah dunia nyata.. 

Apa pentingnya pengalaman Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang lumpuh dalam konteks peranan gereja masa kini? 

Rabu, 08 Juni 2011

Investasikan Seluruh Talenta untuk Keabadian


Pentingnya mengelola dan mempertanggung jawabkan kapasitas diri untuk Tuhan adalah prioritas bahkan tujuan dihadirkannya iman kristen dalam dunia, Namun dalam aplikasinya kita malah memisahkan hanya sebagai usaha yg terbatas membangun "motivasi dan inpirasi"

Kerja keras kekristenan sering menyasar pada obyek yg tidak penting bahkan menjadi kehilangan MUTU yg esensial karena INVESTASI yg Allah tanamkan dalam diri kita hanya kita nikmati, kagumi dan banggakan namun tidak berdaya guna bagi kemajuan kerajaan Sorga.
Bagaimanakah SIKAP dan USAHA kita merespon anugerah Allah menjadi terkelola cantik, efektif dan bernilai abadi?

Senin, 06 Juni 2011

Sukacita Hari Pentaskosta



Makna “Shavuot” dan Pentakosta 
Bagi umat Israel, hari raya  Pentakosta disebut dengan “Shavuot”. Perayaan hari raya Pentakosta tersebut dilaksanakan pada hari keenam di bulan Sivan yaitu sekitar akhir bulan Mei dan awal bulan Juni. (Nisan • Iyar • Siwan • Tamus • Ab • Elul • Tisyri • Markhesywan • Kislew • Tebet • Syebat • Adar)
Semula umat Israel merayakan hari raya Pentakosta untuk memperingati peristiwa turunnya Taurat yang diwahyukan oleh Allah kepada Musa di gunung Sinai. 
Kemudian Pentakosta dirayakan oleh umat Israel sebagai pengucapan syukur atas hasil panen gandum; yang mana pengucapan syukur tersebut dirayakan selama 7 minggu. Dengan demikian hari raya Shavuot atau Pentakosta merupakan kesempatan umat Israel untuk mempersembahkan persembahan sulungnya berupa gandum, roti dan buah-buahan di Bait Allah. 

Rabu, 01 Juni 2011

DIUBAHKAN dari KEBAIKAN menuju KESEMPURNAAN


Standar normatif manusia hidup adalah : "menjadi orang baik". Namun rancangan Allah bagi manusia tidak terbatas membawa manusia berhasil melakukan KEBAIKAN saja. Allah tidak puas dengan kinerja baik atau berhenti pada prestasi menjadi baik . Allah akan terus bekerja memindahkan kita sampai menuju KESEMPURNAAN. sanggup bersinar mengekspresikan kehidupan yg agung, mulia dan  berkenan  dihadapan Allah.
Thema central yg diusung Tuhan Yesus dalam misinya kedunia ini, dapat dirangkum dengan satu kata: " transformasi" Terjadi perubahan, peningkatan kualitas hidup, berpindahnya kualitas kehidupan menuju pada tata nilai yg bermutu tinggi. 


Apa relevansinya perayaan Kenaikan Tuhan Yesus kesorga dengan realita hidup kita saat ini?.

Minggu, 15 Mei 2011

Membangun kerajaan sendiri dalam Kerajaan Allah


Tidak ada yg salah dengan kemakmuran yg dapat dinikmati dalam pelayanan. Tercapainya keberhasilan akademis, sehat, popularitas kepemimpinan, kekayaan material yg kokoh adalah kompensasi yg wajar dari prestasi keberhasilan dalam pelayanan. Namun menjadi seorang hamba Tuhan seharusnya berorientasi pada habitatnya sebagai hamba (budak/doulos). Orang yg mendedikasikan diri untuk bekerja tanpa syarat dan tidak punya HAK apapun atas diri sendiri. Namun sering kali bukti kerja keras , upaya kesalehan yg dibangun bahkan pengorbanan kita sebagai hamba Tuhan mengubah derajat karakter kita sebagai orang yg BERHAK mendapatkan AWARD  yg ideal bahkan tidak sepantasnya diperlakukan oleh keadaan, orang atau Tuhan dengan kondisi yg menyedihkan.
Kerajaan kenyamanan sering kita dirikan sebagai tuntutan kontribusi atas upaya-upaya logis dari pelayanan yg sudah kita kerjakan, sebagai hasilnya: KENYATAAN menjadi bertabrakan dengan HARAPAN.
Inilah realita pergumulan yg kita hadapi dalam menyatakan spiritualitas iman kepada Allah

Sabtu, 14 Mei 2011

Jejak kaki.


Pada suatu malam ada seseorang bermimpi. Ia bermimpi bahwa ia sedang berjalan di sepanjang pantai bersama dengan Tuhan. 

Di langit terlihat adegan-adegan dalam hidupnya. Untuk setiap adegan, ia memperhatikan ada dua pasang jejak kaki di pasir: satu pasang adalah miliknya dan yang lain adalah milik Tuhan.

Berhentilah Meratapi Kelemahan Diri



Kita mungkin akan merasa geli bila memperhatikan cara terbang loons, sejenis burung penyelam yang banyak terdapat di Danau Piatt, di semenanjung atas Michigan. Amerika Utara dan selatan Eurasia. Loon seukuran bebek besar atau angsa kecil, yang terkadang terlihat mirip dengan kedua jenis binatang itu ketika mereka berenang. Mereka terbang setengah berlari sepanjang beberapa ratus meter di permukaan air sampai akhirnya mereka mencapai kecepatan yang cukup untuk terjun ke dalam air. Ternyata hal ini terjadi karena burung loons memiliki tulang-tulang yang lebih keras dibanding burung lainnya. Berat badan mereka yang besar turut membuat mereka sukar untuk langsung terjun ke dalam air.

Kamis, 05 Mei 2011

Bekas Luka yang menjadi Tanda Kasih

Memori kehidupan tak selamanya terbingkai menjadi kenangan indah, yg menguatkan dan mengubahkan. Bahkan kadang munculnya memori masa lalu seolah-olah membuka luka lama yg tak mungkin terobati.  Seribu dendam masih tersimpan, letupan kemarahan tak lagi terkendali dan siksaan batin kembali menekan.

Manusia tak mudah menghapus memori masa lalu tetapi kita dapat mengantikan materi memori masa lalu dengan pengalaman yg baru. Bekas-bekas lukapun dapat kita ubah menjadi kekuatan yg melahirkan manfaat besar.
Mungkinkah memori kelam diubahkan menjadi harapan, sukacita dan kekuatan menata masa depan?

Yohanes. 20:20 

Selasa, 03 Mei 2011

Kecakapan Mengelola Goncangan Kehidupan



Realita kehidupan bersama Kristus bukanlah model kehidupan yg serba bisa dan serba beres bagai berjalan lurus di jalan bebas hambatan. Kuasa Kebangkitan Kristus bukanlah jaminan yg memanjakan kita tidak lagi terseret oleh berbagai persoalan hidup yg wajar ditengah konflik ekonomi, sosial dan budaya. Iman kristen bukanlah demontrasi meliak-liuk kepiawaian menghindari sentuhan persoalan sehari-hari. Goncangan kehidupan masih tetap ada.....!
Perbedaannya adalah:  kita yang mengalami kuasa kebangkitan Kristus akan semakin menemukan landasan hidup yang rasional dan bertanggungjawab kepada Allah walaupun harus mengalami kontraksi kehidupan. 

Minggu, 01 Mei 2011

Mengubahkan ORANG BIASA jadi LUAR BIASA

Dalam perspektif manusia: adalah kekeliruan jika melibatkan orang-orang yg miskin kecakapan untuk terlibat dalam pekerjaan besar dalam skala luas dan bernilai abadi. Sangat tidak profitable memberi kesempatan mereka yg tidak terbukti kompeten untuk dipercaya dalam pelayanan. 
Dalam perspektif Allah: justru karena Kebodohan dan Kehinaan kita, menjadi latar belakang Allah melibatkan kita berkerja dalam proyekNya. Orang-orang yg tidak punya HAK untuk merasa pantas dipakai sebagai alatNya, orang biasa, tidak diperhitungkan, lemah dan tidak berpengaruh. 
Tetapi mengapa Allah tetap memberi kepercayaan kepada kita untuk bekerja diladangNya?

Sabtu, 30 April 2011

MURID-MURID YESUS


Kata murid dalam Alkitab -Lembaga Alkitab Indonesia- diterjemahkan dari, kata Limmud, 
bhs Ibrani; dan kata Mathetes, Matheteuo, -
bhs Yunani- artinya menjadi murid, menjadikan orang lain menjadi murid, Mat 27:57, 28:19; Discipulus, 
bhs Latin, yang artinya murid atau pelajar, mereka yang mau belajar dengan Penuh disiplin.
PL menunjukkan ciri umum hubungan hubungan guru-murid pada masa lalu atau antara orang yang mengajar dan yang diajar.
Misalnya, dalam 1 Taw 25:8; Yes 8:16, 50:4, 54:13

Rabu, 27 April 2011

Menakar Kepantasan Diri dalam Melayani Tuhan

Diskusi Konsep Mengejar NILAI atau tampilkan MUTU Pelayanan
Menilai kualitas bangunan dari perspektik estetika saja (indah , megah dan modern)  akan membiaskan obyektivitas untuk berhenti menilai: seberapa KOKOH dan BERAPA LAMA DAYA TAHAN bangunan tersebut terhadap goncangan.
Lebih dari sekedar mendapat penilaian tetapi mengedepankan aspek kualitas dalam membangun. Tuhan tidak menilai bangunan luar (interior & eksterior) yg indah dan megahnya pelayanan yg kita bangun, bahkan Tuhan seringkali harus mendesak kita untuk segera MEROBOHKAN konstruksi KEINDAHAN yg dibangun diatas PONDASI YG RAPUH.

Bagaimanakah seharusnya kita membangun kualitas pelayanan yg selaras dengan harapan Tuhan ?

Senin, 25 April 2011

Mengapa aku tidak boleh menyentuhNya ?


Study tentang Kebangkitan Kristus yg merobohkan kebodohan manusia dan membangunnya dalam tatanan iman yg baru.

Kebangkitan Kristus bukan sekedar cara Allah menjawab berbagai kebingungan kita yang gagap menilai berbagai perkara yg sudah dikerjakan Allah di dunia ini. Lebih dari sekedar menjawab kebutuhan pribadi dan memuaskan harapan manusia. Kebangkitan Kristus dinyatakan untuk menyelesaikan program besar Allah "membawa hati manusia masuk dalam hatiNya Allah". Menempatkan kembali manusia yg terhempas dalam dunia kembali dalam jantung hati Allah.


Bagaimana mungkin kita dapat mengerjakannya?


Minggu, 24 April 2011

Kuasa Kebangkitan yang Mengubahkan Pelayanan


Kebangkitan Kristus bukanlah demonstrasi yg dinyatakan dengan tujuan pamer kemahakuasaan yg melebihi sistem alamiah manusia. Kebangkitan Kristus bukanlah argumentasi Tuhan atas berbagai pertanyaan misteri yg diajukan manusia. Kebangkitan Kristus bukanlah sandiwara untuk membuat manusia kagum akan Tuhan. 
Kebangkitan Kristus adalah grand disain Allah yg dirancang jauh-jauh hari dimasa kekekalan yg dideklarasikan Allah sendiri untuk kepentingan manusia.
Kebangkitan Kristus dinyatakan untuk membawa dampak perubahan nyata dalam kehidupan manusia. 

Apakah dampak kebangkitan Kristus bagi pelayaan kita?

Sabtu, 23 April 2011

Berani Memulai Langkah Perubahan!




Selalu ada kekuatan yg sudah Tuhan anugerahkan dalam diri kita untuk mengelola hidup menjadi semakin lebih baik lagi. Karena itu di tangan Tuhan, siapapun orangnya dapat dipakai sebagai alat yg sangat efektif bagi pekerjaanNya. Dapat mengambil peran yg strategis dalam bidang yg Tuhan percayakan adalah denyut nadi Tuhan yg seharusnya mengalir dalam kerja pelayanan kita sekarang ini dan selamanya!

Bagaimana kita dapat mengambil peran strategis yg membawa perubahan nyata dalam karya pelayanan?
Belajar dari pengalaman Debora!

Debora adalah seorang wanita yg dipercaya Tuhan sebagai nabiah, sementara ia melihat umat Israel berada dalam penindasan yang sangat berat ,tak berdaya bahkan menyerah kalah oleh penjajahan bangsa Kanaan. Maka wanita ini berinisiatif mengambil peran untuk tampil dengan gagah berani sebagai pemimpin perang.

Sayalah BARABAS itu

Peristiwa terbesar , termegah , terhebat yg tak dapat dilupakan hingga kekekalan adalah membereskan ketidakberdayaan manusia yg dipukul sekeras-kerasnya oleh kuasa dosa. Kemauan dan kemampuan untuk menyelesaikan hanya dimiliki Allah sendiri yg harus membayarnya dengan cara menggantikan hukuman kematian dikayu salib.
Paskah hendak mendemontrasikan Kasih Allah yg menjangkau semua orang secara tidak terbatas, tidak memihak  dan tak mengharapkan umpan balik. Kasih Allah tak lelah bekerja, lebih dari mencari orang yg pernah berbuat kesalahan. KasihNya mencari semua orang tanpa kecuali DIRI SAYA PELAKU KEJAHATAN masih  diberi tempat special dihatiNya. 

Barabas adalah bukti: pelaku KEJAHATAN yg dibela Tuhan sampai titik darah penghabisan.

Tetap bersinar dibawah mendung derita

Kualitas pelayanan Kristen menuntut kita untuk menyikapi persoalan hidup yg paling berat sekalipun, lebih dari sebagai orang-orang yg cakap dalam bertahan (defensif) tetapi menjadi pribadi yg berani maju, terus berjuang melewati segala rintangan mencapai kemenangan sampai garis akhir.
Realitas penderitaan bukanlah pembenaran argumentasi kita untuk menurunkan bobot iman atau bahkan sengaja menghentikan langkah maju dan berkarya bagi Tuhan.
Walau mendung bergelayut menutupi bumi, sinar terang haruslah tetap terpancar dari iman kristen yg memandang Allah sebagai tujuan hidup.
Sanggupkah iman kita bersinar ditengah kekelaman hidup?

DICARI : Pengerja Tuhan bukan pengerja gereja

Mendedikasikan diri dengan karakter sebagai hamba Tuhan jauh lebih sulit dari bersedia bekerja sebagai hamba Tuhan. Menjadi seorang hamba Tuhan tidak menutup kemungkinan hanyalah predikat yg kadang tidak menunjuk pada keutuhan pengabdiannya, hal ini karena menjadi hamba Tuhan dapat saja berangkat dari  berbagai motif : karena panggilan hidup, menjadikan profesi yg mapan , melanjutkan regenerasi atau kompensasi karena sulitnya kompetisi pasar dll.
Tuhan sedang dan terus mencari orang-orang yg mau menjadi pelayanNya yg mau bekerja tanpa batas,  kerja tuntas sampai pada batas akhir selamanya.
Bagaimana kita mengkondisikan diri untuk menjadi Hamba Tuhan tanpa batas, yg bersedia bekerja sebagai pengerja Tuhan bukan sebatas sebagai pengerja gereja?

Jangan Memaksa Batu diubah Menjadi Roti

Secara konseptual kita meyakini bahwa hal-hal jasmaniah hanyalah sarana penunjang pelayanan, ditempatkan sebagai kebutuhan sekunder yg tidak boleh mengalahkan hal-hal rohaniah yg menjadi kebutuhan primer dan sebagai tujuan pelayanan itu sendiri. Namun dalam realisasinya pelayanan kita sering dikoyak-koyak untuk lebih fokus pada sarana , variasi, penilaian keberhasilan phisik sehingga mengaburkan tujuan pelayanan yg sebenarnya.
Bagaimana mengkondisikan pelayanan kita tampil semakin cantik dalam bingkai rancangan Tuhan?
Belajar dari Tuhan Yesus sendiri yg tetap konsisten dengan kebenaran dan tak tergoyahkan dengan tawaran dunia semegah apapun?

Tidak Butuh Kompromi dalam Pelayanan

Keberhasilan dalam pelayanan adalah nilai yg tidak boleh dianggap kecil, keberhasilan adalah indikator efektivitas hidup, daya juang dan kreativitas untuk terus berkarya. Namun menempatkan keberhasilan sebagai tujuan dengan mengabaikan CARA atau METODE mencapainya adalah bentuk kebohongan yg sedang kita tawarkan untuk meyakinkan orang lain tentang potensi diri.
Mencampur adukkan antara warna hitam dan putih bagi terbentuknya sebuah nilai kreasi adalah realita kompromi yg sering terjadi ditengah pelayanan.
Bagaimanakah kita dapat bersikap tegas dan keras dengan DIRI SENDIRI untuk berkata TIDAK pada kesalahan dan berkata YA pada KEBENARAN ? 

Jalan Pintas Menuju Sukses Pelayanan

Pelayanan kepada Tuhan adalah upaya ketulusan hati kita yg berkolaborasi dengan kekuatan iman untuk meresponi anugerah Allah yg sangat amat tidak terbatas. Tidaklah cukup membangun iman dan pelayanan dengan pembenaran diri berdasarkan ayat-ayat Alkitab. Sebab pelayanan  yg tidak dibangun dengan konsep yg benar dan hati yang tulus, maka segala tindakan kita yang tampak benar dan suci justru dilakukan untuk mencobai Allah. 
Tidak efektif atau monotonnya dinamika pelayanan kita terjadi manakala, rintangan rintangan besar yg disembunyikan iblis, kita anggap sebagai hal wajar atau malah dianggap remeh!

Penundukan diri yang Mengubahkan Dunia

Persoalan terbesar yg dihadapi Juru Selamat dunia bukanlah saat memanggul salib sampai Golgota. Duduk persoalannya justru dimulai dalam pergulatan iman di Taman Getsemane. Pergumulan batin yang dialami Tuhan Yesus dalam kapasitas 100% manusia dan 100 % Allah di Taman Getsemani menjadi tonggak penentu  keberhasilan memikul salib.
Kedahsyatan seluruh penderitaan tergambar jelas mendampingi detik-detik berikutnya yg harus dilewati bagaikan masuk dalam lembah bayang-bayang maut yang begitu mengerikan. Hal ini yang membuat-Nya nyaris tak kuat menanggungnya sehingga Allah Bapa harus mengutus seorang malaikat untuk menopang kekuatanNya (Luk. 22:43).

Kebangkitan Kristus Membawa Jalan Baru

Jika Kristus yg kita percaya sebagai Tuhan dan Juru Selamat telah mati tidak mengalami kebangkitan, maka betapa merana, menderita bahkan malangnya nasib iman kristen menjadi agama rapuh tanpa masa depan. Namun realitanya kekristen mendapatkan kepastian yg kokoh bahwa Yesus sudah mati dan pada hari yg ketiga Dia sudah bangkit dari antara orang mati!
Apa relevansi kebangkitanNya dengan hidup kita saat ini ?

Senin, 04 April 2011

Ibadah yang Sejati

Kekristenan bukanlah kegiatan keagamaan atau praktek hidup kesalehan  yg dibatasi ruangan dan waktu yg sempit. Dimana dimensi keagamaan kita telah terformat dalam kegiatan kebaktian, dengan firman Tuhan, memuji Tuhan, memberi persembahan digereja. 
Lebih dari agenda keagamaan saja, kekristenan adalah praktek hidup yg terus menerus, memberikan hormat, pengabdian dan pengorbanan kepada Allah dimana dan kapan saja dengan kekuatan total.
Bagaimana kita dapat melakukakannya? 


Roma 12:1.
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”