Minggu, 12 Juni 2011

The Powerful of PRAY

Allah memberikan ruang komunikasi yg sama kapasitasnya kepada semua orang.  Telinga dan Tangan Allah siap menjangkau semua orang tanpa kecuali. Pribadi Allah terbuka untuk siapa saja dan  tidak berlaku secara selektif untuk orang atau kelompok tertentu saja. 
Kasih dan Kuasa Allah yg sangat besar tanpa batas adalah kebutuhan yg hendak disasarkan kepada semua orang. Namun hanya orang yg mengenal dan melakukan perintahNya saja yg tahu seni untuk MENGUBAHKAN SEGALA SESUATU YG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN.

Bagaimanakah caranya menikmati Kuasa Allah yg dahsyat menjadi kenyataan hidup?
Yakobus 5 : 16-18
........Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 
Doa-doa kita adalah potensi energi yg sangat besar, sungguh-sungguh dahsyat, sangat mujarab, bekerja secara efektif ,dan menjadi kenyataan yg mengubahkan.


 
Kata: "doa orang benar" disejajarkan dengan pengalaman nabi Elia yg berdoa secara spektakuler meminta hujan berhenti 3,5 tahun sekaligus minta hujan  turun lagi
.
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. (ayat.17)
 
Alkitab memotong argumentasi kita yg hendak mensahkan Elia sebagai orang yg luar biasa istimewa, perkasa, orang besar, orang suci yg hidup tanpa bercela bahkan akhir hidupnya pun tidak mengalami kematian.  
Namun bagaimanakah Allah menyebut Elia?
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita.
Pernyataan Allah ini sungguh melegakan semua orang, karena kita semua diberikan kesempatan sekaligus kepastian jawaban doa bukan karena status kita tetapi karena relasi kita kepada Allah.
Allah memberikan KESEMPATAN YG SAMA BESAR kepada semua orang untuk berdoa kepada Allah. Jawaban Allah tidak dipengaruhi oleh "siapa orangnya" tetapi bagaimana "hubungannya" dengan Allah.
Respon Allah terhadap doa-doa kita tidak dapat dipengaruhi oleh penguasaan teologia, keterlibatan aktif dalam pelayanan ataupun jabatan gerejawi yg kita sandang. Daya pesona kita kepada manusia sama sekali tidak dapat menyuap hati Allah untuk mengikuti kemauan doa kita. Karena semua orang dihadapanNya adalah SAMA, menjadi MANUSIA BIASA.

Jadi Doa yg sangat berkuasa itu dipropagandakan kepada kita tanpa kecuali,
Doa adalah kesempatan yg terbuka,
Doa adalah jalan keluar yg paling baik, 
Doa adalah sumber kekuatan yg mengubahkan, 
Doa adalah solusi yg paling mungkin dari segala daftar ketidakmungkinan.
Kualifikasi apa saja yg dibutuhkan untuk mengubahkan doa-doa kita menjadi kuasa yg mengubahkan?
1. Pastikan TUJUAN DOA kita adalah BENAR (ayat, 16b)
Kata: orang benar , bahasa Yunani:"dikaios" berarti:  orang yg mengamati hukum-hukum Allah atau orang yg menjaga perintah Allah.
Elia tidak sedang meratapi persoalan pribadinya, ia tidak sedang berkepentingan dengan kebutuhan pribadinya namun ia sedang dalam posisi bekerja menjalan perintah Allah. Karena bangsa Israel sedang dalam puncak perlawanan terhadap otoritas Allah; ( I Raja-raja 16 : 33)
Sesudah itu Ahab membuat patung Asyera, dan Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih   dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya

Apa keuntungan yg didapat dari hasil doa yg menghentikan hujan selama 3,5 tahun?
Terjadi kekeringan, gagal panen, kelaparan, kemerosotan ekonomi, penderitaan yg berdampak secara menyeluruh tidak terkecuali juga menyentuh Elia. Sampai Allah harus turun tangan memeliharanya secara spesial melalui burung gagak dan janda Sarfat untuk mengirim makanan.  ( I Raja 17 : 6; 17 : 10 )
Ini menjelaskan bahwa doa yg benar sangatlah jauh dari kepentingan ke-egoisan, pengumbaran keinginan liar atau hanya sekedar upaya melepaskan diri dari beban persoalan hidup.
Doa bukanlah melaksanakan kehendak manusia di sorga melainkan melaksanakan kehendak Allah didalam dunia.
Doa bukanlah upaya mendikte, memaksa, mengintervensi, merayu Tuhan untuk mengikuti kemauan kita. Namun doa adalah semangat untuk menyelaraskan kehendak Tuhan dalam hidup kita.
Doa yg benar adalah kolaborasi keyakinan kita yg bersedia bersedia menerima kehendak Tuhan dan taat melakukan perintah Tuhan, . 


Penerapan:
Tidak salah kita berdoa untuk kebutuhan dan persoalan pribadi namun jika materi dan sasaran doa kita didominasi untuk pemenuhan kepentingan diri sendiri saja, dan ini menjadi pola doa yg baku (tidak pernah berubah), Jelas menunjukkan mutu doa yg egois
Allah tidak pernah tertarik dengan kualitas doa yg didalamnya tidak memuliakan Tuhan dan menjadi saluran berkat bagi sesama.
Karena itu komposisi kuasa doa yg sangat besar kuasanya oleh Yakobus diletakkan sesudah kita mendoakan orang lain: orang yg sakit, yg menderita, mendoakan pelayanan dan kebutuhan jemaat. 
Jadi doa yg berpotensi besar mengubahkan adalah kualitas doa yg MEMBERKATI Tuhan, memberkati pekerjaan Tuhan dan memberkati orang lain.

Ilustrasi:
abad ke-19, F.B Meyer, pengkhotbah yang baik, menggembalakan sebuah gereja di kota London, namun gereja yang di-gembalakannya tak pernah bertumbuh. Karena saat itu  terdapat dua pengkhotbah besar di zaman itu: Charles Spurgeon dan Campbell Morgan. 
FB.Meyer berdoa, Tuhan, aku sudah me­ngabarkan Injil, memberitakan firman dengan sungguh-sungguh, mengapa gereja ini tidak kunjung berkembang? 
Suatu hari, Roh Kudus berkata padanya: "mengapa dirimu tidak mendoakan Campbell Morgan dan Charles Spurgeon, mereka juga hambaKu yang setia? 
Maka ia mulai mengubah pola doanya: "Tuhan berkatilah Campbell Morgan, Spurgeon yang membawa berkat besar bagi manusia, berkati gereja mereka, berkati pelayanan dan kehidupannya....."
Begitu dia mulai merubah komposisi doanya, sebagai hasilnya, Tuhanpun menurunkan hujan berkat bagi gerejanya.  Gereja bertumbuh dengan pesat, banyak jiwa-jiwa dimenangkan!
Dia beroleh pelajaran baru yg menjadi teladan bagi semua orang Kristen:
when you pray for oth­ers, you will be blessed. Ketika kita berdoa untuk orang lain, saat itulah kita diberkati.
Barangsiapa hanya mementingkan diri, bukan saja tidak menolong orang lain namun dirinya sendiri  juga tidak tertolong.


Saat kita berdoa; apakah kita dalam posisi melakukan Firman Allah atau sesuai dengan kehendak Allah, jika YA, pastikan bahwa doa kita memiliki kekuatan yg sangat besar untuk mengubahkan segala sesuatu.
 

2. Pastikan DASAR Doa kita berdoa adalah IMAN (ayat.16)
........Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Elia berani melakukan pekerjaan yg belum pernah ia kerjakan, Elia bersedia melakukan tindakan yg belum pernah ia lihat sebelumnya dan tanpa keraguan mempercayai segala sesuatu yg Allah perintahkan dengan tepat. itu adalah tindakan iman. (1 Raja-raja 17 :17)
Doa dengan iman adalah melepaskan  ketergantungan pada situasi atau realita  disekitar kita. Walaupun tidak kelihatan support (dukungan), kurang kondusif, bagai berjuang seorang diri atau bahkan seperti melawan arus mayoritas masih sanggup melihat eksistensi Allah yg nyata dalam doa-doa kita. tak peduli apa kata dunia.........................
Keberanian bertindak untuk mempercayai sesuatu yg belum tampak atau belum pernah terjadi bukan berarti kita mempercayai fantasi atau impian kosong dimasa yg akan datang.
Iman memang dasar yg kita pergunakan untuk mempercayai segala sesuatu diluar jangkauan logika manusia namun itu adalah fakta yg sungguh Allah sediakan bagi kita.
Doa dengan iman adalah transaksaksi pembayaran untuk menukar ketergantungan kita pada kekuatan manusia yg sangat terbatas dan mengisinya dengan kekuataan Allah yg maha dahsyat bekerja didalam hidup kita.

Penerapan:
Buanglah sejauh mungkin rumusan KETIDAK MUNGKINAN dalam diri kita, karena dengan iman kita boleh berdoa untuk menjelajahi segala potensi agung kemahakuasaan Allah yg melampaui segala akal manusia. 
Berhentilah untuk mengatakan: terlalu berat, jalan sudah tertutup, sudah kasep, tidak mungkin. Dalam kekristenan segala sesuatu adalah mungkin dan DOA adalah JALAN SATU SATUNYA untuk menuju KEMUNGKINAN TERBESAR dari Allah.
Ubahlah perspektif doa kita untuk melihat celah-celah kemungkinan yg pasti sanggup dikerjakan Allah. Pastikan doa kita adalah berdoa dengan iman!
ilustrasi:
Ketika perang Korea Utara dan Selatan bergejolak, dalam satu peristiwa Korea Selatan hampir jatuh ke tangan Komunis, Amerika bersama dengan 16 negara yang tergabung dalam United Nation datang membantu Korea Selatan.
Dalam satu pertempuran besar tentara Korea Utara di paksakan mundur oleh tentara sekutu, tempat itu disebut sebagai ‘Heartbreak Ridge’ (gunung kesedihan), karena di tempat tersebut terdapat banyak tentara-tentara dari kedua belah pihak yang mati tertembak. 

Seorang wartawan menuliskan, ada salah seorang tentara Amerika tertembak dan jatuh di suatu tempat. Tentara yang luka ini mengerang-ngerang kesakitan, tetapi tidak ada tentara lain yg berani menolongnya, karena situasi sangat berbahaya. 
Namun tampilah seorang tentara muda, yang sebentar-sebentar melihat pada jam tangannya. Ketika jam menunjukkan angka sembilan, maka tentara muda ini dengan berani keluar dari persembunyiannya, lalu belari menuju kepada tentara yang terluka parah tersebut. Ia berhasil menyelamatkan tentara yang luka berat tersebut.
Ketika komandan pasukan bertanya, “kenapa tidak ada yang segera menolong?” Lalu jawab tentara muda ini, “Sebelum saya berangkat dari rumah, ibu saya berjanji, akan berdoa untuk saya setiap hari pada pukul 9.00 pagi.”
Wooooooow, Besarnya iman anak muda terhadap kuasa doa memastikan keselamatan dirinya aman walau ditengah ancaman bahaya.

c. Pastikan DOA kita dengan KETEKUNAN (ayat.17)
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan

Kata: "sungguh-sungguh berdoa"  dalam bahasa Yunani kata ini berarti berdoa di dalam doa.
Walaupun Elia menerima firman nubuat bahwa Allah akan menurunkan hujan, namun firman itu harus ditindaklanjuti dengan berdoa kepada Allah, ia terus berdoa hingga hujan itu tiba. 
(1 Raja-raja 18:41-45).
Di Gunung Karmel, Elia terus menerus berdoa meminta hujan sampai hujan itu benar-benar turun. Ia sungguh-sungguh bekerja dalam doanya, ia sungguh-sungguh berupaya dalam doanya. Upaya doanya tidak dihentikan sampai Tuhan menjawabnya menjadi kenyataan .

Doa dengan tekun berbeda dengan doa yg bertele-tele (Matius 6:7)
Doa yg bertele-tele adalah doa yg fokusnya adalah KATA-KATA yg diulang-ulang seolah olah telinga Tuhan tidak peka dengan ungkapan doa kita. Doa bertele-tele menganggap Allah itu diam, tidak peduli, Allah dapat dipesona dengan kata-kata indah dan Allah dapat diluluhkan dengan kata yg panjang-panjang. Tuhan Yesus memastikan doa ini tidak akan didengar Tuhan.

Namun Doa yg tekun adalah doa yg fokusnya adalah TUHAN dimana iman dan pengharapan kita kepada Allah tidak akan bergeser sedikitpun dipengaruhi oleh keadaan , orang ataupun diri sendiri. Walaupun melalui masa penantian yg panjang dan melelahkan, walaupun Tuhan tidak bergegas menjawab seperti harapan dan kebutuhan kita. Doa yg tekun sanggup mempercayai bahwa segala perkara yg dikerjakan Allah adalah BAIK untuk kita dan bernilai kekal.
 
Dalam suatu peristiwa sebelumnya, nabi yang ternama ini juga berdoa dengan gigih dan sungguh-sungguh bahwa Allah akan memberikan hidup kembali kepada putra janda di Sarfat yang telah mati hingga Tuhan menjawab doanya (1Raj 17:17-23).

Kuasa DOA adalah kekuatan yg terbesar didunia ini!


Sejauh mana manusia menemukan kekuatan energi yg bekerja secara efektif?


Pada awalnya sejarah menunjukkan bagaimana manusia telah menemukan energi dari TENAGA MANUSIA , para budak di pekerjakan untuk semua kegiatan produksi, kemudian KUDA menjadi tenaga yg menggantikan tenaga gerak manusia ( tenaga kuda;PK), Lebih lanjut manusia menemukan turbin, satuannya HP (horse power), 1 hp kira-kira 750 watt. Berkembang menjadi DINAMIT dan TNT dan sekarang menjadi ENERGI TENAGA ATOM (sma)
Dengan materi yg praktis namun memiliki daya kerja yg sangat luar biasa. (high eksplosion)
Namun yg lebih besar dari tenaga atom adalah KUASA DOA. 
Ilustrasi:
Di Korea, setiap hari, paling sedikit ada lima belas gereja baru.
  • Tahun 1955, di Korea, terdapat 1 juta orang Kristen dan 4,000 gereja
  • Tahun 1965, di Korea, terdapat 2 juta orang Kristen dan 8,000 gereja
  • Tahnu 1975, di Korea, terdapat 4,3 juta orang Kristen dan 16,000 gereja
  • Tahun 1985, di Korea, terdapat 10 juta orang Kristen dan 32,000 gereja
  • Menurut sensus hari ini, terdapat 20 juta orang Kristen dan lebih dari 60,000 gereja. Jumlah penduduk Korea 40 juta orang. Dengan kata lain, separuh penduduk Korea Selatan adalah orang Kristen
Di Korea, orang-orang Kristen bangun pukul 4.00 pagi, dan berkumpul untuk berdoa pada pukul 4.30 pagi. Tidak perduli itu musim panas, musim dingin atau musim hujan. Setiap jumaat malam, mereka mempunyai doa semalam suntuk. Mereka mempunyai mountain prayer meetings; mereka mempunyai retreat prayer meetings centre dimana-mana; mereka mempunyai 7-hari pertemuan doa; mereka mempunyai 30- hari pertemuan doa; mereka mempunyai 40- hari pertemuan doa; mereka mempunyai 100-hari pertemuan doa; mereka mempunyai banyak tema doa dari pada tema program.
Kita tidak tahu kenapa orang Korea suka berdoa? 
Yang kita tahu, Tuhan melawat negeri ini melalui doa.

The Powerful of Pray  itu diberikan kepada kita semua tanpa kecuali jika:
1. Kita berdoa dengan tujuan yg benar
2. Kita berdoa dengan iman
3. kita berdoa dengan ketekunan
Pastikan konsep doa-doa yg sudah kita perbaharui mendarat menjadi kenyataan, Amin


God Bless U
by, Haris Subagiyo

Sabtu, 11 Juni 2011

Tiada Waktu Tanpa Bersyukur




Berawal dari mana kehidupan harus dimulai dan dengan bagaimana kehidupan terus dilanjutkan? Tidak akan terlepas sedetikpun dari sikap mengucap syukur yg pantas kita sampaikan kepada Allah. Kehidupan akan dimulai, dijalankan dan diakhiri dengan rangkaian ucapan syukur yg semakin hari semakin kuat dalam menanggapi karakter dan karya Allah.
Betapa pentingnya memahami dan mengaplikasikan ucapan syukur secara nyata dalam kehidupan kita seolah-olah menjadi thema central nafas kehidupan mereka yg percaya kepada Tuhan.
Ucapan syukur menjadi perkara yg sangat penting
Ucapan syukur bukan saja tidak boleh dilupakan tetapi tidak dapat kita hentikan derap langkahnya....
Ucapan syukur merupakan bagian hidup manusia, selama manusia masih bernafas ucapan syukur adalah bahasa dan gaya hidupnya..........
Ucapan syukur dikumandangkan bagi Allah dari selamanya sampai selama-lamanya

Eksposisi Mazmur 136 : 1 - 26



Kebenaran yg diungkapkan dari mazmur ini adalah fakta  kekekalan bahwa dari TUHAN saja eksistensi kehidupan berjalan.
  • Tuhan adalah sumber kehidupan
  • Tuhan adalah pusat kehidupan
  • Tuhan adalah tujuan dari kehidupan
Kasih setia Tuhan yg merambah masuk kedalam semua tatanan kehidupan, meyakinkan kita  bahwa tidak ada satu aspek kehidupan yg terlepas dari genggaman tangan Allah.
Mengucap syukur adalah respon yg seharusnya dikerjakan umat kepada Allah yg telah ber-relasi dan berkarya dalam hidupnya.
Kualitas ucapan syukur yg ditampilkan bukanlah ucapan bibir, kata-kata kosong yg tidak bermakna atau hanya mengikuti budaya kekristenan yg diajarkan untuk selalu reaktif bersyukur (latah) tanpa pengertian yg benar.

Bagaimana dinamika ucapan syukur yg seharusnya kita sampaikan kepada Allah?
diajarkan oleh Mazmur 136 :1-26


a. Bersyukurlah karena KEHADIRAN-NYA (ayat.1-3) (pribadi Allah)


Bersyukurlah kepada Allah segala allah...bersyukurlah kepada TUHAN segala tuhan....


Perbandingan yg tidak sepadan antara Allah dengan allah dan TUHAN dengan tuhan, adalah realita yg membenarkan iman kita kepada Allah dalam Tuhan Yesus adalah iman yg BENAR dan BERKUALITAS TINGGI.

Bangsa Israel tidak berani menyebut nama TUHAN dengan sembarangan, dengan sebutan JHWH  namun memanggilnya dengan sebutan YEHOVAH atau ADONAI artinya: YANG SENANTIASA ADA, yg selalu HADIR, yg terus BERBUAT, yg tidak pernah berhenti BERKARYA dan yg senantiasa BERTINDAK”. 

Kisah penciptaan yang tertulis di dalam mazmur ini merupakan ajaran yang menentang kepercayaan yang dianut oleh bangsa-bangsa di sekitar Israel. Pada saat itu seluruh bangsa di sekeliling Israel merupakan penganut agama  politeisme, ( menyembah lebih dari satu allah) Namun bangsa Israel diperintahkan untuk menyembah hanya satu Allah. 


Allah kita tidak punya referensi  perbandingan dengan lainnya. Sedemikian besar, agung, mulia dan perkasa Allah kita. Tetapi Dia tidak menganggap diri manusia sebagai ciptaan yg hina, justru Dia memberikan apresiasi besar kepada kita sebagai CIPTAAN YG SUNGUH AMAT BAIK.
terlepas dari kondisi kita saat ini, percayalah dan bersyukurlah bahwa Allah sangat menghargai hidup kita.
Untuk kitalah DIA selalu ada dan untuk diri kita DIA selalu berkarya ....


b. Bersyukurlah karena KASIH SETIA-NYA (ayat.1-26) (Karakter Allah)

bahwasanya untuk selama-lamanya KASIH SETIANYA........ 


Bagai tak dapat dihentikan ditengah jalan pengulangan ungkapan "bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya" terus menggelinding dari awal sampai akhir. Hal ini adalah ketegasan bahwa segala sesuatu dapat terjadi karena kasih setia-Nya yang menembus batas waktu, batas bangsa, dan batas alam.  Begitu besar, agung, mulia dan dahsyatnya Allah kita. Tiada allah lain, seperti Allah kita yang Maha Kuasa, Maha Besar, dan Ajaib.

Dialah Allah semesta langit yang layak menerima segala pujian, hormat, dan kemuliaan. dan Ucapan syukur. Terpujilah Allah................!
Kasih setia Allah bekerja sangat dinamis:
Allah tidak pernah tinggal diam walaupun hanya sejenak. Di dalam kasih setia-Nya, Allah menjadikan langit bumi serta segala isinya. Tak dibiarkan-Nya seluruh ciptaan terlepas dari pengendalian dan tatapan mataNya.
Kepada seluruh umat yg percaya  dinyatakan-Nya kuasa pembebasan dari perbudakan dengan manifestasi mujizat yg menggetarkan bangsa-bangsa..
Selama-lamanya Allah tak pernah berhenti berkarya dan bertindak. Itu sebabnya umat-Nya tak pernah kekurangan dalam tangan pemeliharaan-Nya. Kasih setia Allah yang dinamis membuahkan karya-karya ajaib dalam kehidupan manusia. walaupun dipadang gurun dan dihadang kepungan musuh Allah tetap berkarya membelanya.

Ia adalah Allah di atas segala allah, Tuhan segala tuhan, yang hakikat-Nya terangkum dalam sebuah sifat: kasih setia yg tak berkesudahan. 
Kontradiksi antara pembelaan dan pemeliharaan Allah terhadap bangsa Isarel yg dibalas dengan sikap bersungut-sungut, memberontak dan terus-menerus tergoda untuk menyembah berhala-berhala. ini sungguh terlalu....kebaikan Tuhan dibalas dengan kejahatan manusia.



c. Bersyukurlah karena PEKERJAAN-NYA (ayat.4-26) (karya Allah)


Jika kita melihat karya Allah dalam alam semesta, kita tidak dapat menahan diri untuk memuji Allah karena keindahan dan kemegahan buatan tangan- Nya. Bukan hanya dalam ciptaan, Allah juga bekerja dalam sejarah umat-Nya (ayat 10-22). 

Pemazmur memuji Allah dan bersyukur atas keajaiban yang Dia lakukan, terutama dalam penciptaan (ayat.5-9). 
Bersyukur karena Allah yang menjadikan langit dan menghamparkan bumi (ayat.5-6), 
Bersyukur karena Allah yang menjadikan benda-benda penerang di langit untuk menguasai siang dan malam (ayat.7-9). 
Kepercayaan masyarakat kuno waktu itu menyakini bahwa: matahari, bulan, dan bintang, adalah benda-benda yang dianggap memiliki kuasa ilahi dan harus disembah sebagai allah. 

Dengan menyatakan bahwa Allah-lah yang menciptakan benda-benda penerang itu, pemazmur menunjukkan bahwa Allah Israel lebih berkuasa daripada allah bangsa lain.

Perjalanan melintasi Laut Merah dan padang belantara merupakan peringatan sekaligus janji bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang sering kali umatNya bersikap bebal dan sering memberontak. 

Yang menarik dalam mazmur 136 ini terjadinya perubahan kata "ISRAEL"  menjadi kata "KITA'  (ayat 23). Apa relevansi dari transisi kata tersebut?
Artinya pemazmur hendak menjelaskan bahwa sejarah itu bukanlah sesuatu yang terjadi diluar jangkauan generasi kita atau tidak bersangkut paut dengan diri kita masa kini. Namun sejarah yg Allah kerjakan adalah  bagian kehidupannya kita sendiri, berlaku juga untuk masa kini. 
Iman kita kepada Allah tidak bicara mengenai masa lalu, tetapi iman kita kepada Allah beroleh kehidupan yang sungguh di masa sekarang ini. 


Maka, rasa syukur itu bukan hanya disebabkan Tuhan telah menolong bangsa Israel saja di masa lalu, namun karena pertolongan, pembelaan, penyertaan dan pemeliharaan Tuhan pun adalah karakteristik (watak) Allah sendiri yg tidak mungkin berhenti bekerja dari dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.


Mazmur yang dimulai dengan rasa syukur, karena sesuatu yang universal, dalam mengelola alam ciptaan, diakhiri juga dengan ungkapan terima kasih karena Allah adalah pemelihara segala makhluk. 


Bagaimana sikap kita harus bersyukur kepada Allah?


Kata “bersyukur” merupakan terjemahan dari kata “yadah” (yod-qames-dalet-qames-he) dalam bahasa Ibrani. Dalam definisi berbahasa Inggris, kata Ibrani “yadah” tersebut memiliki banyak terjemahan selain bersyukur atau memuji, seperti: melempar, meruntuhkan, menjatuhkan, menembak, mengaku, dan memberi terima kasih.

Apa arti kata “bersyukur” tersebut ditinjau dari tulisan Ibrani kuno? Untuk mengetahui makna kata itu, kita dapat menelusurinya dari akar katanya. Akar kata “yadah” adalah “y-d” (yod-dalet), yang dalam tulisan Ibrani kuno berupa gambar (piktograf) “tangan” dan “pintu”. Tangan  adalah bagian tubuh yang memampukan seseorang melakukan banyak pekerjaan. Sedangkan pintu adalah bagian tenda yang memungkinkan penghuninya bergerak keluar-masuk tenda. Dengan demikian gabungan dua gambar tersebut berarti “tangan aktif bekerja”.

Aksara Ibrani Kuno :


Image
ImageImage

Dari kanan ke kiri:

Aksara YOD adalah gambar tangan, DALET adalah gambar pintu; HE adalah gambar orang berdiri.

Sesuai dengan bentuk aksara dari zaman kuno itu, kata
ידה - YADAH memiliki tiga makna utama, melemparkan sesuatu, mengucap syukur, dan membuat pengakuan. 

Kata “bersyukur” banyak digunakan dalam Kitab Mazmur dikaitkan dengan berbagai hubungan:
Dalam Mazmur 136, Penulis Mazmur mengaitkannya  “alasan” bersyukur, 
a.Bersyukur karena Pribadi Allah
b. Bersyukur karena Karakter Allah
c. Bersyukur karena Karya Allah: yg perbuatan Allah yg ajaib, kebijaksanaan Allah, peciptaan dan pemeliharaan alam semesta, pembelaan Allah kepada umatNya

Semua ungkapan “bersyukur” tidak pernah terlepas dari SIKAP atau TINDAKAN yg dinamis atau aktif bekerja. 
Jadi ucapan syukur bukanlah lekak-lekuk ucapan bibir untuk mempesona hati Tuhan.
Ucapan syukur kita bukanlah pujian yg hampa tanpa dorongan kasih dan kerelaan.
Ucapan syukur yg sesungguhnya adalah respon pengertian kita yg benar untuk tidak menuntut Allah memberi, bertindak, bekerja untuk kepentingan diri kita Namun merupakan upaya kita untuk memberi, memberkati, menyampaikan kasih, melayani dan bekerja untuk Tuhan

Bukti kita  senantiasa bersyukur adalah kerelaan hati  yg setiap hari terus bergiat untuk kita melayani Tuhan, memiliki semangat yg terus berkobar merespon panggilanNya dan tak mudah patah ketika kondisi kurang mendukungnya.
Tanda kita mengucapkan syukur adalah dengan kesetiaan memberikan hidup kepada Tuhan dengan hati yg penuh kasih.
Kualitas ucapan syukur kita kepada Allah tercermin dari BERAPA BANYAK yg sanggup kita berikan kepada Tuhan bukan dari BERAPA BANYAK yang kita dapatkan kita tuntut dari Allah.


JIka orientasi kehidupan kita adalah Tuhan..
Tak akan pernah kita mampu menahan ucapan syukur kepadaNya 
Mengucap syukurlah senantiasa dalam segala hal........................
karena dari Dialah kita ada, oleh Dialah kita dicinta dan kepada Dia sajalah kita menyembahNya. Amin

God Bless You all

by Haris subagiyo
Redaktur GRACIA MINISTRY http://graciaministry.blogspot.com




Menjadi Penyanggah Pertumbuhan Gereja

Berdirinya gereja Tuhan tidak selalu dimulai dari gerakan-gerakan spektakuler yg dikendalikan dari atas mimbar, yg dikobarkan oleh hamba Tuhan dengan reputasi yg membumi, ditambah dengan dukungan melimpah dari sejumlah pengikut yg tak terhitung.
Nama besar, pengaruh kekuasaan dan kekuatan manusia seringkali dianggap sebagai bagian yg tidak mayor dalam pertumbuhan gereja. Karena Roh Kudus adalah sumber yg menggerakkan sejumlah orang yg mau bekerja dengan rendah hati, tulus dan rela berkorban berfokuskan kemuliaan Tuhan. 
Barnabas adalah bukti catatan Alkitab: yg namanya tidak berkibar setenar Yohanes, Petrus dan Paulus namun kinerjanya telah membidani lahirnya jemaat Kristen yg pertama kali dan melambungkankan nama Paulus sebagai rasul besar yg dipercaya Allah penulis sebagian besar kitab Perjanjian Baru.
Barnabas merepresentasikan kedewasaan sikap dan karakter yg seharusnya dimiliki gereja masa kini
Bagaimana aksi nyata Barnabas dalam pertumbuhan gereja perdana?
1. Memiliki PERSPEKTIF IMAN yg MURNI ( Kisah Rasul 4: 36-37 )
........karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa 4:35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya 4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas,   artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. 4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki   rasul-rasul.  
Banyak orang percaya Tuhan yg bergairah menjadi dermawan didalam gereja perdana memberikan hartanya bagi pekerjaan Tuhan namun identitas mereka tidak disebutkan secara personal oleh Alkitab.
  • Alkitab hanya mencatat satu nama penderma yg istimewa yaitu Yusuf (mendapatkan award). Nama Yusuf dikontraskan dengan sikap Ananias dan Safira yg memberikan persembahan kepada Tuhan secara tidak jujur (mendapatkan hukuman). Menjelaskan pengakuan gereja perdana kepadanya sebagai apresiasi besar terhadap keteladanan Yusuf yg memiliki kualiafikasi sikap berbeda dengan yg lain, karena Yusuf memberikan persembahan bagi pekerjaan Tuhan sebagai ekspresi iman yg jujur.
  • Rasul-rasul menambah identitas baru nama Yusuf menjadi Barnabas. Nama aslinya adalah Yusuf yg artinya: penyelamat namun karena karakternya yg sangat menonjol dalam menopang pekerjaan Tuhan maka para rasul memberikan nama tambahan kepadanya yaitu BARNABAS yg berarti: anak penghiburan. Gereja perdana harus mengakui pengaruh kehidupan Barnabas karena merasa banyak diberkati, ditopang, dikuatkan oleh sikap dan karakter Barnabas.
Melihat kualifikasi IMAN YG MURNI dalam diri Barnabas menjadikan gereja tidak merasa bekerja seorang diri namun ditopang dengan tidak tangung-tanggung oleh pribadi yg dewasa karakternya. Ketika Barnabas berbicara maka perkataannya menciptakan atmofsfir iman yg membangun, menguatkan, menghiburkan dan mendayagunakan orang lain. Dan ketika ia bertindak maka semua orang dapat melihat dampak pemberiannya yg tulus sehingga menjadi daya tarik orang lain untuk percaya kepada Kristus. 
Betapa pentingnya peranan orang-orang yg memiliki kualitas iman yg murni bekerja membangun gereja Tuhan!
Gereja masa kini sesunggunya membutuhkan figur yg bersedia menaklukkan keakuan dan pementingan diri sendiri dibawah otoritas Kristus. Gereja Tuhan membutuhkan pribadi-pribadi yg bekerja dengan spirit memberi , melayani dan mengabdi tanpa pamrih untuk kepentingan kerajaan Tuhan yg kekal bukan untuk membangun kerajaan sendiri selama didunia ini. 
Gereja Tuhan membutuhkan orang-orang yg berani bertindak secara nyata dan tulus iklas dengan konsekuansi pengorbanan yg besar .
Gereja membutuhkan pribadi yg lebih dari sekedar aktivis gereja yg memiliki jabatan Pendeta atau gembala jemaat, 
Gereja Tuhan memang membutuhkan investasi material dan kematangan sumberdaya namun eksistensi gereja untuk mencapai keagungan pelayanan tidak dapat ditopang hanya oleh para penderma yg memiliki kemapanan ekonomi dengan tingkat intelektual tinggi yg bekerja aktif didalamnya . Gereja yg sehat membutuhkan pribadi-pribadi yg berkarakter unggul dengan  memiliki kualitas iman yg murni didalam hatinya. Jika bukan kemurnian, kejujuran dan kerelaan hati yg mendominasi gereja pastilah pementingan diri sendiri dan kecurangan yg sedang mencari jalan untuk merusak.
2. Memiliki PERSPEKTIF IMAN yg CERDAS (kisah Rasul 9 : 26 - 27)
9:26 Setibanya di Yerusalem  Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. 9:27 Tetapi Barnabas  menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia  dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.
Latar belakang Saulus yg menjadi dalang dan pelaku penganiayaan pengikut Kristus, masih meninggalkan trauma dan ketakutan para murid Tuhan saat itu. Sehingga tidak mudah menerima kehadiran Saulus dalam komunitas murid Kristus. Pertobatan Saulus yg telah diubahkan total oleh Tuhan  realitanya mengalami penolakan oleh murid-murid Tuhan. Ini sangat menyakitkan bagi petobat baru!
Sementara mereka tidak percaya , menaruh kecurigaan besar, takut menerima bahkan menolak kehadiran Saulus justru Barnabas tampil kedepan untuk MENERIMA dan MEMBAWANYA kepada para rasul. Sikap yg tidak populer karena melawan logika dan situasi psikologi manusia.
Barnabas memiliki perspektif iman yg cerdas untuk melihat realita secara obyektif, berpikiran positif dan kontruktif.: Perhatikan argumentasi Barnabas memaparkan bukti-bukti yang dapat dipercayai oleh semua orang.
  • Saulus melihat Tuhan di tengah jalan , (menujukkan bukti visual)
  • Tuhan berbicara dengan dia, (menujukkan bukti verbal) 
  • bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. (menunjukkan bukti perubahan nyata)

Wawasan teologia jemaat perdana memang tidak selengkap jemaat masa kini, yg dapat mempercayai konsep II Korintuss 5 : 17 secara mudah.
" Jadi barangsiapa ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yg lama sudah berlalu, sesungguhnya yg baru sudah datang."
Namun Barnabas sanggup melihat cara pandang Allah untuk menanggapi panggilan Saulus secara benar. Itu menunjukkan kecerdasan imannya didalam Tuhan.
Panggilan Allah kepada Saulus menjelaskan bahwa Allah dapat memakai siapa saja orangnya tanpa memandang latar belakang, kebejatan moral, kebodohan atau segudang dosa yg pernah diperbuatnya.
Allah secara mutlak dapat memilih siapa saja, Allah bersedia menerima, Allah sanggup mengampuni dan Allah dapat memakai semua orang tanpa terkecuali sebagai alatNya tanpa meminta pertimbangan manusia.
Bagaimana mungkin kita manusia ciptaan Allah berani membuat aturan sendiri untuk menolak orang yg sudah diubahkan Allah?
Kebesaran hati Barnabas meneladankan sikap Kristus yg bersedia: mengampuni, melupakan kesalahan, tidak memandang rupa, bekerja bersama untuk memperluas Kerajaan Allah.
Pastinya, tanpa dukungan Barnabas tidak akan pernah lahir Paulus yg menjadi rasul Yesus Kristus dan penulis sebagian besar kitab Perjanjian Baru .
3.  Memiliki PERSPEKTIF IMAN yg KONSTRUKTIF (Kisah rasul 15 : 37-38)
Barnabas dan Paulus adalah team pelayanan yg solid, dimana Yohanes Markus juga terlibat didalamnya . Dalam perjalanan pekabara Injil yg pertama Yohanes Markus serta merta memutuskan diri untuk meninggalkan pelayanan sementara berada di Pamfilia. ( Kisah rasul 13:13)
Paulus menolak dengan tegas kehadirannya, karena pembelotannya untuk tidak melanjutkan pelayanan saat di Pamfia tidak dapat dianggap kesalahan remeh, ini adalah problem serius, dosa besar dalam pelayanan  sehingga ia tidak melibatkan dalam perjalanan misi yg berikutnya.
Namun Barnabas masih berharap dapat melibatkan Markus dalam pelayanan,
15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus  15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka   di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.
Barnabas bukanlah orang yg kompromis terhadap dosa, ia bukanlah orang yg tidak selektif dalam melibatkan orang dalam pelayanan. Sejarah mencatat tanpa ragu integritasnya. (Kisah Rasul 11:24) karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

Jadi apa logika berpikirnya Barnabas sehingga tetap bersikukuh melibatkan Markus dalam pekerjaan Tuhan?
Realita tidak selalu menunjukkan POTENSI yg sebenarnya dalam diri seseorang. Selalu ada HARAPAN terjadinya PERUBAHAN dalam diri seseorang yg hancur sekalipun.
Penerimaan diri Yohanes Markus dalam pelayanan bukanlah kasus nepotisme, walaupun kenyataannya Markus adalah kepokannya. 
Lebih dari sekedar berpikir positif, Barnabas berani mendemostrasikan kecerdasan imannya untuk memandang bahwa SELALU ADA HARAPAN PERUBAHAN didalam Tuhan.
Kegagalan seseorang bukan akhir dari masa depan, terpukul jatuhnya seseorang bukanlah kematian selamanya. Pengalaman kegagalan atau kekalahan adalah dinamika alami manusia supaya kita menyadari kelemahan diri dan semakin banyak belajar dari Allah yg menjadi sumber pertolongan tiada batas.
Lebih mudah untuk menjatuhkan sanksi hukuman dari pada memberikan solusi masa depan!
Barnabas melihat potensi harapan besar , berpikir jauh kedepan dan memberikan kesempatan yg kedua kepada Yohanes Markus.
ini adalah standar harapan yg harus dimiliki oleh mereka yg berperan besar dalam pemimpin jemaat.
Sebagai hasilnya, Yohanes Markus bukan saja sukses dalam pelayanan namun ia juga dipercaya Allah untuk menulis 16 pasal Injil Markus dalam Perjanjian baru serta Rasul Paulus dengan ksatria harus mengakui bahwa Yohanes Markus adalah seorang hamba Tuhan yg sangat penting peranannya, sangat menguntungkan dan memberkati dunia sampai sekarang ini.
Perubahan Besar tidak dimulai dari tindakan orang yg besar bahkan lebih banyak dimotori dari balik layar, ini adalah karya terbaik Barnabas, orang yg tidak mudah terbawa arus, berpendirian teguh terhadap kebenaran, tidak gampang putus asa dengan kegamangan persoalan. Bahkan  Ia selalu berpikir jauh kedepan melewati realita buruk, melihat potensi besar, melihat harapan baru, menatap masa depan cerah sementara orang lain menganggap sebagai kegagalan serius dan kehancuran total.
Gereja Tuhan masa kini membutuhkan tiang penopang seperti Barnabas!
Untuk saya dan Saudara keteladanan Barnabas ditujukan.
Menjadi tiang penyangga pertumbuhan gereja bukanlah pilihan , bukan impian atau rancangan masa depan kita.
Menjadi tiang penyangga pertumbuhan gereja adalah bagian hidup kita, tanggungjawab kita, visi kerja kita dan sukacita kita SEKARANG INI dan SETIAP HARI.
Just Do It Now............................... GOD BLESS U......
By; Haris Subagiyo

Kamis, 09 Juni 2011

Karya Gereja Di-tengah Dunia



Studi Kisah Para Rasul 3 : 1 - 10

Peristiwa Pentakosta yg mengubahkan spiritual para murid dengan gaya hidup yg dipenuhi Roh Kudus, sekaligus melahirkan gereja Tuhan di muka bumi ini tidak boleh berhenti pada sikap eksklusif  atau hanya enjoy  dengan felowship kelompok  sendiri.
Bukan peristiwa yg terjadi secara kebetulan sejak pertama kali gereja berdiri menyasar pada kesembuhan secara spektakuler orang lumpuh didepan gerbang Indah sebagai manifestasi kerja pertama kali gereja ditengah dunia nyata.. 

Apa pentingnya pengalaman Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang lumpuh dalam konteks peranan gereja masa kini? 

Rabu, 08 Juni 2011

Investasikan Seluruh Talenta untuk Keabadian


Pentingnya mengelola dan mempertanggung jawabkan kapasitas diri untuk Tuhan adalah prioritas bahkan tujuan dihadirkannya iman kristen dalam dunia, Namun dalam aplikasinya kita malah memisahkan hanya sebagai usaha yg terbatas membangun "motivasi dan inpirasi"

Kerja keras kekristenan sering menyasar pada obyek yg tidak penting bahkan menjadi kehilangan MUTU yg esensial karena INVESTASI yg Allah tanamkan dalam diri kita hanya kita nikmati, kagumi dan banggakan namun tidak berdaya guna bagi kemajuan kerajaan Sorga.
Bagaimanakah SIKAP dan USAHA kita merespon anugerah Allah menjadi terkelola cantik, efektif dan bernilai abadi?

Senin, 06 Juni 2011

Sukacita Hari Pentaskosta



Makna “Shavuot” dan Pentakosta 
Bagi umat Israel, hari raya  Pentakosta disebut dengan “Shavuot”. Perayaan hari raya Pentakosta tersebut dilaksanakan pada hari keenam di bulan Sivan yaitu sekitar akhir bulan Mei dan awal bulan Juni. (Nisan • Iyar • Siwan • Tamus • Ab • Elul • Tisyri • Markhesywan • Kislew • Tebet • Syebat • Adar)
Semula umat Israel merayakan hari raya Pentakosta untuk memperingati peristiwa turunnya Taurat yang diwahyukan oleh Allah kepada Musa di gunung Sinai. 
Kemudian Pentakosta dirayakan oleh umat Israel sebagai pengucapan syukur atas hasil panen gandum; yang mana pengucapan syukur tersebut dirayakan selama 7 minggu. Dengan demikian hari raya Shavuot atau Pentakosta merupakan kesempatan umat Israel untuk mempersembahkan persembahan sulungnya berupa gandum, roti dan buah-buahan di Bait Allah. 

Rabu, 01 Juni 2011

DIUBAHKAN dari KEBAIKAN menuju KESEMPURNAAN


Standar normatif manusia hidup adalah : "menjadi orang baik". Namun rancangan Allah bagi manusia tidak terbatas membawa manusia berhasil melakukan KEBAIKAN saja. Allah tidak puas dengan kinerja baik atau berhenti pada prestasi menjadi baik . Allah akan terus bekerja memindahkan kita sampai menuju KESEMPURNAAN. sanggup bersinar mengekspresikan kehidupan yg agung, mulia dan  berkenan  dihadapan Allah.
Thema central yg diusung Tuhan Yesus dalam misinya kedunia ini, dapat dirangkum dengan satu kata: " transformasi" Terjadi perubahan, peningkatan kualitas hidup, berpindahnya kualitas kehidupan menuju pada tata nilai yg bermutu tinggi. 


Apa relevansinya perayaan Kenaikan Tuhan Yesus kesorga dengan realita hidup kita saat ini?.

Minggu, 15 Mei 2011

Membangun kerajaan sendiri dalam Kerajaan Allah


Tidak ada yg salah dengan kemakmuran yg dapat dinikmati dalam pelayanan. Tercapainya keberhasilan akademis, sehat, popularitas kepemimpinan, kekayaan material yg kokoh adalah kompensasi yg wajar dari prestasi keberhasilan dalam pelayanan. Namun menjadi seorang hamba Tuhan seharusnya berorientasi pada habitatnya sebagai hamba (budak/doulos). Orang yg mendedikasikan diri untuk bekerja tanpa syarat dan tidak punya HAK apapun atas diri sendiri. Namun sering kali bukti kerja keras , upaya kesalehan yg dibangun bahkan pengorbanan kita sebagai hamba Tuhan mengubah derajat karakter kita sebagai orang yg BERHAK mendapatkan AWARD  yg ideal bahkan tidak sepantasnya diperlakukan oleh keadaan, orang atau Tuhan dengan kondisi yg menyedihkan.
Kerajaan kenyamanan sering kita dirikan sebagai tuntutan kontribusi atas upaya-upaya logis dari pelayanan yg sudah kita kerjakan, sebagai hasilnya: KENYATAAN menjadi bertabrakan dengan HARAPAN.
Inilah realita pergumulan yg kita hadapi dalam menyatakan spiritualitas iman kepada Allah

Sabtu, 14 Mei 2011

Jejak kaki.


Pada suatu malam ada seseorang bermimpi. Ia bermimpi bahwa ia sedang berjalan di sepanjang pantai bersama dengan Tuhan. 

Di langit terlihat adegan-adegan dalam hidupnya. Untuk setiap adegan, ia memperhatikan ada dua pasang jejak kaki di pasir: satu pasang adalah miliknya dan yang lain adalah milik Tuhan.

Berhentilah Meratapi Kelemahan Diri



Kita mungkin akan merasa geli bila memperhatikan cara terbang loons, sejenis burung penyelam yang banyak terdapat di Danau Piatt, di semenanjung atas Michigan. Amerika Utara dan selatan Eurasia. Loon seukuran bebek besar atau angsa kecil, yang terkadang terlihat mirip dengan kedua jenis binatang itu ketika mereka berenang. Mereka terbang setengah berlari sepanjang beberapa ratus meter di permukaan air sampai akhirnya mereka mencapai kecepatan yang cukup untuk terjun ke dalam air. Ternyata hal ini terjadi karena burung loons memiliki tulang-tulang yang lebih keras dibanding burung lainnya. Berat badan mereka yang besar turut membuat mereka sukar untuk langsung terjun ke dalam air.

Kamis, 05 Mei 2011

Bekas Luka yang menjadi Tanda Kasih

Memori kehidupan tak selamanya terbingkai menjadi kenangan indah, yg menguatkan dan mengubahkan. Bahkan kadang munculnya memori masa lalu seolah-olah membuka luka lama yg tak mungkin terobati.  Seribu dendam masih tersimpan, letupan kemarahan tak lagi terkendali dan siksaan batin kembali menekan.

Manusia tak mudah menghapus memori masa lalu tetapi kita dapat mengantikan materi memori masa lalu dengan pengalaman yg baru. Bekas-bekas lukapun dapat kita ubah menjadi kekuatan yg melahirkan manfaat besar.
Mungkinkah memori kelam diubahkan menjadi harapan, sukacita dan kekuatan menata masa depan?

Yohanes. 20:20 

Selasa, 03 Mei 2011

Kecakapan Mengelola Goncangan Kehidupan



Realita kehidupan bersama Kristus bukanlah model kehidupan yg serba bisa dan serba beres bagai berjalan lurus di jalan bebas hambatan. Kuasa Kebangkitan Kristus bukanlah jaminan yg memanjakan kita tidak lagi terseret oleh berbagai persoalan hidup yg wajar ditengah konflik ekonomi, sosial dan budaya. Iman kristen bukanlah demontrasi meliak-liuk kepiawaian menghindari sentuhan persoalan sehari-hari. Goncangan kehidupan masih tetap ada.....!
Perbedaannya adalah:  kita yang mengalami kuasa kebangkitan Kristus akan semakin menemukan landasan hidup yang rasional dan bertanggungjawab kepada Allah walaupun harus mengalami kontraksi kehidupan. 

Minggu, 01 Mei 2011

Mengubahkan ORANG BIASA jadi LUAR BIASA

Dalam perspektif manusia: adalah kekeliruan jika melibatkan orang-orang yg miskin kecakapan untuk terlibat dalam pekerjaan besar dalam skala luas dan bernilai abadi. Sangat tidak profitable memberi kesempatan mereka yg tidak terbukti kompeten untuk dipercaya dalam pelayanan. 
Dalam perspektif Allah: justru karena Kebodohan dan Kehinaan kita, menjadi latar belakang Allah melibatkan kita berkerja dalam proyekNya. Orang-orang yg tidak punya HAK untuk merasa pantas dipakai sebagai alatNya, orang biasa, tidak diperhitungkan, lemah dan tidak berpengaruh. 
Tetapi mengapa Allah tetap memberi kepercayaan kepada kita untuk bekerja diladangNya?