Sabtu, 27 November 2010

Obama: Mengapa Saya Kristen


ALBUQUERQUE, KOMPAS.com — Sebuah acara yang dirancang untuk diskusi mengenai masalah perekonomian berubah menjadi acara yang membahas masalah pribadi, Selasa (28/9/2010). Hal itu terjadi ketika seorang perempuan menanyakan kepada Presiden AS Barack Obama tentang iman Kristen dan pandangannya terhadap aborsi.

Pertanyaan itu mencuat pada sebuah pertemuan bergaya balai kota di halaman sebuah rumah di Albuquerque, AS, sebagai bagian dari pendekatan publik Obama untuk menjelaskan kebijakannya dan dalam rangka kampanye Partai Demokrat untuk pemilu kongres pada November mendatang.

Setelah sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa hanya sepertiga dari orang Amerika yang dengan benar mengidentifikasi Obama sebagai seorang Kristen, Presiden memberikan tanggapan pribadi, sebagai orang dewasa, dalam percakapan itu. Ia juga memaparkan tentang bagaimana tugas pelayanan publiknya menjadi bagian dari praktik imannya.

"Saya seorang Kristen karena pilihan," kata Obama memulai jawabannya, dengan tetap berdiri di bawah terik matahari, ketika ditanya mengapa ia menjadi seorang Kristen. "Saya memeluk iman Kristen belakangan, dan itu karena ajaran Yesus Kristus yang berbicara kepada saya tentang kehidupan yang ingin saya lakoni," kata Obama seperti dikutip CNN. "Menjadi pelindung bagi saudara dan saudari saya. Memperlakukan orang lain sebagaimana mereka akan memperlakukan saya. Dan saya pikir, juga memahami itu, bahwa Yesus Kristus wafat untuk dosa-dosa saya, berbicara dengan kerendahan hati bahwa kita semua harus berlaku sebagai manusia."

Ia melanjutkan, "Manusia penuh dosa dan makhluk tak sempurna yang membuat kesalahan dan memperoleh keselamatan melalui kasih karunia Allah." Ia menambahkan, "Kita juga dapat melihat Tuhan pada sosok orang lain dan melakukan hal terbaik kita untuk membantu mereka menemukan kasih karunia mereka sendiri."

"Jadi, itulah yang berusaha saya lakukan," kata Obama. "Itu yang saya panjatkan dalam doa untuk saya lakukan setiap hari. Saya pikir tugas pelayanan publik saya adalah bagian dari upaya itu, untuk mengungkapkan iman Kristen saya."

Pada saat yang sama, Obama menekankan keyakinannya bahwa kebebasan beragama adalah bagian dari kekuatan penting Amerika Serikat. "Ini merupakan sebuah negara yang masih didominasi Kristen, tapi kita punya orang-orang Yahudi, Muslim, Hindu, ateis, agnostik, Buddha dan lain-lain," katanya. Ia menambahkan, "Jalan rahmat mereka (warga non-Kristen) adalah salah satu yang kita harus hargai dan hormati sebagaimana keyakinan kita sendiri, dan itulah yang menjadikan negara ini seperti apa adanya saat ini." 

Penanya yang sama juga menanyakan tentang peraturan aborsi dini dan aborsi saat usia kandungan sudah tua, yang menjadi isu politis dalam perdebatan aborsi. Obama menjawab, aborsi harus menjadi sesuatu yang "aman, legal, dan langka" di Amerika. Ia pun menambahkan bahwa keluargalah, bukan pemerintah, yang harus membuat keputusan tentang hal itu.

Pada tanggal 19 September, Obama secara terbuka menghadiri kebaktian di gereja untuk pertama kalinya dalam hampir enam bulan sejak keluarga itu bergabung dengan kebaktian pada pukul 09.00 di Gereja St John Lafayette Square, sebuah kongregasi Episkopal yang terletak sekitar satu blok dari Gedung Putih. Keluarga itu duduk beberapa baris dari altar, di antara sekitar 40 anggota jemaat. 

Sebagai informasi, sebuah survei yang dilakukan pada akhir Juli dan awal Agustus oleh Pew Forum tentang Agama dan Kehidupan Publik menunjukkan, hampir satu dari lima orang Amerika percaya bahwa Obama seorang Muslim. Angka itu naik dari sekitar satu dari 10 orang Amerika yang mengatakan ia Muslim pada tahun lalu. Jumlah orang Amerika yang menyatakan ragu-ragu tentang agama sang Presiden jauh lebih besar dan terus bertumbuh, termasuk di antara basis politik Obama. Sebagai contoh, kurang dari setengah dari pendukung Demokrat dan Afrika-Amerika saat ini mengatakan, Obama seorang Kristen.

Menurut survei Pew yang dirilis bulan lalu, sebagian besar dari mereka yang berpikir Obama seorang Muslim adalah pendukung Republik. Namun, jumlah kelompok independen yang percaya dia Muslim telah berkembang secara signifikan, dari 10 persen tahun lalu menjadi 18 persen pada musim panas ini. Pada Maret 2009, 36 persen orang Afrika-Amerika mengatakan, mereka tidak tahu apa agama Obama. Sekarang, 46 persen warga Afrika-Amerika mengatakan mereka tidak tahu.

Sumber : kompas.com

Penampakan Tuhan Terekam Google Street



BERN - Fenomena aneh dan langka berhasil direkam oleh Google Street View. Layanan pencitraan digital tersebut menangkap gambar yang diklaim sebagai penampakan Tuhan.

Gambar yang berbentuk bayang-bayang tersebut nampak menggantung di udara, tepat di sebuah danau di Quarten, Swiss. Pertama kali gambar 'Tuhan' ini dipublikasikan oleh blog bertajuk Gawker. Demikian yang dilansir Sydney Morning Herald, Kamis (21/10/2010).

Meskipun gambar yang ditemukan oleh blog Gawker diklaim sebagai Tuhan, namun banyak juga yang meyakini kalau gambar tersebut adalah hasil dari beberapa jenis distorsi cahaya atau flare lensa.

"Apakah bayangan itu seperti sesuatu pada lensa kamera atau memang ada penampakan Tuhan? Bisa jadi Tuhan itu merupakan sejenis kosmik metafisik," tulis sang empunya blog.

Tidak hanya sekali ini saja, Google Street View sempat menangkap banyak gambar aneh selama beberapa tahun terakhir. Sebagian besar telah melibatkan orang-orang yang nyata melakukan sesuatu yang tidak biasa, seperti tidur di selokan, penampakan Yesus, UFO berbentuk tang besar. Yang paling mengejutkan ini adalah penemuan terbaru dari mayat yang ditangkap oleh kamera Street View di Brasil.

Pada tahun 2006 spotters Google Earth melaporkan adanya penemuan mobil terbang di Perth dan tidak lama setelah itu, sebuah lanskap buatan manusia yang tidak biasa di daerah terpencil China ditemukan. Google sendiri menolak mengomentari penampakan Tuhan di danau Swiss itu.

Sumber : www.okezone.com

Gelandangan Kembalikan Tas Berisi Rp 30 Juta Temuannya

Seorang gelandangan menemukan tas ransel berisi uang 3.300 dolar AS atau sekitar Rp 30 juta memutuskan untuk melacak dan mengembalikan kepada pemiliknya.

Gelandangan di Arizona itu bernama Dave Talley (49) menemukan tas rangsel di stasiun kereta api listrik di kawasan Tempe, Arizona.

Diketahui, Talley sudah menjadi gelandangan sejak 11 tahun silam setelah SIM-nya ditilang polisi usai kecelakaan hingga membuat punggungnya cidera gara-gara mabuk. Sejak 2003 dia memutuskan untuk tidak minum miras lagi.

Padahal saat ia menemukan tas ransel itu, uang di sakunya pas habis untuk membeli sparpart sepeda di bengkel. Hampir saja ia tergoda untuk menyimpan uang ribuan dolar itu.

Tapi berkat keteguhan jiwanya, ia mencari tahu siapa pemilik tas rangsel berisi uang itu berdasar sebuah flash drive atau USB yang ditemukan juga dalam tas. Ternyata dari situ ia mengetahui biodata pemilik, yang kemudian menelusuri mencari untuk menyerahkan tas itu kepadanya. Luar biasa, ini bukan film atau novel melainkan kenyataan.

Dalam waktu 5 hari akhirnya ketemu dengan pemilik bernama Bryan Belanger, seorang mahasiswa Arizona State University.

Betapa gembira si mahasiswa itu setelah tasnya hilang selama 5 hari. Ia pun segera memberikan hadiah uang yang tidak memberitahukan jumlahnya. Uang itu semula untuk menambah biaya beli mobil buat transportasi kuliah.

Anehnya, Talley menolaknya dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukan tulus dan uang itu bukan haknya.

Mahasiswa itu tersinggung, dan segera menepon ibunya untuk membujuk dan mencaritahu keberadaan Talley si tuna wisma yang biasa mangkal di stasiun.

"Ini adalah kejadian aneh dalam hidup saya. Saya pikir ini benar-benar pelajaran untuk menjaga iman," kata Belanger dikutip dailymail (20/11).

Ibu Belanger kemudian menemui si Talley dan hendak memberikan hadiah serta ucapan terimakasih. Lagi-lagi Talley menolaknya dengan santun. Sikap itu telah membuat ibu Belanger tersinggung merasa direndahkan, kemudian menelepon media lokal The Arizona untuk memberitakannya.

Dan sejak itu, orang ramai berdatangan menemui Talley untuk memberikan uang dan hadiah atas ketulusannya.

"Itu bukan uang saya dan tidak berhak menggunakannya. Aku hanyalah gelandangan yang biasa tidur di mana-mana. Jika ada perubahan dalam hidupku justru aku takut tak bisa menjalaninya," jawab Talley membuat orang keheranan. (*)

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Kisah Laki-laki dan Keledai



Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan menyengir, "Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?"

Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, "Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan."

Kali ini anak itu turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan seorang gadis muda. "Mengapa kalian berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama?"

Mereka menuruti nasehat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok orang lewat. "Binatang malang...., ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang memang bisa sangat kejam!"

Sampai di sini, ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memanggul keledai itu. Melihat kejadian itu, orang-orang tertawa terpingkal-pingkal, "Lihat, manusia keledai memanggul keledai!" sorak mereka.

Jika anda berusaha menyenangkan semua orang, bisa jadi anda tak akan dapat menyenangkan siapa pun. (Anonim)

Arkeolog Israel Temukan Kolam Kuno Romawi



JERUSALEM - Ketika menggali situs untuk pemandian ritual baru kaum Yahudi di Jerusalem, arkeolog Israel menemukan sebuah kolam dari jaman Romawi yang ada di kota tersebut sejak 2.000 tahun yang lalu.

Ofer Sion, pimpinan dari penggalian di Kota Tua Jerusalem, mengatakan bahwa situs tersebut membuktikan kota Romawi lebih besar dari dugaan sebelumnya. Demikian seperti yang dikutip dari Associated Press, Rabu (24/11/2010). 

"Penemuan ini sangatlah penting karena di semua penggalian di Jerusalem kami tidak pernah menemukan sebuah bangunan dari abad dua dan abad tiga," ujar Ofer Sion. 

Kota Jerusalem adalah salah satu kota yang kaya akan situs galian di dunia dan para arkeolog secara rutin memeriksa tempat terlebih dahulu sebelum dilakukan rencana-rencana konstruksi.

Para arkeolog menemukan jejak yang menuju ke lantai mosaik kolam tersebut yang berwarna putih dan ratusan lantai ubin terracotta dengan nama kesatuan Romawi yang paling terkenal, yakni Tenth Legion, Tenth Legion diduga sebagai pasukan yang membangun kolam tersebut. Sion menyebutkan bahwa situs tersebut adalah bagian dari kompleks yang lebih luas di mana ribuan prajurit biasa dimandikan ritual di sana. 

Setelah kerajaan Yahudi digulingkan, Romawi menjadikan Aelia Capitolina sebagai ibukota dari provinsi baru Syria-Palestina. Lalu ketika Yordania menguasai Jerusalem pada 1948-1967, pabrik tekstil dibuat pada tempat yang sama.

Ketika para arkeolog sudah menyelesaikan penggalian mereka, pihak kota Jerusalem akan melanjutkan membangun Mikveh, sebuah tempat pemandian ritual untuk kaum Yahudi. Pihak berwenang Israel juga mengatakan bahwa pemandian kuno Romawi akan digabungkan dengan rancangan tempat pemandian yang baru.

"Setiap bangunan modern di Kota Tua Jerusalem dibangun di atas bangunan kuno," ujar Rafi Greenberg, seorang archaeolog dari Tel Aviv University.

"Pertanyaannya apakah pihak keagamaan di sini bisa cukup toleran untuk menerima sejarah yang berbeda-beda," ujarnya. (srn)

Sumber : okezone.com

Apa Anggapan Orang AS tentang Pernikahan?


Warga Amerika Serikat semakin banyak yang berpendapat bahwa pernikahan adalah sesuatu yang usang. Hal ini terungkap dari jajak yang dilakukan The Pew Research Centre dan dikutip majalah Time.

Berdasarkan survei tersebut, 39 persen responden mengatakan pernikahan adalah sesuatu yang usang. Hampir empat dari setiap sepuluh pasangan yakin bahwa pernikahan adalah hal kuno, ungkap survei tersebut.

Jadi, semakin banyak orang di negara tersebut yakin bahwa pernikahan tidak diperlukan untuk membentuk keluarga bahagia.Hanya 52 persen orang dewasa (mulai usia 18) yang menikah, artinya semakin banyak anak lahir di luar pernikahan.

Jajak pendapat itu menunjukkan bahwa hampir satu dari tiga anak-anak Amerika hidup dengan orang tua yang bercerai, pisah ranjang atau yang tak pernah menikah.Angka itu merupakan lima kali kelipatan dari data tahun 1960. 

39 persen orang Amerika yang sekarang berpikir sudah kuno, merupakan peningkatan tajam dibandingkan tahun 1978. Jajak 32 tahun lalu menunjukkan hanya 28 persen yang merasa seperti itu.

Ketika ditanya apakah yang merupakan keluarga, sebagian besar responden merujuk pasangan yang menikah, dengan atau tanpa anak.

Tapi, empat dari lima disurvei juga menilai bahwa keluarga juga melingkupi orang tua tunggal atau pasangan beda kelamin yang tak menikah tapi punya anak. Tiga dari lima yang disurvei juga menganggap pasangan sejenis yang memungut anak juga merupakan keluarga.

"Pernikahan masih sangat penting di negeri ini, tetapi tidak mendominasi kehidupan keluarga seperti dulu," kata Andrew Cherlin, profesor sosiologi dan kebijakan publik di Johns Hopkins University.

"Sekarang, ada berbagai jalan untuk hidup berkeluarga dan makin banyak orang yang bisa menerima hal itu."

Pandangan perubahan definisi keluarga sebagian besar didorong mereka yang berusia 18-29. Generasi tersebut lebih banyak memiliki orangtua yang tak menikah atau bercerai.

Faktor ekonomi teryata juga memainkan peran besar. Biro Sensus Amerika Serikat baru-baru ini melaporkan bahwa pasangan beda jenis yang "kumpul kebo" melonjak naik dalam waktu setahun menjadi 7,5 juta orang.Hal ini disebabkan banyak orang enggan membuat komitmen pernikahan sehubungan perekonomian yang terus-menerus lesu ini.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa perkawinan tidak akan hilang dalam waktu dekat.67 persen warga Amerika Serikat masih optimistis tentang masa depan dalam pernikahan dan keluarga.
(A038/A038/BRT)

Sumber : antaranews.com

Jumat, 26 November 2010

Yesus Mencuci Kaki para Murid '

Oleh: Margaret Carey

Yohanes 13:1-17

Alkitab Referensi:

Ayat Kunci:
John 13:15 (NET)
"Sebab Aku telah memberikan contoh - Anda harus melakukan hal seperti yang telah saya lakukan untuk Anda."

1. Baca Passage yang

Menggali lebih dalam
Dalam bukunya, John mempertahankan pola '7 '. Dia daftar 7 saksi, daftar 7 keajaiban dan juga daftar 7 'I Am "pernyataan Yesus. Devotionals Keluarga Kegiatan Sheet - Cuci para Murid Yesus 'Kaki daftar rujukan tulisan suci untuk 7 keajaiban (Yohanes menyebut mereka' tanda '). Ini juga daftar rujukan tulisan suci mencatat respon dari masyarakat untuk tujuh tanda. Di tempat yang disediakan, menuliskan tanda-tanda dan tanggapan. Anda akan melihat bahwa sebagai mukjizat Yesus menjadi lebih signifikan, kebencian terhadap Dia tumbuh juga. Diskusikan dengan keluarga Anda mengapa hal ini mungkin telah terjadi.

2. Perhatikan adegan, serta tindakan dan sikap Yesus

Kebaktian ini akan berfokus pada emosi Yesus mungkin telah merasa. Apa yang kita ketahui tentang apa yang Yesus tahu dan merasa? Bagaimana Ia menunjukkan perasaan-Nya?
Perhatikan prinsip penting di sini: Yesus TAHU (vs 1, 3) jadi Yesus DID (vs 2, 4-5). Yesus melakukan apa yang Dia lakukan karena Dia tahu apa yang Dia tahu. Tindakan kita adalah hasil dari pikiran kita terdalam. Apa tindakan Anda katakan tentang pikiran Anda?

3. Memahami budaya

Itu adalah adat bagi para tamu tiba di rumah seseorang untuk memiliki nya / dicuci kakinya. Ini adalah tugas yang kasar dan sering dilakukan oleh seorang hamba.
Ini khusus mencuci kaki, bagaimanapun, tidak terjadi pada saat kedatangan melainkan terjadi selama makan malam (Yohanes 13:02). Yesus bangkit dari makan dan dihapus pakaian luar-Nya, karena pakaian luar-Nya akan mendapatkan di jalan-Nya. Dia kemudian dibungkus handuk di pinggang-Nya.
"Dengan meletakkan pada celemek, Kristus tampak seperti budak kepada siapa tugas mencuci kaki para tamu ditugaskan. Meskipun para murid menyadari apa yang Yesus lakukan, tidak satupun dari mereka menawarkan dirinya untuk tugas tersebut. Kehambaan tidak ada di pikiran mereka. Yesus mengasihi mereka mengetahui semua tentang mereka, termasuk yang terburuk dari mereka, Yudas. Semua dari mereka tahu apa yang harus dilakukan. Semua dari mereka bisa melakukannya namun tidak satupun dari mereka ".i
(Lihat Lukas 22:24 untuk sekilas seperti mengapa mereka tidak mungkin telah berpikir tentang kehambaan. "

4. Amati respon masyarakat

Kami sudah mengamati bahwa tidak satupun dari murid-murid yang ditawarkan untuk mencuci kaki yang lain '.Memang, itu bukan tugas mereka untuk mencuci kaki satu sama lain, tetapi mereka akan mengakui apa yang Yesus lakukan saat ini Dia membungkuk untuk mencuci set pertama kaki. Jadi mereka tahu apa yang Yesus lakukan namun tidak salah satu dari mereka menawarkan untuk melakukannya untuk Dia atau untuk bahkan membantu-Nya dalam hal ini.
Yohanes memberitahu kita respon Petrus. Apa yang Petrus katakan Yesus?
Apakah Anda pikir Petrus sedang tidak hormat? Mengapa atau mengapa tidak? (Lihat ayat 9)
Petrus mengasihi Yesus dan tidak mau Yesus mencuci kakinya. Dia tidak bisa membayangkan Yesus membasuh kaki kotor. Namun Yesus berkata karena Yesus selalu mengambil kesempatan untuk mengajarkan pelajaran rohani ketika melakukan tugas fisik. Apa yang mungkin telah menjadi Yesus pelajaran sedang mencoba untuk mengajarkan Petrus dengan respon-Nya: "Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak dengan berbagi saya. Jika "
Juga perhatikan: Peter mencoba untuk memberitahu Yesus apa yang Yesus seharusnya atau tidak boleh lakukan. Ini menarik, seberapa sering kita mencoba untuk memberitahu Yesus apa yang kita pikir terbaik untuk kita?
Menggali lebih dalam:
Diskusikan dengan keluarga Anda kontras antara peristiwa Minggu Palma dan acara ini. Yesus mengumumkan diriNya sebagai Raja Israel dan sekarang melaksanakan tugas seorang pegawai rendahan.Apa yang memberitahu Anda tentang Kristus dan tentang contoh Dia telah ditetapkan untuk kita?

5. Anda Respon:

Kita bisa mencatat tiga tanggapan di sini:
1. Yesus
Karena kasih-Nya bagi para murid-Nya dan karena Dia tahu waktu-Nya telah datang, Ia membasuh kaki mereka sebagai demonstrasi kasih-Nya bagi mereka. Pertimbangkan Filipi 2:5-8 (NET)
    "Anda harus memiliki sikap yang sama terhadap satu sama lain bahwa Kristus Yesus, yang meskipun ia ada dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri dengan mengambil bentuk seorang budak, dengan melihat seperti laki-laki lain, dan dengan berbagi di alam manusia. Ia telah merendahkan diri, dengan menjadi taat sampai mati -. Kematian bahkan di kayu salib "
2. Para murid
Mereka terlalu sibuk berdebat tentang siapa yang paling penting bahwa mereka lalai untuk relawan untuk mencuci yang lain 'kaki atau bahkan menawarkan untuk membantu Yesus yang lain' kaki.
3. Peter
Dia mengasihi Yesus dan ingin menyenangkan Yesus, tapi ia masih berusaha untuk mendikte Yesus apa yang Dia harus lakukan.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda terlalu sibuk berusaha untuk menjadi seseorang yang Anda kehilangan kesempatan untuk melayani satu sama lain? Apakah Anda seperti Petrus, orang yang mengasihi Yesus tetapi kadang-kadang mencoba untuk memberitahu-Nya apa yang harus dilakukan? Atau apakah Anda seperti Kristus, menunjukkan kasih Anda kepada-Nya dalam cara Anda melayani orang lain?
Tentukan sebagai keluarga bagaimana Anda dapat melayani orang lain atau keluarga. Mungkin Anda bisa membuat kue dan membawa mereka ke sebuah menutup-dalam atau ke panti jompo. Mungkin membutuhkan seseorang membantu dengan penitipan anak atau perbaikan otomatis dan Anda berada dalam posisi untuk membantu. Sebagai sebuah keluarga, menunjukkan kasih Anda kepada Tuhan dengan melayani orang lain.
Berdoalah dengan keluarga Anda ...
    • Terima kasih Tuhan untuk Yesus dan untuk contoh Yesus set untuk kita dalam firman-Nya. • Mintalah Tuhan untuk membantu Anda mengidentifikasi seseorang yang membutuhkan sehingga Anda bisa melayani mereka.

6. Keluarga Kegiatan

Apakah Anda pernah menjadi bagian dari pembasuhan kaki? Mengapa tidak mengikuti contoh yang ditetapkan sebelum kita oleh Kristus dan berpartisipasi dalam satu dengan keluarga Anda?
Dimulai dengan orang dewasa, mencuci kaki satu sama lain dalam keluarga Anda. Ketika Anda mencuci kaki satu sama lain, ingatlah untuk berdoa untuk orang tersebut. Setelah kesimpulan dari pembasuhan kaki, orang tua harus memimpin keluarga dalam doa syukur dan berkat bagi keluarganya.