Sabtu, 21 Juli 2012

Kegagalan

Roma 5:1-5
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Semua orang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang-orang yang pernah mengalami kegagalan. Kuncinya yaitu mereka tidak putus asa. Mereka tidak berhenti mencoba, tetapi terus berusaha. Kegagalan tidak membuat seseorang “gagal”, kecuali ia menyerah dan berhenti mencoba.
Tahukah Anda bahwa Walt Disney, pencipta dan pendiri Disneyland, pernah dikeluarkan dari pekerjaan karena kekurangan ide? Usahanya bangkrut berkali-kali sebelum akhirnya ia membangun Disneyland.
Albert Einstein, orang yang paling jenius di dunia, mulai dapat berbicara ketika ia telah berumur 4 tahun. Ia mulai dapat membaca ketika berumur 7 tahun. Gurunya di sekolah menilainya sebagai seorang anak yang lambat, tidak dapat bergaul, dan suka melamun. Ia juga pernah dikeluarkan dari Zurich Polytechnic School.
Ketekunan adalah unsur yang penting untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan biasanya tidak terjadi seketika, tetapi melalui banyak proses kegagalan. Semakin kita tekun dan mau belajar dari kegagalan kita, semakin dekat kita kepada kesuksesan.

Seorang pemenang bukanlah orang yang tidak pernah gagal 
tapi tidak pernah menyerah.
Gadis Penjual Apel

Beberapa tahun lalu sebuah grup salesman menghadiri sebuah konfrensi di Chicago. Mereka telah berjanji kepada istri masing-masing akan tiba di rumah pada hari Jumat malam untuk makan malam bersama. Hal ini membuat mereka terburu-buru mengejar pesawat mereka sambil membawa koper-kopernya. Namun saat menuju tempat boarding pass tanpa sengaja salah seorang salesman itu menyenggol sekotak apel yang dijajakan. Apel-apel itu berhamburan kemana-mana. Namun para salesman itu tetap bergegas mengejar pesawat mereka, karena jika tidak maka mereka akan terlambat.
Tapi satu orang diantara mereka berhenti. Dia berhenti sejenak dan mengambil nafas dalam-dalam, dia mencoba mendengarkan suara hatinya, dan ia merasakan belas kasihan pada gadis yang menjual apel-apel itu. Dia segera memberitahu teman-temannya untuk berangkat tanpa dirinya, dia meminta salah satu dari mereka untuk menghubungi istrinya bahwa ia akan terlambat pulang. Pria itu kemudian kembali ke terminal dimana apel-apel tadi berhamburan ke lantai.
Pria itu bersyukur telah membuat keputusan yang benar. Gadis penjual apel itu ternyata buta! Gadis itu menangis, dan rasa frustasi terlihat jelas diwajahnya. Dia mencoba meraba-raba mencari apel-apelnya. Ia berseru meminta pertolongan untuk mengumpulkan barang dagangannya, namun tidak seorang pun yang peduli.
Salesman itu berlutut memunguti apel itu bersama gadis itu, setelah mengumpulkannya, ia membantu menatanya kembali di meja. Saat ia melihat banyak diantara apel itu yang rusak, ia memisahkannya. Saat telah selesai, ia berkata kepada gadis itu, “Ini uang 40 dolar, tolong ambil ini untuk mengganti kerusakan yang terjadi. Apakah kamu baik-baik saja?”
Gadis itu menghapus air matanya.
Pria itu kemudian berkata, “Aku harap apa yang kami lakukan tidak merusak harimu sedemikian buruk.”
Ketika pria itu hendak pergi meninggalkan gadis buta itu, gadis itu memanggilnya kembali.
”Tuan..” Pria itu berbalik menatap gadis itu.
”Apakah engkau Yesus?” tanya gadis itu.
Pria itu hanya tertegun dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Perlahan dia pergi ke arah penjual tiket untuk pulang ke rumahnya dengan pesawat selanjutnya. Namun pertanyaan gadis itu terus terdengar di telinganya, “Apakah engkau Yesus?”
Banyak orang di dunia ini seperti gadis itu, mereka dalam keadaan buta dan membutuhkan pertolongan. Namun kita yang telah dicelikkan oleh Yesus Kristus jarang yang mau berhenti sejenak dan menolong mereka. Jika kita menyatakan mengenal Yesus, seharusnya kita berjalan dan hidup sebagaimana Yesus hidup. Sehingga ketika kehidupan seseorang bersentuhan dengan hidup kita, dia dapat merasakan kasih Yesus itu. Sudahkah hidup kita mencerminkan kehidupan Yesus?
source: http://renungan

Habit is A Power

Suatu hari rakyat bersorak-sorai menyaksikan kehebatan keahlian memanah seorang panglima yang luar biasa. 100 kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran. Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, “Panglima memang pemanah hebat! Tetapi, itu hanya keahlian yang diperoleh dari kebiasaan yang terlatih.”

Panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, “Tunggu sebentar!” 

Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. 

Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tsb. 

Panglima dan rakyat tercengang. Mereka bersorak-sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati dan hormat, tukang minyak di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, “Itu hanya keahlian yang diperoleh dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian.”

Dalam kisah ini kita dapat belajar bahwa betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is a Power!

Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mugkin menjadi mungkin. Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses itu hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti: berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, dan terlebih lagi : keintiman kita dengan Tuhan setiap saat…

Keunggulan terjadi berkat sebuah kebiasaan dan disiplin kegigihan. God Bless You All.

MEMERINTAH DENGAN KETAATAN.

Pada abad kesebelas, Raja Henry III dari Bavaria mulai jenuh dengan kehidupan di istana dan tekanan-tekanan sebagai seorang raja. Ia akhirnya melamar kepada Pryor Richard di sebuah biara lokal dan meminta agar dirinya diterima sebagai anggota biara tersebut. Raja Henry ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan menjadi seorang biarawan.
“Ya, Raja,” kata Pryor Richard, “Apakah Anda memahami bahwa Anda harus berjanji untuk taat di sini? Itu akan sulit bagi Anda karena Anda adalah seorang raja.”
“Saya paham,” jawab Raja Henry. “Sisa hidup saya, saya akan taat kepada Anda, sebagaimana Kristus memimpin Anda.”
“Kalau demikian saya akan memberitahukan kepada Anda apa yang harus Anda lakukan,” kata Pryor Richard. “Kembalilah ke tahta Anda dan layanilah dengan setia dimana Allah telah menempatkan Anda.”
Ketika akhirnya Raja Henry III menutup usia, suatu pernyataan ditulis: “Raja telah belajar untuk berkuasa melalui ketaatan.”
Seberapa sering kita seperti Raja Henry III ini ketika menghadapi kejenuhan dan tekanan hidup, baik di pelayanan ataupun di tempat kerja? Kita ingin lari meninggalkan tekanan itu, atau mencari suasana baru yang bisa menyegarkan kita. Kita hanya mencari apa yang menyenangkan hati kita, namun kita jarang bertanya apakah yang Tuhan mau. Pada hal, kemungkinan besar Tuhan ingin kita tetap menjalankan tugas kita sebaik mungkin dimana Ia telah menempatkan kita.
Dari kisah di atas, mari kita belajar untuk menjalankan tanggung jawab kita dengan penuh ketaatan. Ada waktunya ketika kejenuhan itu akhirnya berlalu, dan kita melihat bagaimana indahnya rencana Tuhan di genapi dengan apa yang kita kerjakan.

RancanganNya Selalu Indah

Cerita Kristen
Add caption

Kesaksian Pemeliharaan Tuhan

Ada seorang ibu yang hidupnya dari berjualan tempe yang dibuatnya sendiri.  Ibu ini tinggal di sebuah desa di daerah Jawa Tengah.
Setiap hari Ibu ini melakukan aktifitasnya seperti biasanya, yaitu bangun pagi-pagi dia terlebih dahulu bersekutu dengan Tuhan, berdoa, membaca Alkitab dan setelah itu dia mengurus pekerjaannya di dapur dan berangkat ke pasar menjual tempe yang telah di buatnya.
Ibu ini hidup dengan sederhana, tapi sebagai seorang anak Tuhan ia selalu mengucap syukur dengan apa yang Tuhan berikan kepadanya. Dalam kesederhanaannya, ia selalu percaya bahwa Tuhan Yesus selalu memeliharanya.

Sesuatu Yang Lain

Pada suatu hari seperti biasanya, ibu ini bangun pagi dan seperti kebiasaannya ia bangun dan membaca Alkitabnya, berdoa dan setelah itu ia ke dapur untuk mempersiapkan tempe yang akan di jualnya hari itu.
Tapi pada saat ia akan mengambil tempe yang telah dibuat sehari sebelumnya, betapa kagetnya begitu ia membuka tutup wadah tempe buatannya…… “Waduh….tempeku belum jadi….. masih berupa kedelai…Oh tidak” Kata ibu ini mengeluh.
“Wah bisa nggak makan aku hari ini kalau nggak ada tempe yang bisa aku jual hari ini…… bagaimana ini” Kepanikan ibu ini mulai muncul.
“Oh mungkin aku kurang berdoa sehingga masalah ini terjadi padaku hari ini” kata ibu ini dalam hatinya.
Ia duduk sebentar, menarik napas panjang dan mulai berpikir ” Apa yang menyebabkan ini terjadi  padaku ya ? Apa aku sudah berbuat dosa atau ada sesuatu yang lain sehingga hal ini bisa terjadi?”
Ibu ini terus berpikir sedemikian rupa, menganalisa barangkali dia berbuat dosa, sehingga masalah yang belum pernah terjadi, kini terjadi di hari tersebut. Sampai ia mengambil keputusan untuk berdoa.
“Tuhan” Ibu ini mulai doanya.
“Kalau ada dosa, ampuni aku. Aku percaya Engkau sanggup buat mujizat. Engkau tau bahwa kebutuhan hidupku tercukupi dari aku berjualan tempe ini. Jadi aku percaya Engkau pasti tolong aku. Sekarang ya Tuhan tolong ubah kedelai ini menjadi tempe seperti Engkau pernah mengubah air menjadi anggur” Doa ibu ini dengan sungguh-sungguh.
“Dan sekarang aku berkata kepada kedelai ini, Dalam nama Tuhan Yesus, aku perintahkan engkau berubah menjadi Tempe !” Perintah ibu ini.
Ibu ini sering melihat bagaimana pendeta di gerejanya berdoa dan bagaimana ia belajar Alkitab di gerejanya yang mengajarkan bagaimana anak Tuhan diberi otoritas oleh Tuhan. Karena itulah ia belajar mempraktekkannya hari itu.

Apa Yang Terjadi ?

Ibu ini setengah ragu ragu mulai membuka penutup wadah tempat biasanya ia membuat tempe tersebut. dan….. ( apakah menurut saudara tempe itu sudah jadi?)………………………………………….
Ternyata tempe tersebut belum jadi……… masih seperti sebelumnya berupa tempe setengah jadi.
“Waduh… ya Tuhanku ternyata belum berubah” kata ibu ini setengah berputus asa.
“Oh… mungkin aku kurang beriman” Ibu ini mulai menganalisa keadaan tersebut.
“Sekarang aku harus lebih percaya lagi” Kata ibu ini sambil mempersiapkan imannya ….(Mungkin setengah dipaksa dirinya untuk percaya bahwa itu bisa terjadi).
“Dalam Nama Yesus……..Aku berkata kepada kedelai ini….. Berubahlah engkau menjadi Tempe yang terbaik” Perintah ibu ini kepada tempe yang belum jadi tersebut sambil menumpangkan tangannya ke atas penutup wadah tempe tersebut dengan penuh keyakinan. (Nah…..sekarang , menurut saudara ….apakah kedelai sudah berubah menjadi tempe ?)

Terus……..

Cerita KristenKembali bu ini meyakinkan dirinya sebelum membuka penutup wadah tempe tersebut. Dan…………………………..
“Hah…..” Ibu ini menghela napas panjang kembali…….
Ternyata kedelai tersebut masih tetaplah kedelai dan tidak ada perubahan apapun. Ibu ini duduk lemas tak berdaya dalam keresahannya dan kebingungannya.
“Ya Tuhan…. aku harus berbuat apa? Mengapa hal ini bisa terjadi padaku. Aku nggak punya uang cukup untuk makan kalau hari ini aku tidak berjualan tempe. Aku sudah mempraktekkan FirmanMu dengan iman sekalupun….. tapi Tuhan…..kenapa Engkau tidak buat Mukjizat. Apa Tidak ada mukjizat lagi di jaman sekarang?” kata ibu ini dalam hatinya yang semakin resah dan bingung berkecamuk menjadi satu.
“oh…mungkin aku harus melangkah dengan iman” Pikir ibu ini kemudian.
“ya…..benar….aku harus melangkah dengan iman dan menjual tempe belum jadi ini ke pasar…. pasti Tuhan buat mukjizat dalam perjalanan. Bukankah aku haru melangkah dengan iman untuk bisa terciptanya mukjizat. Bukankah itu yang dikatakan di Alkitab?…. ya … aku harus berangkat ke pasar sekarang!”
Kemudian ibu ini mengambil tempe belum jadi ini dan memasukkannya ke dalam keranjang pikulannya dan memondongnya ke punggungnya dan bersiap berangkat ke pasar.
“Tuhan……. aku sudah melangkah dengan iman sekarang dan aku percaya Engkau pasti buat mukjizat sekarang” Doa ibu  ini
Di perjalanan, ibu ini menyanyi lagu pujian untuk membangkitkan imannya dan belajar mempercayai Firman Tuhan.
“…….Bukan karena kekuatan…..namun RohMu ya Tuhan……Ketika ku percaya …Mukjizat itu nyata” Lagu “Mukjizat itu Nyata” dilantunkan ibu ini terus  sambil melangkah ke pasar.
Setibanya di pasar,  teman-teman seprofesinya bingung karena ibu ini tiba di pasar kesiangan…. “Ya… ada keperluan” Kata ibu ini menjawab teman-temannya yang menanyakan sebabnya kesiangan tiba di pasar. padahal dalam hatinya berkata ” Yah…. ini gara-gara bergumul denga tempe dan kedelai”
Ibu ini menurunkan barang dagannya yang masih tertutup kain tersebut, sambil menoleh ke dagangan tempe teman-temanya yang sudah mulai habis, sedangkan dia sendiri belum berjualan karena kesiangan hari itu.
“Sekarang aku harus melihat bagaimana Tuhan sudah merubah kedelai ini jadi tempe” kata ibu ini dalam hatinya.
Dengan perlahan sekali dia berusha mngintip di balik keranjangnya dengan harapan kedelai sudah berubah menjadi tempe. (Sekarang menurut saudara bagaimana ….. Apa ada Mukjizat terjadi untuk ibu ini?)

Yang terjadi berikutnya……

“Wah…. kok belum jadi juga” ibu ini mengeluh dan terduduk di lapaknya di pasar tersebut…. lemas….putus asa
“Ya Tuhan aku berserah kepadaMu sekarang….. Apa yang Kau kehendaki biarlah terjadi padaku” Doa ibu ini perlahan hampir menangis.

Tuhan Tau yang Terbaik untukmu

Tidak lama kemudian……. ibu ini melihat ada seorang ibu paruh baya yang berjalan seolah mencari sesuatu dari suatu lapak ke lapak lainnya hendak membeli sesuatu tapi tidak mendapat apa yang mau dibelinya.
Sampai ibu paruh baya tersebut berhenti di lapak ibu penjual tempe tersebut.
“Ibu mencari apa…kok saya perhatikan mencari sesuatu tapi tidak mendapat apa yang ibu mau beli” Kata ibu penjual tempe tersebut.
“ehmmm… saya cari tempe yang setengah jadi, bu…. itu loh… tempe yang masih belum jadi tempe tapi masih kededai yang mau jadi tempe…. saya sudah keliling ke seluruh penjual tempe di pasar ini tapi nggak ada yang jualan tempe setengah jadi ” kata ibu tersebut.
Sontak…..ibu penjual tempe tersebut kaget…”untuk apa bu…..kok cari tempe yang belum jadi”
” itu loh bu… anak saya yang tinggal di Jakarta, lagi ngidam hamil muda dan ngidamnya itu kepingin tempe dari desa asalnya ini…. lha kalau saya paketkan tempe ini ke Jakarta dan tiba di anak saya 2 hari lagi  ya tempe tersebut sudah nggak enak lagi. Jadi supaya pas…kan saya harus cari tempe yang belum jadi. supaya kalau tiba di rumah anak saya 2 hari lagi…..pas matangnya tempe  tersbut dan enak kalau dimakan”
Langsung ibu penjual tempe ini tanpa sengaja berteriak “HALLELUYAAA”
begitu bahagianya dia………”Oh ada bu…ada…. ibu perlu berapa potong?”
“Wah saya borong semua deh berapa yang ibu punya” kata ibu paruh baya tersebut.
…………….”ieit…eit tunggu dulu………….Jangan-jangan Tuhan sudah ubah kedelai ini jadi tempe….. wah bisa batal ini tempe laku” kata ibu ini dalam hatinya. (Berapa banyak dari  kita sering meragukan Tuhan seperti ibu ini yang mengira Tuhan salah waktu untuk buat mukjizat, sehingga dagangannya nggak jadi laku, tender jadi batal dan sebagainya)
Ibu penjual tempe ini membuka penutup dagangannya perlahan hendak melihat apa tempe yang belum jadi itu masih belum berubah.
“hah…. puji Tuhan…. masih berupa tempe belum jadi” kata ibu ini dalam hatinya.
“Terima kasih ya Tuhan Engkau ternyata punya jalan keluar dalam setiap masalahku dan selalu memperhatikan aku…… Terima kasih ya Tuhan” Doa ibu ini menangis bahagia karena Tuhan sudah menolongnya.
Saudara, seperti kesaksian ibu penjual tempe tersebut di atas, bukankah kita sering berlaku demikian? Tapi satu pelajaran dapat kita tarik bahwa Tuhan sanggup buat Mukjizat dan sanggup buat jalan keluar untuk kita tepat pada waktunya. Sering apa yang kita minta tidak diberikan Tuhan, tapi Kita harus tetap percaya bahwa Tuhan berikan yang terbaik untuk kita. Amin.

Bapa Sentuh Hatiku

Bapa Sentuh Hatiku
Add caption

Dibalik Lirik Lagu Bapa Sentuh Hatiku

Mungkin banyak yang dengar lagu sentuh hatiku, yang dinyanyikan oleh Maria Shandy. Akan tetapi dibalik lagu itu ternyata ada sebuah kisah yang luar biasa.
Pencipta lagu ini adalah seorang anak Tuhan, Kisah didalam lagu itu adalah milik teman sekolahnya. Temannya itu diperkosa oleh ayahnya sendiri dan menjadi gila, sehingga harus dipasung(dirantai) dirumahnya. Ia suka datang dan mendoakan anak
itu sambil sesekali menulis lirik lagu..
waktu pun berlalu…
Diapun pindah kota dan mulai sibuk dengan kegiatannya sendiri. Suatu ketika anak perempuan itu menelpon dia. Tentu saja kaget bukan main, karena anak itu kan gila. Dipasung pula? kok sekarang bisa lepas? telpon pula?
Akhirnya anak perempuan itu cerita, suatu hari entah karena karat atau bagaimana rantainya lepas. Satu hal yang langsung dia ingat, dia mau bunuh ayahnya!
Tetapi saat dia bangun, ia melihat Tuhan Yesus dengan jubah putihnya, berkata : “Kamu harus memaafkan ayah kamu.”
Tetapi anak itu tidak bisa dan dia terus menangis, memukul, dan berteriak..
Sampai akhirnya Tuhan memeluk dia dan berkata : “Aku mengasihimu”
Walaupun bergumul akhirnya anak itupun memaafkan ayahnya, mereka sekeluarga menangis dan boleh kembali hidup normal.
Dari situ lah lagu sentuh hatiku ditulis,
Betapa ku mencintai, segala yang telah terjadi
tak pernah sendiri, selalu menyertai
Betapa kumenyadari, didalam hidupku ini..
kau selalu memberi, rancangan terbaik oleh karena kasih
Bapa sentuh hatiku,
ubah hidupku, menjadi yang baru
Bagai Emas yang murni
Kau membentuk bejana hatiku
Bapa Ajarku mengerti
sebuah kasih yang selalu memberi..
Bagai air mengalir
yang tiada pernah berhenti
KasihMu ya Tuhan tak pernah berhenti..
Kisah diatas sungguh-sungguh terjadi, semoga bisa menginspirasi kita agar bisa merasakan kasih Tuhan yang luar biasa. God Bless You all
Kisah Hidup Regina Indonesian Idol
Add caption

Kisah hidup Regina ternyata begitu berat dan mengharukan, Benar-benar sebuah perjuangan hidup sejak dia kecil. Sewaktu kecil dia pernah mengalami kecelakaan. Regina, ibu dan adiknya selamat, sedangkan ayahnya meninggal dunia. Regina mengalami patah kaki sampai harus operasi 2 kali. Ibunya menikah lagi, tapi kemudian ayah tirinya juga meninggal dunia.



Regina Sang Indonesian Idol 2012

Kegigihan Yang Membawa Berkat

Karena tertipu investasi, ibunya harus menggadaikan rumah, sampai akhirnya rumahnya di jual dan beli rumah kecil yang sekarang dia tempati bersama ibu dan 2 orang adiknya. Rumah kecil itu  direnovasi juga dengan bantuan warga, ada yang bantu pagar, atap, dan sebagainya. Demi mencukupi kebutuhan hidup, Regina sejak kelas 1 SMU menyanyi di Cafe. Kehidupan se-hari-hari juga mengandalkan bantuan dari saudara-saudara ibunya dan setiap bulan mereka mendapat paket sembako dari gereja.
Seperti kita ketahui, Regina gagal mengikuti Indonesian Idol sampai 6 kali !! Bayangkan …GAGAL 6 kali!!. Tapi, dia tidak putus asa, berjuang terus sampai ke-7 kali nya dia berhasil !! Apa yang terjadi kalau waktu itu Regina “Menyerah” pada saat dia gagal pada seleksi Indonesian Idol yang ke 2 atau ke 3 atau bahkan dia berhenti dan menyerah saat yang ke 6 juga masih gagal!! Pasti Regina tidak akan pernah mengalami berkat seperti saat ini “sebagai pemenang Indonesian Idol 2012″.
“The winner sees an answer for every problem. The looser sees the problem in every answer”.
“Seorang pemenang selalu melihat sebuah jawaban di setiap masalah, Sedang seorang pecundang melihat sebuah masalah di setiap jawaban.”
TUHAN menguji kesabaran Regina selama 6 tahun, TUHAN menempa mentalnya, Tuhan menghendaki Regina belajar lebih lagi, dan saudara lihat para juri mengakui bahwa kemampuan Regina di atas lainnya bahkan dapat dipakai sebagai “standar” kualitas bagi Indonesian Idol berikutnya. Wooow….. TUHAN membuat indah pada waktuNYA.
Keberhasilan Regina di Indonesian Idol adalah jawaban TUHAN atas kesabaran dan perjuangannya, terlebih atas doa-doanya.
Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yg menentukan arah langkahnya. kiranya kisah Regina memberi contoh bukan cuman didunia musik saja tapi kegigihannya memberi sebuah inspirasi bagi kita semua sebagai anak-anak Tuhan yang harus terus berjuang untuk memenangkan kehidupan ini dan bertahan sampai seluruh rancangan Tuhan digenapi atas hidup kita.

Bekerja Adalah Melayani

hotel Waldorf-Astoria
hotel Waldorf-Astoria USA

Sikap Dalam Bekerja

Suatu malam ada seorang pria tua dengan istrinya masuk sebuah lobi hotel kecil di Philadelphia.
“Semua hotel besar di kota ini telah terisi, bisakah kau beri kami satu kamar saja?” kata pria tua itu. Pegawai hotel menjawab “Semua kamar telah penuh karena ada 3 event besar yang bersamaan diadakan di kota ini, tapi sepertinya saya tidak dapat membiarkan pasangan yang baik seperti Anda untuk kehujanan di luar sana pada jam satu dini hari seperti ini. Bersediakah anda berdua tidur di kamar saya..?”
Keesokan harinya pada saat membayar tagihan, pria tua itu berkata pada si pegawai hotel “Kamulah orang yang seharusnya jadi bos sebuah hotel terbaik di USA, karena kamu melakukan pekerjaanmu dengan hati yang mau melayani, mungkin suatu hari saya bangun sebuah hotel untukmu”. Pegawai hotel itu hanya tersenyum melupakan kata-kata pria tua itu, karena dia pikir dirinya hanya seorang pegawai biasa.
Kira-kira dua tahun kemudian, dia menerima surat yang berisi tiket ke New York permintaan agar dia menjad tamu pasangan tua tersebut.
Setelah berada di New York, pria tua tersebut mengajak pegawai hotel itu ke sudut jalan antara Fifth Avenue Thirty-Fourth Street, dimana dia tunjuk sebuah bangunan baru yang luar biasa megah dan katakan “Itulah hotel yang saya bangun untuk kamu kelola”.
Pegawai hotel itu adalah George Charles Boldt, yang terima tawaran William Waldorf Astor, si pria tua itu untuk menjadi pimpinan dari hotel Waldorf-Astoria, yg merupakan hotel terbaik di dunia.
Ternyata sikap dalam bekerja sangat menentukan keberhasilan. Bila bekerja hanya untuk mencari uang semata, maka karierhasil yang diperoleh akan biasa saja. Namun jika “BEKERJA DGN HATI” yang mau “MELAYANI” orang lain, dengan motivasi bahwa lewat pekerjaan harus memberi dampak dan “BERKAT”  orang lain, maka akan memperoleh hasil yang luar biasa..!!!
“Sepatu Dahlan,” Kisah Kemiskinan yang Menginspirasi

Novel Sepatu Dahlan. koleksi pribadi Sepatu Dahlan, Kisah Kemiskinan yang Menginspirasi Bagaimana orang memaknai kemiskinan yang tengah mereka alami? Tentunya sangat banyak cara. Ada yang karena miskin, kemudian meminta-minta di jalanan, tidak peduli, tua dan muda semuanya menengadahkan tangan meminta sedikti receh dari hati orang yang suka berderma. Ada juga yang tidak mau membiarkan kemiskinan memiskinkan hatinya. Orang-orang seperti ini, miskin bukan karena kemiskinan itu sendiri, lebih kepada kesempatan yang tidak berpihak. Pada kasus inilah sepertinya Dahlan, tokoh dalam Sepatu Dahlan menjalani kemiskinannya. Dahlan menuliskan kesannya terhadap kemiskinan yang dialaminya: Aku takkan bersedih lagi. Kemiskinan bukan untuk ditangisi. Hidup bagi orang miskin sepertiku harus dijalani apa adanya. Kita bisa membayangkan bagaimana seorang anak remaja dengan ibu yang sakit (kemudian meninggal) dan ayah yang hanya kerja serabutan menjalani hidupnya. Boleh dikatakan, inilah kemiskinan yang benar-benar miskin. Hampir-hampir tidak memiliki apa-apa, baju dan celana hanya satu, selain itu sarung, tanpa sandal dan sepatu. Namun apa yang bisa kita lihat dari tokoh Dahlan ini adalah semangat bahwa kemiskinan harus dijalani apa adanya, tiada ada waktu untuk mengeluh. Seluruh kisah dalam Novel Sepatu Dahlan yang ditulis oleh Khrisna Pabichara ini merupakan inspirasi kisah nyata Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan. Membaca novel ini adalah membaca kisah Dahlan Iskan sewaktu kecil, hidup miskin di kampung yang jauh dari kota. Hidup bersama dengan banyak orang miskin lainnya sehingga tekanan kemiskinan tersebut bisa dibagi bersama. Novel setebal 392 halaman ini dimulai dengan Prolog: 18 Jam Kematian dan diakhiri dengan Epilog: Mimpi Baru. Di antara Prolog dan Epilog tersebut terdapat 32 kisah haru biru mengenai sang tokoh, Dahlan. Sungguh sebuah kisah panjang yang enak untuk ditelusuri dengan segala romansa yang diselubungi oleh kemiskinan. Coba kita nukilkan yang berikut ini: “Pak, ndak ada tiwul? Bapak tersenyum lembut, “Puasa dulu Le.” Aku mengangguk mendengar jawaban Bapak sambil memegang perut yang mulai terasa perih. Sebenarnya ingin sekali mengatakan betapa laparnya perutku, tapi jawaban Bapak sudah menerangkan segalanya, tak ada lagi yang patut dipertanyakan. Bagi orang miskin, rasa lapar adalah hal sehari-hari yang harus dijalani. Namun sering untuk mengatasinya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Pada mulanya, Dahlan mencuri tebu yang ada di kebun tebu di dekat rumahnya. Namun hal ini diperingatkan oleh kakaknya. “Lapar ndak berarti harus maling, Dik. Bukan karena nama baik keluarga, tapi Mbak takut itu jadi kebiasaan. Setiap perut kalian lapar, nyuri jadi pilihan “Ojo wedi mlarat. Yang penting tetap jujur!” Demikianlah, Dahlan sesudah itu tidak lagi mencuri tebu. Setiap ia lapar, sarung memiliki fungsi, yaitu menahan rasa lapar tersebut dengan cara mengikatkan sarung sekencang-kencangnya di perut. Selain itu ia mencari ikan di sungai yang kemudian akan dibakar dengan bahan bakar dari kotoran sapi yang sudah mengering. Tentu seperti yang saya tuliskan, tidak semua orang miskin memiliki jalan keluar yang sama dalam mengatasi rasa laparnya. Ada yang mencuri, ada yang meminta-minta dan mungkin ada beberapa cara yang lain. Namun Dahlan bukan satu di antara mereka. Dahlan memilih berusahan sendiri mengatasi rasa laparnya, mencari rezeki tuhan dengan menangkap ikan di sungai, meskipun kemungkinan untuk mendapatkan ikan belum tentu sangat besar. Potret kemiskinan terasa benar dalam Novel Sepatu Dahlan ini. Dahlan sendiri tidak memiliki sepatu sampai dengan akhir tahun kelas dua Aliyah, itu pun sepatu bekas yang harus ia rawat agar bisa cukup tahan dipakai. Sangat banyak kata-kata yang menasihati kita agar tidak jatuh dalam meratapi kemiskinan yang kita alami. Novel Sepatu Dahlan ini membekaskan lebih jauh agar kita, semiskin apapun, masih ada harapan untuk bisa lebih baik di suatu saat kelak. “Kita boleh miskin harta, Dik, tapi ndak boleh miskin iman. Ingat semiskin apa pun kita, Bapak dan Ibu ndak rela kalau kita meminta-minta belas kasihan tetangga, keluarga atau siapa saja.” Betapa saya tersentak dengan kalimat di atas. Betapa dalam, dan sungguh kemiskinan tidak bisa kita jadikan alasan untuk mengemis. Kita diperlengkapi oleh Yang Maha Kuasa dua tangan, dua kaki, mulut untuk berbicara, otak untuk berpikir, sehingga ketika kita miskin kita sebenarnya tidak layak untuk memiskinkan hati kita, memiskinkan iman kita dengan menjadi peminta-minta dan meminta belas kasihan orang lain.
MELAHIRKAN GENERASI YG SUPER

Bekerja dalam area pelayanan lebih dari sekedar upaya memenuhi panggilan Tuhan yg diinvestasikan oleh nilai akademis dan penguasaan teks teologis saja. Tujuan kita juga tidak sedang menjual materi kotbah dan pengalaman pastoral kepada umat.
Pelayanan juga bukan pekerjaan personal yg dapat didemontrasikan secara one man show.
Dalam relasinya dengan sesama, hamba Tuhan, pelayanan juga memuat tanggungjawab untuk memfasilitasi lahirnya pemimpin gereja masa depan yg handal untuk menjawab tuntutan jaman.
Hamba-hamba Tuhan muda adalah mitra strategis , segar dan dinamis yg perlu diberi kesempatan tampil memimpin umat secara pantas bukan dijadikan kompetitor yg diacungi kecuriagaan yg berpotensi mengurangi income pelayanan.

Dibutuhkan ekspresi kasih, kebeningan hati dan berpikir konstruktif untuk bekerjasama dengan para pekerja Kristus lainnya supaya kehadiran kita memberi manfaat melahirkan pribadi yg berdedikasi.untuk kerajaan Allah.

Tidak sedikit momentum berharga terbuang , yg berarti kita telah banyak kehilangan kesempatan untuk berkarya hanya karena konflik kepentingan pribadi. Seharusnya berbagai persolan internal dapat dikelola sebagai peluang meraih sebanyak mungkin perbuatan mulia,.Ditengah perbedaan prinsip atau intepretasi teologis sekalipun regenerasi kepemimpinan tidak boleh berhenti malahan seharusnya perbedaan adalah pemicu kita berkompetisi memapilakan karya terbaik pelayanan.
Berpikir konsisten untuk melahirkan yg baik, yg mulia yg berharga seharusnya menjadi perilaku seharian para hamba Tuhan.

Perbedaan prinsip pelayanan  Paulus dan Barnabas (Kisah rasul 15 : 37-38)
Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus  tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka   di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.

Paulus dan Barnabas berbeda prinsip pelayanan namun sampai pada akhirnya tidak menyisakan benih permusuhan walaupun harus berpisah. Realitanya keputusan memisahkan diri menciptakan zona pekabaran Injil yg lebih luas .

Yohanes Markus memang bermasalah namun tidak ditempatkan sebagai basis persoalan yg boleh memperlemah dinamika pelayanan.

Sejak awal Barnabas dan Paulus adalah team pelayanan yg solid, dimana Yohanes Markus juga terlibat didalamnya . Namun dalam perjalanan pekabaran Injil yg pertama Yohanes Markus serta merta berubah pikiran : memutuskan untuk meninggalkan pelayanan sementara berada di Pamfilia. ( Kisah rasul 13:13)

Dalam perjalanan Pekabaran Injil selanjutnya Paulus menolak dengan tegas kehadiran Markus karena pembelotannya yg tidak bersedia melanjutkan pelayanan di Pamfia dengan alasan tidak jelas. Paulus menganggap perkara ini bukan kesalahan remeh, ini adalah problem serius, dosa besar dalam pelayanan  sehingga ia tidak boleh dilibatkan dalam perjalanan misi yg berikutnya.

Namun Barnabas masih berharap dapat melibatkan Markus dalam team pelayanan,

Barnabas bukanlah orang yg kompromis terhadap dosa, ia bukanlah orang yg tidak paham manajemen pelayanan atau kurang selektif  melibatkan orang dalam pelayanan. Sejarah Alkitab mencatat tanpa ragu integritasnya bahwa Barnabas sangat berkarakter.
(Kisah Rasul 11:24) karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

Pelayanan pekerjaan Tuhan idealnya memang membutuhkan kehadiran orang-orang yg unggul dengan kualifikasi, moral, intekektual dan manajerial yg baik seperti tuntutan Paulus.
(jika ini yg mutlak disyaratkan maka lulusan Sekolah Alkitab apalagi kursus-kursus Alkitab dan Shool of Ministry  menjadi orang yg tidak pantas untuk melayani Tuhan karena keterbatasan bobot akademisnya)

Jadi, apa logika berpikirnya Barnabas sehingga tetap bersikukuh melibatkan Markus yg pernah berbuat salah untuk tetap boleh dilibatkan dalam pekerjaan Tuhan?

Hamba Tuhan tidak berorientasi untuk diri sendiri, kelompok, kepentingan dan pekerjaannya namun hamba Tuhan memikul tanggung jawab melahirkan orang-orang lain menjadi pribadi yg berpengaruh besar bagi dunia.

Walaupun keputusan Barnabas tidak populer bahkan berseberangan dengan Paulus, ia tetap berpandangan bahwa Allah sangat menghargai pribadi-pribadi yg rela terlibat dalam pekerjaanNya. Ia dapat mempercayai Allah yg tidak terbatas dalam karyaNya sekaligus mempercayai orang lain dengan segala keberadaannya seperti bejana ditangan Penjunan Agung

1.    MELIHAT KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN BARU

Penerimaan diri Barnabas terhadap Yohanes Markus dalam pelayanan bukanlah kasus nepotisme, walaupun kenyataannya Markus adalah kepokannya. 

Lebih dari sekedar berpikir positif, Barnabas berani mendemonstrasikan kecerdasan spiritualnya untuk memandang jauh kedepan bahwa selalu ada kemungkinan-kemungkinan baru manusia dapat berubah kearah yg jauh lebih baik, karena Allah tidak memandang muka berlaku untuk semua manusia ciptaanNya.

Realita kegagalan bukanlah akhir segalanya.
Barnabas lebih dahulu melihat kehidupan Paulus , seorang bejat moral , penganiaya jemaat namun masih MUNGKIN dapat diubahkan oleh Tuhan secara luar bisa.
Yohanes Markus dan Paulus bernilai sama dimata Tuhan yg juga berhak mendapatkan sentuhan tangan Allah sekaligus kehormatan melayani Dia..
Sejarah pelayanan yg pernah gagal tidak selalu menunjukkan kelembaman pada titik kegagalan. POTENSI besar bias saja terselubung didalamnya, Sehingga Barnabas memastikan kehadiran Markus karena keyakinannya bahwa" Selalu ada HARAPAN terjadinya PERUBAHAN dalam diri seseorang yg hancur berantakansekalipun"

Kegagalan seseorang bukan akhir dari masa depan, terpukul jatuhnya seseorang bukanlah kematian selamanya. Pengalaman kegagalan atau kekalahan adalah dinamika alami manusia supaya kita menyadari kelemahan diri sehingga semakin elastik tunduk pada otoritas Allah yg menjadi sumber pertolongan tiada batas.

Lebih mudah untuk menjatuhkan sanksi hukuman dari pada memberikan solusi masa depan namun hamba Tuhan sejati selalu peduli dengan urusan regenerasi.

2.    MEMBERIKAN KESEMPATAN KEDUA

Belum tampak mata hasil kerja Markus dimedan pelayanan namun ini adalah persoalan waktu. Barnabas sanggup melihat potensi besar dalam diri Markus , sementara terselubung  konflik dengan Paulus. Ia tetap berpikir jauh kedepan dengan memberikan kesempatan yg  kedua kepada Yohanes Markus.

Walaupun reputasinya dipertaruhkan untuk membela Markus, ini adalah standar karakter yg harus dimiliki oleh para pekerja Kristus. Tidak saja terukur dalam mendisiplin  tetapi juga bijak dalam memberi kesempatan perubahan pada orang lain.

Kebesaran jiwa yg mengharapkan perubahan watak orang-orang yg bekerjasama dengan kita, diyakini Barnabas tidak akan berbuahkan kehampaan. Pasti ada waktunya masa untuk menuai . Barnabas telah membuktikan keputusannya menjadi karya terbaik bekerja dibelakang layar untuk melahirkan hamba Tuhan dipentas dunia..

Barnabas, orang yg tidak mudah terbawa arus, berpendirian teguh terhadap kebenaran, tidak gampang putusasa dengan kegamangan persoalan. Bahkan  Ia selalu berpikir jauh kedepan melewati realita buruk, melihat kekauatan yg tersembunyi, melihat harapan baru, menatap masa depan cerah sementara orang lain menganggap sebagai kegagalan serius dan kehancuran total. Ia tidak ragu memberi kesempatan orang lain membuktikan perubahan hidup walaupun dirinya sendiri harus dipertaruhkan.

Hamba Tuhan yg sejati selalu berbesar hati untuk memberikan kesempatan demi kesempatan kepada orang lain yg bermitra dengannya untuk terus memurnikan diri sebagai alat Tuhan supaya semakin berguna bagi kerajaan Allah

3.    MEMPERCAYAKAN PEKERJAAN SECARA PANTAS

Kehadiran Barnabas bukan faktor utama yg mengubahkan orang lain  tetapi dengan konstruksi berpikirnya yg positif dan  matang selalu memfasilitasi orang lain untuk dapat bekerja melayani Tuhan secara efektif.

Ketika Saulus diragukan pertobatannya bahkan ditolak oleh orang-orang percaya saat itu, tampillah Barnabas membela seorang diri dengan gigih meyakinkan mereka tentang kemurnian iman Saulus yg sudah diubahkan TUHAN.sehingga Paulus beroleh tempat untuk melayani bersamanya. Kisah rasul 9:27

Sebagai hasilnya:
Saulus menjadi Rasul Paulus yg dipercaya Tuhan menulis sebagaian besar kitab Perjanjian Baru.. Tokoh gereja yg super bukan saja dibutuhkan oleh jemaat perdana namun sampai saat ini gereja Tuhan masih merasakan kinerjanya. Itu lahir dari tangan dingin dan ketelatenan Barnabas

Yohanes Markus tidak dibuang namun dilatihnya secara cermat dengan pengajaran cerdas bukan saja sukses secara status sebagai hamba Tuhan namun lebih jauh ia juga dipimpin Allah sendiri untuk menulis 16 pasal Injil Markus dalam Perjanjian baru.

Bahkan pada akhirnya Rasul Paulus dengan ksatria harus mengakui bahwa Yohanes Markus adalah seorang hamba Tuhan yg kredibel, sangat penting peranannya, sangat menguntungkan dan memberkati dunia sampai sekarang ini.( II Timotius 4 : 11)

Memberikan kemerdekaan bagi hamba-hamba Tuhan sebagai mitra kerja sepelayanan untuk berlomba-lomba menampilkan kebaikan seharusnya menjadi kurikulum yg tidak boleh ditawar.

Mengapa muncul keraguan mempercayai orang lain?
Karena kita kondisikan sendiri, formula founding father didikan Belanda kita adopsi 100% tanpa pernah mengalami koreksi dan prosesivitas.
betapa tidak… lulusan sekolah Alkitab atau Seminari Theologia diberi status PENGERJA GEREJA, jenis pekerjaannya membersihkan gereja, (mungkin pendetanya merasa telah naik kelas sebagai pemimpin besar bukan lagi HAMBA TUHAN), doa pagi (karena pendetanya belum bangun, semalaman nonton bola),  kunjungan jemaat (karena pendetanya sibuk facebook-an) . Itu bukan tidak boleh ..namun kita telah merumuskan kurikulum yg memperlambat lahirnya pemimpin gereja yg cakap.
Ini adalah kerugian besar dalam pekerjaan Tuhan !!!!!!
Jika hanya untuk mengurus pekerjaan phisik, carilah pembantu rumah tangga supaya hamba-hamba Tuhan muda berkonsentrasi pada kecakapan memimpin, mencerna aspek teologis dan menajemen pelayanan sebagai persiapan masa depan..

Keberhasilan pelayanan kita tidak saja tampak dari banyak jiwa-jiwa yg kita bawa kepada Tuhan Yesus namun juga seberapa efektif sistem regenerasi kepemimpinan  menghasilkan hamba-hamba Tuhan  yg berkarakter unggul.

Apa yg dapat kita berikan kepada TUHAN dan sesama jauh-jauuuuuuuh lebih penting daripada APA YANG KITA PEROLEH DARI TUHAN atau sebagai kolektor berkat-berkat Tuhan.
Hanya pohon dewasa saja yg menghasilkan buah matang
Pelayanan yg dewasa tidak berpikir lagi untuk AKU , bukan menuntut HAK ATAU UPAH untuk terus DIBERKATI secara finansial walupun kita butuh sarana untuk hidup.
Jika pola pelayanan adalah MENDAPATKAN SESUATU berarti KITA BELUM MEMILIKI RAHIM YG MATANG UNTUK MELAHIRKAN GENERASI PELAYANAN MASA DEPAN SUPER.
 Ini adalah pelayanan kelas taman kanak-kanak yg selalu ingin diperhatikan , diberi pujian.yg masih sibuk dengan warna-warni kesenangan dunia.

Berapa banyak orang-orang disekitar komunitas pelayanan kita: yg telah bermetamorfosis semakin berdaya guna sebagai dampak perilaku kita yg memberi kesempatan berubah, kesempatan berkarya dan memimpin? Ataukah kita merasa TIDAK PENTING meregenerasi pelayanan masa depan? Atau bahkan kita sedang tidak berbuat apa-apa selain MENGHITUNG BERKAT-BERKATNYA SAJA.

Apa kata dunia jika kita yg berstatus hamba Tuhan dengan citra diri yg JAIM, pekerja Kristus, pemimpin gereja  menjadi semakin kaya dengan harta, kemegahan gedung gereja dengan segala fasilitasnya namun berakhir dengan tragedi kepemimpinan yg miskin karakter.

Dimulai dari generasi kitalah pemimpin masa depan gereja dilahirkan semakin berjaya

By. Haris Subagiyo


Minggu, 06 Mei 2012


SEKALI TIDAK TETAP TIDAK

Sangat sulit bagi sebagian besar orang bersedia menerima kata TIDAK, karena faktanya tidak jarang kita membangun nilai diri diatas dasar penerimaan orang lain terhadap diri sendiri. Jika ini benar sebagai konsekuensinya saat kita menghadapi kata TIDAK serta merta kita konotasikan sebagai sikap "penolakan" yg mengoyak perasaan, merendahkan harga diri atau bahkan menggagalkan suatu harapan.


Belajar menerima realita kehidupan secara obyektif tidaklah sejalan dengan bertambahnya usia atau kemapanan intelektual. Lebih dari itu dibutuhkan kecerdasan spiritual yg rela dipimpin Tuhan mengikuti firmanNya.
Alkitab mencatat hadirnya orang-orang beriman , sungguh taat, setia tanpa batas bahkan yg totalitas hidupnya hanya untuk Tuhan namun masih melihat penolakan langsung dari TUHAN.  Tuhan berkata “tidak.” kepada mereka.
Allah secara  terus terang katakan TIDAK  dengan berbagai alasan:
1.  Allah berkata TIDAK kepada Abraham 
Tuhan bilang yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Dengan kata lain Tuhan mengatakan anak ini (Ismael) bukan menjadi anak yang Aku janjikan dan engkau harus usir dia keluar.
2. Allah berkata TIDAK kepada Musa yang meminta untuk bisa masuk ke tanah Kanaan, Tuhan bilang “tidak.”
3. Allah berkata TIDAK kepada Daud dengan kerinduan datang kepada nabi Nathan dan menyatakan keinginannya untuk membangun Bait Allah, namun Tuhan bilang “tidak.”
4. Allah berkata TIDAK kepada Paulus tiga kali meminta dengan sungguh kepada Tuhan supaya Dia mengangkat duri dari tubuhnya, 
Orang-orang beriman yang kepada mereka Allah berkata “tidak.”


Secara khusus mengapa Allah berkata "TIDAK" kepada Abraham


Latar belakang
Ismael bersikap tidak menyenangkan terhadap Ishak


Kejadian .21:8-13  
Mencatat peristiwa dimana Ishak sudah lahir dan mulai besar dan pada satu peristiwa Ismael, anak yang dilahirkan oleh Hagar “sedang main dengan Ishak…” atau dalam terjemahan lain Ismael menertawakan dan mengejek Ishak. Sikap dan tindakan Ismael itu membuat Sara tidak senang sehingga ia menyuruh Abraham untuk mengusir Ismael beserta Hagar (ibunya). Perkara ini membuat hati Abraham hancur hati karena dia diperhadapkan kepada pilihan yang tidak gampang. Tetapi Allah berfirman kepada Abraham untuk melakukan apa yang diminta Sara. Maka dengan berat hati Abraham harus “mengusir” Ismael dan ibunya keluar dari rumahnya.
Ismael adalah buah keputusan yg gegabah sehingga menabrak ketaatan pada Allah.


Kejadian 15:1-6 
Menjelaskan bahwa janji Tuhan pertama kali datang kepada Abraham bahwa dia pasti akan mendapatkan keturunan. Persoalannya janji itu  tampak ABSTRAK: tidak menjelaskan bagaimana metodenya atau kapan kira-kira waktunya. Sehingga mereka  mencari cara sendiri untuk menggenapi janji Tuhan.


Allah menolak permohonan Abraham untuk mengesahkan Ismael masuk sebagai bagaian anak perjanjian karena BERLAWANAN dengan konsep ALLAH sendiri. 


Tuhan tidak dapat tidak, harus berjalan diatas firmanNya sendiri namun Abraham dan Sara telah mengambil caranya sendiri sepertinya membantu Tuhan mempercepat janjiNya. Allah menggunakan instrumen ketaatan pda firmanNya untuk mewujudkan janjiNya bukan keputusan yg logis, keberanian bertindak atau norma manusiawi sebagai dasarnya.


Abraham dan Sara telah mempraktekkan konsep yg berterus terang melawan rancangan Allah:
a. Ketaatan vs Keputusan yg paling logis


Kej.16 Sara mengajak Abraham melihat secara logis, bahwa secara phisik sudah tidak mungkin punya anak, sudah berhenti menstruasi. Solusinya adalah menggunakan norma budaya yg membolehkan tuan untuk mendapatkan anak dari budaknya supaya bisa melahirkan seorang anak bagi Abraham.  Jadi ada pembenaran di dalam pemikiran Sara untuk mengambil Hagar buat Abraham. 


b. Keberkenanan vs kepantasan diri
Ada  dorongan untuk menampilkan diri yg berharga di dalam diri Sara yg sanggup menandingi rivalitas dengan Hagar . Sepantasnya wanita memiliki kesanggupan melahirkan anak guna mewariskan garis keturunan yg membanggakan keluarga. Kebaikan menjadi dasar pertimbangan.  kita berpikir bahwa kesempatan itu bisa hilang sedemikian cepat dari kita maka kita harus segera ambil, padahal tidak selamanya kesempatan yang datang itu harus kita ambil di dalam hidup ini tetapi bagaimana kita mencoba mengambil kesempatan dengan bijaksana.
c. Menantikan Tuhan vs berbuat sesuatu dalam hidup
Mungkin Sara berpikir kita tidak boleh hanya menunggu dan percaya kepada janji Tuhan. Kita harus segera melakukan sesuatu untuk mewujudkan. 
Mengapa Tuhan berkata “tidak” kepada Abraham? sekali tidak tetap tidak dapat diubah. Karena Tuhan konsisten dengan firmanNya sendiri, 
Dia tidak dapat kita paksa mengikuti selera kita
Dia tidak mungkin memberkati pelanggaran hidup kita, 
Dia tidak akan membenarkan kesalahan kita. 
Walaupun dengan anugerahNya yg tidak terbatas Dia bersedia mengampuni segala pelanggaran kita. 
Jika Allah berkata TIDAK itu adalah indikator ada perkara yg harus kita sejajarkan dengan kehendak dan rencanaNya. amin GBU 


by Haris Subagiyo