Senin, 15 November 2010

Reformasi dan Pembaharuan

Yang jelas dalam reformasi telah terjadi suatu peristiwa yang besar, yaitu PEMBAHARUAN. Melihat sejarah masa lalu, sejak agama Kristen diresmikan sebagai agama yang sah di negara Romawi (abad ke-4) sampai berkembang menjadi agama negara, dan terus mentradisi sampai sekitar abad ke-16, gereja telah mengalami resesi hebat hampir dalam segala bidang. Martin Luther dengan 95 dalilnya telah berperan sebagai salah satu tokoh reformator pada zaman itu.
Reformasi telah terjadi, namun demikian bukan berarti semua masalah telah lenyap. Sama sekali tidak. Manusia tetap diwarnai dengan dosa-dosa dalam perbuatannya, banyak perpecahan yang berulang kali terjadi setelah reformasi, sehingga kesimpulannya Reformasi tidak pernah boleh berhenti dalam sejarah manusia.
Namun apa yang paling pokok terjadi pada hari Reformasi waktu itu adalah pernyataan 3 hal prinsip Iman Kristen, yaitu Sola Fide, Sola Gratia dan Sola Scriptura. Keselamatan bukan melalui perbuatan atau usaha manusia, tetapi hanya melalui iman kepada Tuhan Yesus, serta merupakan anugerah yang diberikan secara cuma-cuma. Alkitab adalah Firman Allah, satu-satunya landasan kebenaran untuk segala pengajaran Iman Kristen dan berotoritas mutlak dalam setiap aspek kehidupan.
Yohanes Calvin meneruskan misi pembaharuan untuk memurnikan ajaran gereja dari segala penyelewengan yang dilakukan. Doa untuk orang mati, kesempatan bertobat setelah mati, meminta pertolongan kepada orang yang sudah mati, konsep tentang kepala gereja di dunia, tentang unsur mistis dalam perjamuan kudus dan ajaran lainnya ditolak dengan tegas.
Yang jelas, REFORMASI itu diijinkan Tuhan terjadi agar semua gereja melihat pentingnya saling mengoreksi dan memeriksa diri serta tidak merasa diri yang paling benar. Sampai hari ini pun tidak ada gereja yang sempurna tanpa kelemahan dan kekurangan.
REFORMASI tidak hanya terjadi dalam masalah gereja, tetapi juga dalam kehidupan pribadi orang Kristen serta lingkungannya. Yang pasti setiap orang Kristen meskipun secara status telah disebut sebagai orang kudus, ia tetaplah orang yang masih punya dosa-dosa, kelemahan, kekurangan dan keterbatasan. Karena itu dalam perjalanan hidupnya ia harus mengalami PEMBAHARUAN secara pribadi terus-menerus (II Kor 3:18b, 4:16, Efesus 4:23, Kolose 3:10).
Kehadiran orang Kristen bagi lingkungannya digambarkan sebagai garam dan terang. Garam untuk menggarami yang tawar, sedang terang untuk menerangi yang gelap. Semua ini menunjukkan, bahwa di mana pun orang Kristen hadir, ia harus membawa pengaruh PEMBAHARUAN bagi lingkungannya. Dunia ini memang semakin bobrok, Alkitab sudah menubuatkannya, namun bukan berarti bahwa orang Kristen ikut berjuang menambah kebobrokan di dunia ini.
Meskipun dunia semakin bobrok, namun sejarah tetap mencatat terjadinya pembaharuan-pembaharuan, antara lain: runtuhnya komunisme, Uni Sovyet dan tembok Berlin, kemerdekaan berbagai negara yang dijajah, jatuhnya Hitler dan pemerintahan diktator lainnya.
Akhirnya, untuk mengingat sejarah reformasi, kita perlu bertanya kepada diri kita masing-masing. Pertama, sudahkah kita mengalami PEMBAHARUAN terus-menerus secara dinamis dalam hidup pribadi kita ? Kedua, tindakan konkrit apa yang kita lakukan untuk menanggapi PEMBAHARUAN yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup kita ? Ketiga, sudahkah kehadiran kita, di mana pun kita berada, membawa pengaruh PEMBAHARUAN yang nyata bagi lingkungan kita ? Kiranya kita bukan menjadi penonton tokoh-tokoh PEMBAHARUAN, tetapi boleh menjadi PELAKU PEMBAHARUAN. Amin.
Pdt. Ir Andi Halim, S.Th
Referensi :
Buletin Lembaga Reformed Injili Indonesia “REFORMATA” 1994

MELAMAR KERJA


Suatu hari ada pemuda melamar ke suatu perusahaan.
Manajer HRD, "Apabila Saudara diterima di perusahaan ini, berapa gaji yang Saudara harapkan?"
Pemuda, "Saya ingin gaji dalam dolar AS saja, Pak. Tidak usah terlalu tinggi, cukup 10.000 dolar AS saja."
Manajer HRD, "Boleh juga, sesuai dengan jabatan yang Saudara lamar. Ehm ... bagaimana kalau perusahaan menawarkan lebih banyak: kami sediakan mobil Mercedes lengkap dengan supirnya, rumah di Pondok Indah dengan kolam renang, liburan setiap akhir minggu ke Bali, cuti 12 hari setiap akhir tahun ditambah bonus 12 kali gaji?"
Pemuda (dengan rasa girang campur tidak percaya), "Ah, jangan bercanda, Pak!"
Manajer HRD, "Lho...kan Saudara duluan yang mengajak bercanda...!!!"

SAYA TIDAK MAU MATI, DOK!!



Siang-siang waktu istirahat, seorang dokter dikejutkan oleh seseorang yang menangis tersedu-sedu sambil berkata, "Saya tidak mau mati, Dokter".
Merasa kasihan dengan orang itu, sang dokter merelakan waktu istirahat siangnya. Lalu dokter itu berkata, "Ada apa? Coba ceritakan masalahmu!"
Lalu dengan tersengguk-sengguk pasien itu berkata, "Dokter, kalau saya menyentuh bagian tubuh saya, yang mana saja, saya merasa sakit. Lihat ini dokter!"
Kemudian pasien itu menyentuh bagian dadanya dengan tangannya, lalu berteriak kesakitan, menyentuh bagian kepalanya dengan tangannya, kemudian ia berteriak kesakitan lagi, ia terus berteriak setiap kali ia menyentuh anggota tubuh yang lain dengan tangannya. Pasien itu berkata "Lihat, Dokter ... saya sekarat."
Lalu dengan tersenyum dokter itu berkata, "Itu cuma jari kamu yang patah."

Pendeta dan Singa


Seorang pendeta baru saja selesai memberitakan injil di desa sebelah. Dalam perjalanan pulang, karena hari sudah hampir malam, ia pun nekat untuk mengambil jalan pintas, melewati hutan belantara.
Di tengah hutan, ia bertemu seekor Singa yang kelihatannya sangat lapar. Ia pun berlutut dan berdoa,
“Tuhan, tolong tutuplah mulut Singa ini, agar dia tidak bisa menerkam aku”.
Ketika selesai berdoa, ia melihat sang Singa juga sedang berdoa. Sang Pendeta pun mengucap syukur,
“Oh, Tuhan, terima kasih. Kau telah memberiku seekor Singa yang baik”. Sang Singa pun lalu berkata,
“Betulll !!!, aku adalah Singa yang baik. Aku selalu berdoa mengucap syukur sebelum menyantap makananku”.
Ditulis dalam Humor Kristen. Tag: , , , , , , , , .

Memperbaiki Hubungan Irak-AS dengan Musik

  Senin, 15 November 2010 | 15:00 WIB

A Call to Heal
TEMPO Interaktif, Fort Worth, Texas - Irak kembali masuk berita utama karena serangan mengerikan ke sebuah gereja Katolik di Baghdad yang menewaskan 58 orang. Ini adalah satu lagi peristiwa yang semakin merenggangkan hubungan Amerika-Irak, dan yang, menurut saya, mengisyaratkan kembali perlunya lebih banyak kesempatan untuk pertukaran dan interaksi di antara kedua negara.

Pada musim panas 2005, ketika suara-suara peluru meriam dan kaca-kaca pecah membahana di seantero Irak, saya mengambil beberapa gitar dari rumah saya di Charlottesville, Virginia, Amerika Serikat, dan menjualnya, sehingga saya bisa membuat CD tentang penyembuhan. Ketika uang itu habis, saya menggunakan sebagian besar simpanan pensiunan saya dan cek bantuan dari pemerintah George W. Bush untuk menyelesaikan CD itu, yang diluncurkan pada musim gugur 2008.

Saat perang berlarut-larut pada 2005, saya menjadi putus asa tentang tujuan negara kami di Timur Tengah. Itulah saat saya memutuskan untuk membuat sebuah pernyataan, dan saya ingin pernyataan ini sebagai sebuah pesan yang positif.

Pernyataan saya tersebut bertajuk “A Call to Heal”, sebuah CD musik yang saya buat bersama musisi Irak unggulan Grammy, Rahim AlHaj, dan sekumpulan musisi kenamaan dari Charlottesville. Kelompok ini kemudian dikenal sebagai Baghdad Rain Project. Sampai saat ini ratusan keping CD kami telah disumbangkan ke berbagai organisasi nonpemerintah dan organisasi nirlaba yang bekerja di atau dengan Timur Tengah. CD ini adalah cara kami untuk mengucapkan “terima kasih” kepada mereka yang mengupayakan perdamaian di kawasan ini, tapi kami juga ingin memberi mereka contoh nyata tentang seorang Amerika dan seorang Irak yang menjembatani perpecahan budaya dan bekerja bersama secara positif dan konstruktif.

Pada mulanya saya ingin bekerja sama dengan sebanyak mungkin musisi Irak, tapi saya sadar bahwa hanya ada segelintir musisi Irak di Amerika Serikat. Kemudian saya membaca sebuah cerita di surat kabar lokal tentang seorang Irak yang piawai memainkan oud (alat musik mirip gitar), bernama AlHaj. Saya menyuratinya untuk menanyakan kemungkinan bekerja sama. Beberapa minggu kemudian kami bertemu di sebuah studio rekaman kecil dan menjadi teman sejak saat itu.

Seperti halnya banyak orang di pengasingan, AlHaj punya kisah luar biasa: dia orang yang punya bakat seni, yang belajar di Institut Musik di Baghdad di bawah asuhan musisi legendaris Munir Bashir. AlHaj adalah tahanan politik pada masa rezim Saddam Hussein. Ia meninggalkan Irak saat Perang Teluk pertama, tapi para penjaga perbatasan Irak memaksanya meninggalkan oud kesayangannya di perbatasan Yordania.

AlHaj akhirnya mendapat suaka di Amerika Serikat dan tinggal di Albuquerque, New Mexico, karena tempat ini mengingatkannya akan tanah airnya. AlHaj kembali ke Irak pada 2004 untuk menengok keadaan keluarga dan teman-temannya, dan kehilangan semangat begitu menyaksikan meningkatnya kekerasan sektarian dan kerusakan parah infrastruktur negaranya.

Yang paling menjadi perhatian AlHaj adalah anak-anak Irak. Saat ia berkeliling Irak, ia bertanya kepada anak-anak muda yang ia temui tentang impian mereka di masa depan dan berulang kali mendapat jawaban bahwa mereka tidak lagi punya impian. Adanya negara di mana anak-anak tak punya impian membuat saya berpikir lebih dalam tentang dampak psikologis perang, yang mengilhami dua lagu terpenting di CD ini: When I Leave This Place dan The War In My Head.

Orang-orang sipil dan para tentara yang mengalami perang harus hidup dengan bayangan dan emosi tentang perang sepanjang hayat mereka. Mereka tidak pernah bisa benar-benar meninggalkan tempat itu, meski pertempuran sudah usai.

Sejak membuat CD ini, saya mengusung minat saya pada Timur Tengah ke dunia akademis. Saya seorang Penasihat Internasional di Texas Christian University, Fort Worth, Texas dan saya sedang meneliti Sejarah Timur Tengah. Meski masih ada kekerasan di Baghdad, saya berencana melakukan kunjungan pertama saya ke Irak pada musim panas 2011.

Pergi ke Irak akan melengkapi petualangan saya. Saya memulai “perjalanan” ini lima tahun yang lalu dengan harapan bisa membangun jembatan pengertian antara orang Amerika dan Irak. Sekaranglah saatnya bagi saya untuk melintasi jembatan itu.

###

* James English adalah Penasihat Internasional di Texas Christian University, Fort Worth, Texas. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.BaghdadRain.com dan www.RahimAlhaj.com. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).

Minggu, 14 November 2010

Hudson IMB - Dicap Banci

By: Ret | Artis dan Tokoh | 13 November 2010, 10:12:32 |

Bakat Hudson Prananjaya memang unik. Ia mampu menyanyi dengan karakter perempuan dan pria, yang dibawakannya dalam bentuk two faces. Berkat kemampuannya itu, Hudson kini dikenal masyarakat. “Saya bersyukur dan sama sekali tidak menyangka bisa berada pada posisi saat ini,” ujarnya saat ditemui di sela-sela latihannya.
Bakat Hudson yang unik itu muncul secara tidak sengaja. Waktu itu, ia menjadi even manajer di suatu klub. “Bos memintaku bikin suatu acara yang tidak membosankan. Ya, sudah deh, aku bikin konsep two faces.” Tidak disangka, konsep tersebut disukai para penonton. Sejak itulah Hudson mulai mengembangkan bakatnya.
Sayangnya, bakatnya tersebut mendatangkan cibiran. Beberapa orang memandang Hudson seorang banci. “Mereka tanya, aku perempuan atau pria atau bencong. Soalnya kalau laki-laki, aku jadi laki-laki banget. Sementara kalau perempuan, jadi perempuan banget. Ya, mereka jadi ragu,” kata jemaat Gereja Katolik St. Yohanes Pembaptis, Jakarta Selatan.
Untunglah Hudson tidak ambil pusing dengan cibiran tersebut. “Terserah. Aku sih enggak mau mikirin hal-hal seperti itu, yang penting aku berkarya dan cari nafkah dengan jalan halal. Kan nobody’s perfect,” tandasnya tegas.
Sumber: Majalah Bahana, November 2010

Sabtu, 13 November 2010

Tujuh Hal Yang Dicari Wanita Pada Pria


Anda yang sedang mencari jodoh, terutama para pria, bisa membaca artikel ini. Sebelum masuk jenjang pernikahan ada hal-hal yang dicari seorang wanita dari sosok pria. Apa saja? Berikut kami kutip dari situs Shine, Rabu (10/11):
1. Memiliki wajah yang mirip atau sekilas mirip
"Wah muka kalian mirip, jodoh tuh," mungkin Anda pernah mendengar celetukan seperti itu. Menurut hasil studi di AS, wanita ternyata tertarik kepada pria yang memiliki wajah mirip dengannya. Atau minimal jika dilihat sekilas ada kemiripan. Mengapa? Wanita dipercaya bisa merasa aman dan nyaman jika berpasangan dengan pria yang wajahnya mirip dengannya.
2. Mengerti akan keinginan
Jangan menjadi pria yang egois! Yah kebanyakan wanita tak suka pria yang egois. Jadilah pria yang mampu memahami keinginan dan perasaan wanita. Caranya: menjadi pendengar yang baik.
3. Gaya berbicara dan berjalan
Wanita juga melirik bagaimana pria di seberang sana berbicara dan ketika berjalan. Pria yang jalannya gagah, tegap dan cepat, diyakini memiliki sifat yang berwibawa, mengayomi dan mapan. Demikian pendapat David Lieberman, ahli perilaku manusia. Lalu pria yang mampu menghormati dan menyimak lawan bicaranya dengan baik juga disukai wanita.
4. Luka di tubuh
Ternyata wanita menyukai pria yang memiliki luka di tubuhnya. Luka di tubuh diidentikkan dengan sifat macho dan pemberani. Namun luka yang disukai wanita bukan luka cacat permanen, terbakar atau karena bahan kimia. Luka akibat kecelakaan ketika berolahraga atau bekas jahitan kecil di alis dan kening menjadi daya tarik tersendiri bagi wanita.
5. Wajah ketika tersenyum dan bete
Yang ini sulit dijelaskan secara ilmiah. Namun faktanya, wanita suka dengan pria yang senyumnya sumringah. Pria yang senyumnya 'manis' dinilai memiliki sikap yang optimis. Pria optimis didambakan wanita karena diyakini bisa membuat masa depan lebih cerah. Begitupula saat seorang pria bete atau mengalami kebosanan, wanita pun bisa dibuat tertarik. Menurut sejumlah ahli, wajah manusia ketika bete atau bosan mencerminkan sifat aslinya.
6. Berpenampilan menarik dan kariernya sukses
Pria dengan busana rapih biasanya dilirik banyak wanita. Apalagi jika wajahnya tampan. Tapi ada juga kaum hawa yang kepincut dengan pria dengan berbuasana cuek, santai bahkan urakan. Karier dan penghasilan juga menjadi daya tarik yang penting. Makanya jadilah pria pekerja keras.
7. Pria dengan wajah mirip simpanse
Wah, yang ini bisa jadi perdebatan. Di Inggris, penelitian membuktikan pria yang bentuk proporsi wajahnya mirip dengan simpanse adalah yang paling aduhai. Cowok yang keningnya tidak lebar, alisnya tebal tapi tidak lebat dan bibirnya tipis disukai para wanita. Entah lah, mungkin cewek Inggris yang suka pria seperti itu.
Fajar Anugrah Putra

Mantan Ratu India Hidup dalam Kemiskinan

Liputan6.com, Sattur: Hidup dalam kemiskinan. Itulah yang kini dijalani Appamma Kajjallappa, istri ketiga Raja Venkateswara Ettappa, penguasa di Virudhunagar, India. Bersama anaknya, dia rela hidup di sebuah gubuk dan berjuang keras untuk mendapatkan sesuap nasi.
Lho, memang ke mana harta benda peninggalan suaminya "Sudah saya sumbangkan ke rakyat," kata Appama, baru-baru ini. Bahkan, istana peninggalan juga sudah berubah menjadi sebuah sekolah demi memenuhi permintaan rakyat.
"Anggota keluarga kami sangat murah hati. Kami menyumbangkan segalanya demi kejehateraan desa. Itulah yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin," tambah Appama.
Appama menambahkan, "Mungkin dulu saya adalah seorang ratu, tapi kini saya bukan siapa-siapa lagi. Kami sangat miskin."
Beberapa penduduk desa merasa iba dengan nasib ratu mereka. Sebenarnya, Appamma bekerja di kuil saat ada perayaan ataupun persembahan. Namun, setiap kali penduduk ingin memberikan sesuatu, Appama selalu menolak. Ia beranggapan melayani kuil suci merupakan suatu kehormatan bagi dirinya.(Bernama/DES/ULF

Gereja Katholik Cari Pengusir Setan

Washington (ANTARA/Reuters) - Dicari: beberapa pria baik untuk mengusir setan! Uskup Katholik Roma AS, yang kebanjiran permintaan untuk mengirim pengusir hantu menyelenggarakan lokakarya pelatihan khusus di Baltimore pada akhir pekan.
Tujuan lokakarya tersebut ialah untuk mengajarkan para tokoh agama upacara tertentu, demikian laporan Catholic News Service.
Gereja itu telah menugaskan sebanyak 56 uskup dan 66 tokoh agama untuk mengikuti lokakarya dua-hari yang dimulai Jumat (12/11), dengan tujuan menambah jumlah kelompok pengusir hantu Amerika yang cuma berjumlah lima atau enam yang terdaftar di buku gereja tersebut saat ini.
"Ada sekelompok kecil tokoh agama yang mengatakan mereka mendapat permintaan dari seluruh wilayah AS," kata Uskup Thomas Paprocki dari Springfield, Illionis, sebagaimana dikutip.
"Sebenarnya, masing-masing daerah keuskupan mesti memiliki pengusir hantunya sendiri," ia menambahkan.
Paprocki tak mengatakan mengapa ada peningkatan permintaan upacara pengusiran hantu, yang ia katakan jarang dilakukan.
Upacara pengusiran hantu, yang dianggap serius oleh Gereja Katholik, menjadi pokok film horor Hollywood --yang paling menonjol adalah film "The Exorcist" 1973-- dan dianggap oleh banyak orang sebagai takhayul yang memberi rasa deg-degan bagi perayaan seperti Halloween.
Peraturan Gereja Katholik menetapkan hanya pastor terlatih saja yang dapat melaksanakan upacara tersebut --dan hanya dengan izin dari uskup.
Sebagian tanda seseorang mungkin berada di bawah pengaruh setan meliputi mencakar, memotong, menggigiti kulit dan memiliki kekuatan di luar kondisi lumrah.

Cara Membuat Password Aman

Password
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah penelitian yang dilakukan Georgia Tech Research Institute di Amerika Serikat banyak orang menggunakan password atau kata kunci yang lemah untuk melindungi akun mereka.

Para pengguna internet yang memiliki rekening bank, kartu kredit, atau mereka yang menyimpan informasi pribadi di akun online kebanyakan mengguanakan kata kunci yang lemah sehingga peretas dapat mengetahui sandi tersebut. Para hacker biasanya menggunakan Graphics cards kemudian dikombinasikan dengan software atau program untuk memecahkan sandi dan berulang kali mencoba kombinasi password yang berbeda-beda sampai ditemukan sandi yang benar.

Menurut penelitian tersebut, para pengguna internet biasanya membuat password yang berisi infomasi pribadi mereka, seperti tanggal lahir, kota asal, nama orang tua, nama pacar dan sebagainya.

Jamie Cowper dari Symantec memberikan saran supaya para penggiat internet menggunakan password yang berbeda-beda untuk berbagai akun yang mereka miliki. "Dan jangan lupa untuk mengubah password secara berkala," katanya.

Selain itu, pengguna juga disarankan membuat kata kunci yang terdiri dari 12 karakter supaya tidak mudah diketahui. "Membuat password pendek berisiko untuk dibobol," katanya. Kata kunci pendek yang dimaksud Cowper adalah sandi yang terdiri dari tujuh karakter atau kurang.

Cowper yang bekerja pada perusahaan yang memproduksi perangkat lunak keamanan internet seperti Norton Anti-Virus, ini juga menyarankan pengguna untuk membuat kombinasi karakter password yang terdiri dari termasuk nomor dan huruf besar atau kecil.

Skynews|Rini K|

Orang Miskin Dihimbau Tak Merokok

Jum'at, 12 November 2010 | 17:43 WIB

AP/Rajesh Kumar Singh
TEMPO Interaktif, Jakarta - Orang miskin dihimbau mengurangi konsumsi rokok. "Konsumsi pagi-pagi mereka itu rokok. Padahal anak-anak mereka butuh protein dan makanan bergizi lainnya,"kata Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Farid Anfasa Moeloek usai menemui Wakil Presiden Boediono di Jakarta, Jum'at (12/11).

Saat ini, kata Farid, anak-anak dari kelompok masyarakat miskin semakin banyak yang mengkonsumsi rokok. Akibatnya perkembangan otak dan kecerdasan mereka terganggu. "Kerusakannya permanen, makanya masalah rokok ini harus ditangani sebaik-baiknya," katanya.

Karenanya, ia meminta pemerintah agar serius mengatasi masalah. "Targetnya kali ini anak-anak muda dan ibu-ibu, kalau hamil anaknya cacat dan prematur, bisa lost generation," ujarnya.

Anggota KOMNAS, Kartono Mohamad mengatakan, pihaknya telah menyampaikan data-data ini kepada wakil presiden Boediono. Boediono, kata dia, menyambut baik. "Kita arahkan rakyat miskin jangan terlalu menghabiskan uang untuk rokok," ujarnya.

Menurut Peneliti Lembaga FE UI Abdillah Ahsan sekitar 60 persen rumah tangga miskin pengeluaran utamanya untuk membeli rokok. Jika diperhitungkan secara individu, perokok dari keluarga miskin mencapai 30 persen dari 34 juta jiwa atau sekitar 12 juta.

Mereka lebih memilih mengkonsumsi rokok dibandingkan membeli kebutuhan penting lainnya termasuk pendidikan anak-anaknya. "Pengeluaran rokok urutan kedua, dari lima jenis kebutuhan utama keluarga," katanya.

Abdillah mencontohkan, ia pernah mewawancarai seorang sopir angkot yang berpenghasilan Rp 50 ribu sehari. Dalam sehari, sang sopir bisa mengkonsumsi rokok tiga bungkus. Sementara anak-anaknya ada yang tidak lulus SMP dan SMU.

MUNAWWAROH

Jumlah Perokok Pemula Naik Empat kali Lipat


Sabtu, 13 November 2010 | 05:58 WIB
Massa melakukan aksi demo mendukung diberlakukannya PerGub 88/ 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok. TEMPO/Subekti
TEMPO Interaktif, Jakarta - Komisi Nasional Pengendalian Tembakau meminta iklan rokok segera dihentikan. "Larangan total, tidak boleh ada iklan sama sekali,"ujar anggota Komnas Widyastuti Soerojo di Jakarta, Jum'at (12/11).

Menurut Widyastuti, warga yang mengkonsumsi rokok dari tahun ketahun terus meningkat. Yang semakin miris, pertambahan terjadi pada perokok usia pemula dan meningkat hampir empat kali lipat dari tahun 2001-2007. Pada usia 5-9 taun naik 0,4 persen jadi 1,9 persen. Perokok pemula usia 10-14 tahun, dari 9,5 persen naik 16 persen.

Perokok pemula yaitu anak-anak di bawah usia 15 tahun ini dengan tingkat pendidikan rendah/tidak tamat sekolah meningkat 13,5 persen. Sebelumnya yang tamat perguruan tinggi hanya 8,5 persen.
Dari kelompok pendapat, pendapatan paling rendah meningkat 5,6 persen, sedangkan yang pendapatan paling tinggi justru menurun 4 persen. Kelompok rentan inilah yang hendak dilindungi. "Kita tidak melarang sama sekali orang merokok, usaha industri rokok, atau mematikan petani tembakau, tidak sama sekali,"ujarnya.

Selain melarang iklan rokok, Komnas juga meminta bungkus-bungkus rokok seyogyanya diberi gambar atau peringatan yang jelas supaya masyarakat tahu bahaya merokok. Sama halnya yang dilakukan produsen dengan bungkus rokok yang mereka ekspor ke Singapura dan Malaysia.
Selain itu, hal ini juga merupakan salah satu bentuk pendidikan yang tidak mahal karena pemerintah tidak harus membayar. "Tidak ada alasan bagi industri Indonesia untuk tidak melakukan ini karena mereka sudah memproduksi dan menjualnya untuk konsumsi ekspor. Artinya, hak asasi atas info masyarakat di luar negeri sudah dihargai oleh industri rokok kita, seharusnya kita juga demikian,"ujarnya.
Soal inilah, kata Tuti, yang sedang dibahas dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) berkaitan dengan penggunaan produk atau hasil tembakau turunan dari Undang-Undang tentang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.

Peneliti Lembaga FE UI Abdillah Ahsan menambahkan, pelarangan iklan rokok ini harus dilakukan karena iklannya seringkali memberi kesan dan informasi yang salah mengenai produk rokok yang sebenarnya berbahaya. "Melalui iklan, produk rokok malah terlihat sangat keren, sehingga normal untuk konsumsi,"ujarnya.

Selain pelarangan iklan rokok ini, kata dia, dua hal lain yang akan dibahas secara mendalam dalam RPP adalah kenaikan cukai rokok dan kawasan tanpa rokok. "Saat ini ada 65 juta orang mengkonsumsi rokok, dengan jumlah per batang rokok yg dikonsumsi 260 miliar batang di tahun 2010,"kata dia.

MUNAWWAROH

Pesan Paus Bagi Pemimpin G20



Paus Benedict XVI. AP/Kirsty Wigglesworth
TEMPO Interaktif, Kota Vatikan -Pertemuan puncak G20 berlangsung hari ini di Seoul, Korea Selatan. Salah satu yang menjadi fokus: perang mata uang. Paus Benediktus XVI pun berpesan kepada para pemimpin negara di pertemuan tersebut.

Paus Benediktus XVI meminta para pemimpin dunia bekerjasama untuk solusi terhadap krisis ekonomi global. Menulis di Osservatore Romano, harian resmi Vatikan, Paus mengatakan para pemimpin dari 20 ekonomi terkemuka di dunia harus menghormati "martabat manusia" dan menghindari kebijakan yang menguntungkan beberapa negara atas orang lain. 

"Dunia mengamati anda," kata Paus. "Karena itu saya mendorong Anda untuk mengatasi berbagai masalah serius yang dihadapi Anda untuk mencari solusi jangka panjang, berkelanjutan dan adil." 

Pertemuan puncak dikabarkan diselimuti ketegangan. Ketegangan ini dipicu perang kurs antara Yuan dan Dolar. Cina selama ini melindungi mata uang Yuan. Mata uang Yuan diproteksi oleh pemerintah Cina dalam kisaran tertentu. Dengan begitu, mata uang tidak bisa terlalu melemah atau menguat.

Proteksi mata uang Yuan di antaranya menyebabkan melemahnya dolar. Hal itu diikuti perkuatan beberapa mata uang termasuk rupiah. Menguatnya rupiah terhadap dolar membuat berkurangnya daya saing barang ekspor.

MSNNews | PGR

Warga kristen pakistan ajukan banding

Sabtu, 13/11/2010 02:34 WIB
BBCIndonesia.com - detikNews

Kaum kristiani Pakistan
Pasal penghinaan diusulkan dihapus karena rentan penyalahgunaan

Kerabat dari seorang perempuan kristen di Pakistan yang dijatuhi hukuman mati dengan dakwaan menghina nabi Muhammad mengatakan akan mengajukan banding terhadap vonis itu.

Asia Bibi diyakini sebagai perempuan pertama di Pakistan yang dijatuhi hukuman mati dibawah UU Penghinaan.

Kepada BBC, suaminya mengatakan vonis itu dijatuhkan dengan dasar "fitnah".

Meski belum pernah ada terdakwa dijatuhi hukuman mati dengan dasar UU ini, namun sudah ada 10 terdakwa yang tewas terbunuh saat sidang mereka masih berjalan.

Asia Bibi, ibu rumah tangga berumur 45 tahun, dijatuhi hukuman mati Senin lalu di sebuah pengadilan kota Nankana, sekitar 75km dari kota Lahore di provinsi Punjab.

Pertengkaran gara-gara air

Suaminya, Ashiq Masih, bekerja sebagai buruh tani, mengatakan: "Kami tidak pernah menghina Nabi Muhammad atau ayat suci umat Islam, dan kami akan mengajukan banding atas vonis ini."

Dia mengatakan istrinya dituduh menghina Nabi setelah terlibat pertengkaran tahun lalu dengan sekelompok perempuan saat dia diperintah istri kepala desa untuk mengambil air.

Masih mengatakan perempuan-perempuan itu menantang istrinya dengan mengatakan haram meminum air yang diambil oleh seorang non-Muslim.

"Istri saya tersinggung, dan mengatakan Apa kami bukan manusia? Akibatnya terjadi lah pertengkaran," tambah Masih.

"Tetapi gugatan resminya terjadi lima hari sesudahnya, diajukan oleh seorang ulama lokal pada polisi."

Asia Bibi kemudian ditahan dan dijatuhi dakwaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Menurut sejumlah hakim menolak kemungkinan terjadinya fitnah dalam kasus ini atau terdakwa diarahkan untuk melakukan hal yang dituduhkan.

Pegiat HAM mendesak agar UU penghinaan dihapuskan karena dianggap sering dimanfaatkan oleh kelompok ekstrem Islam atau mereka yang punya dendam pribadi.

(bbc/bbc)

Minggu, 07 November 2010

Gereja Kecam Kalender Peti Mati Porno

Senin, 08 November 2010 | 06:16 WIB

Ilustrasi
TEMPO Interaktif, Warsawa -Sebuah kalender terbitan perusahaan penyedia peti mati di Polandia kemarin menuai kecaman dari kalangan gereja di sana. Maklum saja, CofaniFunebri, perusahaan itu, menampilkan model-model yang bukan bikin orang bertobat menjelang kematian, melainkan justru sebaliknya, tak ingin buru-buru menemui ajal.

Lihat saja halaman depan kalender yang bertajuk “Indahnya Mati Mendadak”. Ada cewek berbusana ketat nan minim berbahan latex berpose tak senonoh di dekat peti mati. 

"Agak-agak bergaya Hollywood dengan kesan yang lebih gelap," ujar juru bicara CofaniFunebri, Bartek Lindner. Inspirasinya mengambil kisah film seperti James Bond atau The Godfather.

Cuma tetap saja, di mata Romo Tadeusz Rybnik, semua itu tak lebih dari sekadar sampah. "Kematian itu bukan hal seksi!" ujarnya, geram. 

Juru bicara Gereja Polandia itu menganggap kalender itu salah dalam menyajikan konotasi kematian. "Kalender ini jelas-jelas mengganggu buat mereka yang sekarang ini, sebut saja, sedang sekarat." 

AUSTRIANTIMES | DRE

Patung Yesus Kristus Terbesar Dibangun

Desliana Carolina


06/11/2010 21:22

Liputan6.com, Swiebodzin: Patung Yesus Kristus terbesar di dunia tengah dibangun di Swiebodzin, Polandia. Patung setinggi 57 meter itu akan mengalahkan patung Yesus di Rio de Janeiro, Brazil.

Adalah Pastor Sylwester Zawadzki yang menjadi penggagas ekaligus pimpinan pelaksana pembangunan patung raksasa itu. Patung itu hanyalah segelintir dari ide briliannya untuk menunjukkan rasa kecintaannya kepada Sang Pencipta.

Zawadzki juga telah menghimbau warga untuk menyumbangkan sedikit dari harta mereka untuk pembangunan patung itu. Dan diharapkan, patung yang dilengkapi mahkota duri berlapis emas itu menjadi daya tarik bagi para peziarah rohani yang biasanya memadati Rio de Janeiro. 

"Saya senang karena proyek ini akan membawa publisitas ke kota kita. Akan ada banyak orang yang datang untuk berziarah maupun berkunjung sebagai turis biasa," kata Dariusz Bekisz, Wali Kota Swiebodzin, Polandia.(reuters/SHA)

Selasa, 02 November 2010

Refleksi Kepemimpinan


Dedy Irawan - detikNews


Jakarta - Betapa sering kita menyaksikan bahwa apa yang disebut dengan kepemimpinan itu ternyata tidaklah bergantung kepada posisi atau jabatan seseorang. Kepala keluarga yang kurang mampu membina anak-anaknya, guru kelas yang tak dipatuhi para siswanya, ketua partai yang imbauannya tak dihiraukan konstituen, pemuka agama yang khutbahnya dianggap angin lalu oleh umat, direktur perusahaan yang setiap hari hanya memarahi dan mengancam anak buah, hingga jenderal yang tak piawai saat memberikan arahan, merupakan berbagai gambaran mengenai fenomena yang jamak ini. Bahkan ada pula kepala negara yang sebelum masa jabatannya berakhir, didesak untuk mengundurkan diri oleh rakyatnya sendiri walau terpilih secara sah konstitusional.

Padahal, bukankah semestinya dengan menyandang posisi pimpinan maka seseorang akan lebih mudah dalam memimpin orang lain? Bukankah dengan status yang disandangnya itu maka pengaruh yang diberikan kepada para pengikutnya akan menjadi lebih kuat? Hal ini ternyata tak selalu dapat berjalan demikian karena kepemimpinan itu sendiri tidaklah identik dengan sebuah posisi pimpinan, leadership is not a headship. Albert Einstein, Bunda Teresa, Konosuke Matsushita, Hasyim Asy'ari, Mahatma Gandhi, Martin Luther King Jr., dan banyak lagi tokoh pemimpin dunia lainnya di berbagai bidang, menjadi bukti yang nyata bahwa sesungguhnya pengaruh atas orang banyak dapat diperoleh walau tanpa jabatan penting kenegaraan sekalipun. Visi, integritas, keberanian, kepedulian, kebijaksanaan, semangat, komitmen, dan ketulusan, adalah kunci utama keberhasilan mereka di dalam memimpin, achievement of goals through voluntary followership.

Para tokoh pemimpin dunia tersebut tidaklah menunggu saat yang tepat untuk bertindak. Mereka tidak menunggu kaya, populer, atau berkuasa dahulu baru kemudian mewujudkan perubahan. Mereka tidak bersembunyi di menara gading melainkan hadir di tengah masyarakat. Mereka rela berkorban. Mereka memiliki pendirian teguh dan standar etika yang tinggi. Mereka juga para komunikator yang ulung akan pemikirannya. Mereka tekun membangun kapasitas kepemimpinannya dengan menghadapi kesulitan demi kesulitan. Mereka mengambil tanggung jawab untuk berperan semaksimal mungkin semasa hidupnya. Dan dengan menjalani hal-hal antara lain demikianlah, maka secara alamiah para informal leaders akan dapat bertransformasi menjadi para world class leaders. Kepemimpinan yang telah mereka bangunpun menjadi lebih lengkap saat mereka pada akhirnya mengemban amanat sebagai pemimpin formal di masyarakat. Hal yang kemudian membuat kisah kepemimpinan mereka menjadi inspirasi sepanjang zaman. Meminjam istilah Paulo Coelho dalam karyanya The Alchemist, mereka telah menuliskan legenda pribadinya sebagai karya dan teladan yang amat bernilai bagi generasi sesudahnya.

Walaupun memang tak dapat dipungkiri bahwa kepemimpinan itu sendiri bersifat kontekstual, sehingga pemimpin yang dibutuhkan sebuah organisasi politik akan berbeda dengan organisasi pendidikan, keagamaan, bisnis, militer, kelompok tani, para artis, atau bahkan organisasi mafia, namun sifat dasar kepemimpinan tidaklah jauh berbeda satu dengan yang lainnya. Masyarakat manapun senantiasa membutuhkan sosok pemimpin dan panutan, terlebih lagi dalam menghadapi masa-masa sulit.

Kepemimpinan juga merupakan key success factor dari proses perubahan yang besar. Para pengikutpun akan dengan sukarela mendukung terjadinya suatu perubahan mengikuti kepemimpinan yang kuat. Hal mana yang keberhasilan pengembangannya dalam tinjauan para ahli di berbagai institusi terkemuka, antara lain Harvard University atau McKinsey Inc., tidaklah dibedakan oleh faktor jenis kelamin, IQ, status sosial ekonomi, agama, ataupun ras seseorang. Kepemimpinan yang kuat dapat dijalankan oleh semua orang baik mereka yang berkepribadian ekstrovert maupun introvert.

Kepemimpinan yang kuat pula akan dapat mengendalikan jalannya sistem. Walau tengah berada di dalam sistem yang sudah terbangun secara buruk sekalipun, seorang pemimpin yang kuat tidak akan dengan mudah untuk dapat terpengaruh. Begitupun sebaliknya, seberapapun bagusnya sebuah sistem dalam berbagai bentuk peraturan dan kebijakan yang berfungsi sebagai enabler di masyarakat, jika berada di tangan pemimpin yang tidak kuat, hanyalah merupakan kesia-siaan belaka. Betapa banyak produk UU yang dimiliki oleh suatu negara, namun tak kunjung terasa manfaatnya oleh rakyat bila tak dijalankan dengan sungguh-sungguh oleh mereka yang berwenang.

Sedang di tingkat perusahaan seringkali pula kita dengar, bahwa perencanaan strategis yang sangat baik haruslah diikuti dengan eksekusi terhadap pelaksanaannya, yang tak lain adalah kepemimpinan. Bahkan tak jarang pula kita amati bahwa seiring pergantian kepemimpinan, para pengikut kadang kala merindukan sosok pemimpinnya yang terdahulu, karena pemimpin yang saat ini sedang menjabat kurang terasa kepemimpinannya, walaupun dalam hal ini tak ada perubahan aturan main sama sekali. Hal ini tak lain dikarenakan setiap orang memiliki ciri khas kepemimpinannya masing-masing yang memberi dampak dan jejak berbeda kepada para pengikutnya.

Kepemimpinan adalah driver dari sebuah proses perubahan. Kepemimpinanlah yang mampu mengubah zaman jahiliyah menjadi peradaban madaniyah dalam sejarah penyebaran agama. Kepemimpinanlah yang menjadi kunci bagi terciptanya perdamaian atau peperangan dunia. Kepemimpinanlah pula yang dapat menentukan masa depan negara serta organisasi manapun. Dan kepemimpinan pulalah yang mampu menyukseskan penyelamatan fenomenal 33 penambang Chile pertengahan Oktober lalu, baik dari para penambang itu sendiri maupun para tim penyelamat.

Pada hakikatnya, kita semua merupakan pemimpin di muka bumi ini. Sembari terutama saya mengingatkan diri saya sendiri, apapun profesi, job title, serta kesibukan kita sehari-hari saat ini, marilah kita jalankan kepemimpinan kita di semua tingkat kehidupan secara maksimal dan dengan sebaik-baiknya. Apalagi, jika secara struktural formal saat ini diri kita merupakan pimpinan yang menjadi tumpuan harapan bagi begitu banyak orang. Sungguh, tiada seorang pun yang tahu kapan 'saat' yang telah ditentukan itu akan tiba. Namun semoga, jikalau esok pun adalah waktunya, kita tak menyimpan sesal dan berserah dengan kelapangan jiwa. Kepemimpinan kita, hidup kita, adalah sebuah legenda.

*) Dedy Irawan, pemerhati manajemen, tinggal di Jakarta. Memiliki pengalaman profesional di Accor, Arbe, AstraZeneca, Recapital.

Senin, 01 November 2010

KEBENARAN TENTANG MENJADI KAYA

Bacaan: Efesus 1:3

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Allah telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Itu berarti bahwa kita sebagai orang Kristen adalah orang yang kaya akan berkat rohani.

Anda mungkin bertanya apakah artinya kaya akan berkat rohani?

Jika Anda membaca ayat selanjutnya yaitu ayat 4-14, maka Anda akan tahu dan mengerti bahwa sebagai orang Kristen, Anda telah mendapatkan 11 hal ini:
1. Anda telah menjadi kudus.
2. Anda telah menjadi anak-Nya.
3. Anda telah mendapatkan kasih karunia dari Allah meskipun Anda tidak layak tetapi Anda mendapatkannya.
4. Anda telah mendapatkan penebusan dan pengampunan dosa.
5. Anda telah mendapatkan hikmat dan pengertian.
6. Anda telah mendapatkan rahasia kehendak-Nya.
7. Anda telah mendapatkan rencana kerelaan-Nya. Anda dapat tahu, dapat mengerti dan dapat mengenalinya.
8. Anda telah mempunyai relasi yang dekat, akrab dan harmonis dengan Dia.
9. Anda telah mendapat janji-janji-Nya.
10. Anda telah mendapatkan kebenaran.
11. Anda telah mendapatkan jaminan yaitu dimeteraikan dengan Roh Kudus.

Semua hal ini tidak diperoleh orang-orang duniawi. Mereka mengalami kemiskinan akan berkat rohani meskipun mereka kaya akan harta benda. Mereka merasakan kehampaan di dalam hidup.

Allah tidak menjanjikan kekayaan materi kepada orang-orang Kristen tetapi kekayaan rohani. Itu berarti bahwa menurut pandangan Allah kekayaan rohani jauh lebih penting dibandingkan kekayaan materi. Tidak heran mengapa Yesus pernah menantang seorang yang kaya untuk menjual seluruh harta bendanya dan mengikut Dia. Karena bagi Dia kekayaan rohani jauh lebih bernilai harganya dibandingkan dengan kekayaan materi.

Bukan berarti bahwa orang-orang Kristen tidak akan ada yang kaya atau tidak boleh menjadi kaya. Tidak pula berarti bahwa orang-orang Kristen membenci atau tidak suka terhadap orang yang kaya. Tetapi ada orang-orang Kristen yang salah mengerti tentang Kekristenan. Mereka berpikir bahwa dengan menjadi Kristen mereka akan mendapatkan kekayaan materi berupa uang atau harta benda. Ada yang berpikir bahwa mereka tidak akan mengalami tantangan atau masa-masa sulit di dalam hidup mereka. Ada pula yang berpikir bahwa menjadi orang Kristen berarti menjalani kehidupan yang serba gampang atau serba mudah.

Orang-orang duniawi biasanya mengalami 3 (tiga) jenis permasalahan berikut:
1. Permasalahan relasi atau hubungan
Anak-anak mengalami kepahitan terhadap orang tua yang otoriter, kasar atau cerewet. Orang tua yang permisif mengalami kepahitan terhadap anaknya yang manja, nakal dan semena-mena. Dalam pernikahan, isteri tidak menghormati suami, suami tidak mengasihi isteri. Perzinahan. Perceraian. Dalam pergaulan, orang-orang mementingkan diri sendiri, iri hati, menjegal, menjatuhkan orang lain. Di dalam kelompok atau pekerjaan, orang-orang tidak bekerjasama, ber-politik.

2. Permasalahan karakter
Orang-orang duniawi suka menghalalkan segala cara, mencari jalan pintas. Tidak menyukai proses. Tidak mempunyai integritas. Kuatir. Kikir atau Serakah. Minder. Sombong. Iri hati. Egois. Negatif. Benci. Dendam. Tidak suka mengampuni. Putus asa.

3. Permasalahan rohani
Tidak dekat dengan Tuhan. Cara pandang yang tidak alkitabiah. Kehampaan. Stress. Depresi. Hidup dalam dosa. Mati rohani.

Setelah mempelajari Kitab Suci, orang-orang akan mengerti kebenaran dan mengenal kehendak Allah. Mereka akan bertobat, meninggalkan dosa-dosanya dan membangun relasinya dengan Tuhan. Dengan demikian permasalahan relasi atau hubungannya dipulihkan, karakternya diubahkan dan berkat-berkat rohani pun akan diperolehnya. Dan ia akan menjadi kaya di dalam Tuhan.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar dapat senantiasa menyadari dan bersyukur akan kekayaan rohani yang telah Engkau karuniakan. Di dalam nama Yesus Kristus. Amin.

4 KUADRAN IMAN & PERBUATAN


Bacaan: Roma 4:2-8

4:2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.
4:3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? ”Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”
4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.
4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
4:6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:
4:7 ”Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;
4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

Berdasarkan Alkitab, saya membagi 4 (empat) kuadran tentang iman dan perbuatan. Ke-4 (empat) kuadran tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kuadran 1: Tanpa Iman dan Tanpa Perbuatan (baik)
2. Kuadran 2: Iman Tanpa Perbuatan
3. Kuadran 3: Perbuatan Tanpa Iman
4. Kuadran 4: Iman dan Perbuatan. Atau, Iman yang menghasilkan Perbuatan

Orang yang berada di kuadran 1 biasa disebut sebagai orang tidak percaya atau duniawi. Mereka tidak beriman. Mereka juga tidak berbuat baik. Sedangkan orang yang berada di kuadran 2 dapat disebut sebagai religious. Mereka berpikir dan berbicara tentang firman tetapi tidak melakukannya. Orang yang berada di kuadran 3 biasa disebut sebagai legalis. Mereka terdapat di antara bangsa Yahudi yaitu yang melakukan peraturan, tata cara, perbuatan-perbuatan yang baik tetapi tanpa iman kepada Kristus. Mereka berpikir bahwa dengan mengikuti peraturan, tata cara dan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dapat mengantar mereka sampai ke sorga. Tetapi orang yang berada di kuadran 4 adalah orang yang beriman kepada Kristus. Dan karena imannya itu ia menghasilkan perbuatan-perbuatan yang baik. Mereka biasanya disebut sebagai orang percaya atau orang beriman.

Orang-orang di kuadran 1 perlu belajar Kitab Suci sehingga dengan demikian ia akan beriman kepada Kristus dan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan iman itu. Orang-orang di kuadran 2 perlu melatih diri untuk menjadi pelaku firman. Orang-orang di kuadran 3 perlu meninjau atau meng-kaji ulang tentang iman, tentang Kristus dan tentang firman Allah. Sedangkan orang-orang di kuadran 4 perlu menjaga iman mereka, setia dan terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

Timbul pertanyaan, apakah iman itu? Menurut Roma 10:14;17, iman timbul dari pendengaran terhadap firman Allah. Artinya, di dalam diri orang yang mempunyai interpresi atau pengertian yang benar terhadap firman Allah akan timbul iman, sehingga mempengaruhi sikap, pandangan dan perbuatan-perbuatan orang tersebut.

Jadi, dapatkah seseorang beriman tanpa Alkitab atau firman Allah? Tentu saja tidak. Atau, apa jadinya kekristenan tanpa Alkitab? Tidak ada. Apa jadinya kekristenan tanpa pengertian atau interpretasi yang benar? Kepalsuan. Dan apa jadinya kekristenan tanpa perbuatan-perbuatan yang sesuai iman? Agama yang kosong.

DEMAS & ITIK LIAR

Bacaan: Kol 4:14; Fil 1:24; II Tim 4:10

Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas. (Kol 4:14)

…dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku. (Fil 1:24)

…karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. (II Tim 4:10)

Anda mungkin pernah melihat nama Demas tertera di Alkitab tetapi Anda tidak tahu tentang dia, lalu Anda skip, melanjutkan bacaan Anda ke lembar tulisan yang lain di Alkitab. Atau, Anda mungkin bertanya “siapa dia?”, “apa kualitasnya?”, atau “apa yang ia lakukan?”

Menurut Paulus, Demas adalah rekan sekerjanya. Ia setara dengan para penulis Injil yaitu Markus dan Lukas, dan Aristarkus yang dianiaya dan dipenjara bersama dengan Paulus di Tesalonika. Namanya disebutkan sebanyak tiga kali oleh Paulus di dalam surat-surat di Perjanjian Baru. Tentu saja ia bukan orang yang biasa, maksud saya, setidaknya ia mempunyai kualitas-kualitas yang setara, yang rohani seperti Markus, Lukas dan Aristarkus. Pertanyaannya, mengapa ia meninggalkan Paulus? Sangat singkat jawaban Paulus, Demas mencintai dunia (band. II Tim 4:10).

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin? Ijinkan saya menjelaskannya dengan menggunakan ilustrasi tentang itik liar dari seorang filsuf terkenal asal Denmark, Soren Kierkegaard.

Pada musim semi, bersama kawan-kawannya, seekor itik liar terbang menuju ke utara melintasi Eropa. Di tengah penerbangannya, ia turun ke sebuah pekarangan gudang pertanian Denmark tempat itik-itik peliharaan berada. Ia makan sedikit dari jagung mereka. Ia tinggal selama satu jam, lalu selama sehari, lalu selama seminggu, lalu selama sebulan, dan akhirnya karena ia menikmati makanan enak dan keamanan pekarangan gudang pertanian itu, ia tinggal sepanjang musim panas. Namun, pada suatu hari di musim gugur ketika kawanan itik liar terbang ke selatan lagi, mereka melintas di atas pekarangan itu, dan kawan mereka mendengar seruan mereka. Itik tadi diluapi dengan suatu getaran sukacita dan kegembiraan yang aneh, dan dengan mengepak-ngepakkan sayap keras-keras membubung naik untuk bergabung dengan sekutu-sekutu lamanya dalam penerbangan mereka.

Namun, itik tersebut mendapati bahwa makanan enaknya telah membuatnya begitu lemah dan berat sehingga ia tidak dapat naik lebih tinggi dari atap gudang pertanian tadi. Lalu, ia jatuh lagi ke pekarangan itu dan berkata kepada dirinya sendiri, “Oh, ya sudahlah, kehidupanku aman di sini, dan makanannya enak.” Setiap musim semi dan musim gugur bila ia mendengar itik-iti liar menguak-nguak, matanya akan berbinar sesaat dan ia akan mulai mengepak-ngepakkan sayapnya. Namun, akhirnya tiba saatnya ketika itik-itik liar terbang di atasnya dan melontarkan seruan mereka, tetapi ia tidak memberi perhatian sedikit pun pada mereka.

Ada 4 (empat) hal yang dapat dijelaskan oleh ilustrasi tadi:
1. Sang itik liar berhenti untuk terbang.
2. Sang itik liar tertarik dengan hal yang lain.
3. Sang itik liar meninggalkan komunitasnya dan bergabung dengan komunitas yang lain yang berbeda dengannya.
4. Sang itik liar mengalami perubahan fisik dan mentalitas. Ia menjadi gemuk, lamban, malas, dan kehilangan semangatnya untuk terbang.

Demikian pula halnya dengan Demas. Ia berhenti bekerja melayani Allah karena ia tertarik kepada dunia. Ia meninggalkan Paulus dan rekan-rekan kerjanya yang lain dan bergabung dengan komunitas yang lain yang tidak rohani. Suatu hasil akhir yang tidak terelakkan jika seseorang tidak mengantisipasinya.

Perhatikanlah apa yang dikatakan Alkitab untuk mengantisipasi perubahan tersebut:
1. Cintailah Tuhan di atas segalanya.
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (Mark 12:30)

2. Berhati-hatilah! Perhatikan pergaulan Anda.
… Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. (I Korintus 15:33)

3. Pelajari firman-Nya. Praktekkan dan latihlah diri Anda sesuai dengan-Nya.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah …bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik (NASB: mendidik = training) orang dalam kebenaran (II Tim 3:16)

4. Tekunlah berlatih di dalam Tuhan. Do your best!
…dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi … hanya satu orang saja yang mendapat hadiah… Karena itu larilah begitu rupa, sehingga Anda memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi bagi orang Kristen untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu jangan berlari tanpa tujuan dan jangan jadi petinju yang sembarangan memukul. Latihlah tubuh Anda dan kuasai seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan Anda sendiri ditolak. (diadaptasi dari I Kor 9:24-27).

Hamba-hamba Tuhan dan Keluarganya, Dewakah Mereka ?

PENILAIAN YANG SALAH

Kehidupan Imam Eli dan keluarganya adalah salah satu contoh yang sangat realistis dan tepat dalam setiap zaman, termasuk pada zaman dimana kita hidup sekarang ini. Eli adalah seorang hamba Tuhan, Imam yang melayani di Bait Suci Tuhan.
Sebenarnya setiap orang Kristen adalah hamba Tuhan (Roma 6:22), namun dalam topik kali ini, yang dimaksud hamba Tuhan adalah seseorang yang secara khusus terpanggil sebagai full (part) timer dalam bidang pelayanan kerohanian didalam suatu lembaga pelayanan gereja atau parachurch (misalkan pendeta atau penginjil).
Seringkali secara umum jemaat memandang hamba Tuhan sebagai suatu contoh atau pola teladan kehidupan yang ideal, yang sempurna, baik dalam kehidupan secara pribadi, dalam pelayanan dan termasuk pula dalam keluarganya.
Bila suatu saat, oleh salah satu badan intelejen tercanggih yang ada diantara jemaat, terbongkar suatu rahasia, bahwa ada seorang hamba Tuhan yang mempunyai kejelekan, kelemahan, kekurangan apalagi dosa-dosa tertentu, baik yang dilakukan secara pribadi, atau dari pihak keluarganya, maka hamba Tuhan ini akan seperti babi yang dicincang, diadili, dan dihakimi oleh jemaat-jemaatnya sebelum ia dipanggang.
Namun ada pula reaksi lain dari sebagian jemaat yang hatinya terlalu lembut. Mereka tidak sanggup secara kanibal memanggang habis hamba Tuhan tersebut, namun sempat mengalami kekecewaan (stress) yang sangat mendalam, dan imannya rontok gara-gara perbuatan hamba Tuhan yang pernah dibanggakannya itu. Ia tidak lagi mau kegereja, berdoa dan melayani. Jadi boleh dikata, secara matematik, imam adalah FUNGSI dari PERBUATAN hamba Tuhan? Lagi-lagi hamba Tuhan yang dipersalahkan. Kasihan memang menjadi hamba Tuhan itu. Ia dianggap bukan seperti manusia lagi, tetapi seperti manusia luar angkasa, yang harus mempunyai kelainan-kelainan dibandingkan dengan manusia di bumi ini.
TOPENG-TOPENG YANG DISUKAI
Pengadilan yang sangat “menakutkan” hamba-hamba Tuhan ini, salah satu akibatnya, dapat membuat mereka hidup serba munafik dan menutup-nutupi keberadaan dirinya yang sebenarnya. Ia tidak mau kelehamahannya diketahui oleh jemaatnya, ia ingin supaya jemaatnya selalu memandang dirinya sebagai orang yang tidak punya kekurangan, kelemahan dan dosa-dosa. Makin jemaatnya kagum padanya, makin senang hatinya.
Dan ternyata jemaatnya juga senang “ditipu” jemaat sangat senang bila ada hamba Tuhan yang suci 100%, selalu sempurna, selalu menyenangkan hati mereka, selalu tidak punya kesalahan, kekurangan dan lain sebaginya. Hamba Tuhan yang seperti itulah yang selalu dipuji-puji dan diagungkan.
Sayang, banyak hamba Tuhan yang terjebak dalam dunia sandiwara ini, dan banyak pula jemaat yang menikmati sandiwara yang dituntutnya sendiri. Jemaat “menciptakan” hamba Tuhan yang sempurna, hebat dan tanpa cacat menurut selera yang mereka inginkan; dan hamba Tuhan juga me”make-up” wajahnya menurut selera yang jemaatnya inginkan.
Kasihan memang bagi hamba Tuhan yang tidak pandai ber“make-up” Ia selalu diejek, dicela dan dibenci karena “wajahnya” yang jelek.
Ada jemaat yang berkata, bagi yang mau menjadi hamba Tuhanya tau sendiri konsekwensinya, ia harus bisa menjadi lebih dari manusia biasa !! Ha, apa betul ya dan apa bisa ya?


MEMANDANG HAMBA TUHAN DALAM ALKITAB
Herannya ternyata Alkitab berkata lain tentang hal ini. Alkitab tidak pernah me“make-up” hamba Tuhan, dan Alkitab tidak pernah memperkenalkan hamba Tuhan seperti makhluk luar angka yang mempunyai “keanehan-keanehan” yang tidak dimiliki oleh manusia biasa.
Alkitab tidak pernah menyatakan ada manusia luar biasa didunia ini. Elia ternyata juga mempunyai dosa dan kelemahan (Yakobus 5:17a), Musa mempunyai dosa dan kelemahan, Yosua mempunyai dosa dan kelemahan. Meskipun Alkitab tidak mengungkapkan dosa-dosa dan kelemahan dari Henokh ataupun Yusuf anak Yakub, namun bukan berarti Henokh maupun Yusuf tidak mempunyai dosa dan kelemahan.
Tuhan Yesus pernah berkata, bahwa tidak ada seorangpun yang baik (Lukas 18:19), didalam kitab Roma 3:10-12,23 dikatakan, bahwa tidak ada seorangpun yang benar, semua sudah berbuat kejahatan, dalam kitab Yesaya 64:6 nabi Yesaya pun mengakui, bahwa perbuatan baik manusia itu seperti kain yang kotor dihadapan Allah.
Dengan perkataan lain Alkitab menegaskan, bahwa tidak ada seorangpun didunia ini yang tidak punya dosa, yang tidak punya kelemahan, kekurangan, keterbatasan, dan perbuatan-perbuatan tercela, termasuk hamba Tuhan!!. Karena itu Alkitab menegaskan, tidak ada seorangpun yang dapat diselamatkan karena perbuatannya (Efesus 2:8-9) !!.
Jadi kalau ada jemaat yang melihat ada hamba Tuhan yang tanpa cacat, cela, tanpa ada dosa dan kelemahan apapun, yang dinilai sangat hebat luar biasa, seperti SIX MILLION DOLLAR MAN atau WONDER WOMAN, maka ada dua kemungkinan yang terjadi: pertama jemaat itu belum sungguh-sungguh mengenal siapa sebenarnya hamba Tuhan itu, kedua hamba Tuhan itu sangat pandai bersandiwara, menciptakan kesalahan palsu sehingga jemaat itu tertipu.
Ada jemaat yang beri komentar, kalau begitu kita jangan terlalu dalam mengenal siapa hamba Tuhan itu sebenarnya, nanti kita akan kecewa kalau mengetahui kelemahan dan dosanya. Sikap seperti ini juga tidak dapat dibenarkan, sebab perbuatan semacam ini sama dengan usaha menipu diri sendiri dan tidak berani menghadapi realita.
Bila kita tetap mau memandang raja Daud, Musa, Elia, Abraham, sebagai hamba-hamba Tuhan, meskipun kita juga diberitahu akan kelemahan, kekurangan dan bahkan dosa-dosa mereka, mengapa, kita tidak dapat memandang hamba-hamba Tuhan pada zaman sekarang ini masa seperti kita memandang hamba-hamba Tuhan yang diperkenalkan Alkitab? Atau apakah penilaian kita sudah tidak lagi berpatokan pada apa yang Alkitab beritakan dan ajarkan, dan kita mau memandang hamba-hamba Tuhan zaman sekarang harus melebihi kriteria hamba-hamba Tuhan yang disaksikan oleh Alkitab?


TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG, MAKIN MENGENAL MAKIN MEMBENCI ?
Ada seorang pemuda yang menceritakan, bahwa ia sekarang tidak lagi mengasihi istrinya setelah ketahuan, bahwa istrinya ternyata adalah seorang yang pernah berzinah pada masa remajanya. Katanya, dahulu pada waktu masih berpacaran, ia sangat mengasihi calon istrinya. Dalam kasus seperti ini kita perlu bertanya, apakah kasih yang seperti ini dapat disebut sebagai kasih yang benar? Kalau kita mau lebih teliti, sebenarnya pemuda ini dari dahulu TIDAK PERNAH mengasihi pacarnya yang sekarang telah menjadi istrinya. Ia ‘mengasihi” dalam ketidaktahuan dan dalam pengenalan yang meraba-raba, atau sekedar emosi belaka. Ia tidak sungguh-sungguh mengenal siapa yang dikasihinya.
Orang yang mengasihi seseorang tanpa dasar pengenalan yang benar dan waktu yang cukup, maka kasih itu belum teruji dan perlu dipertanyakan kesungguhannya.
Demikian pula dengan orang yang begitu menghormati hamba Tuhan, dan sangat mengaguminya, padahal ia belum tahu dengan benar siapa hamba Tuhan itu dan bagaimana kehidupan sehari-harinya, maka kekaguman itu hanya merupakan kekaguman semu atau kekaguman yang kekanak-kanakan, yang hanya berdasarkan penilaian lahiriah saja. Kekaguman itu akan dengan mudah lenyap, bila pengetahuan kita ditambah dengan informasi-informasi yang tidak memenuhi kriteria kekaguman tersebut.
SIKAP YANG TEPAT
Akitab mengajarkan pada kita, bahwa kita harus saling menghormati, mengasihi, dan khususnya kepada hamba-hamba Tuhan (I Tesalonika 5:12-13, I Timotius 5:17), bukan karena mereka tidak pernah berbuat dosa, namun karena kita ini adalah sesama anak-anak Tuhan, sesama murid-murid Kristus yang harus saling menopang dan menguatkan (Yohanes 13:34-35)
Ilustrasi tubuh yang diberikan oleh rasul Paulus dalam kitab Korintus menunjukkan adanya saling ketergantungan mutlak dari setiap anggota tubuh. Tidak ada anggota tubuh yang merasa dirinya paling hebat, paling tinggi dan tidak membutuhkan anggota yang lain. Tidak ada anggota tubuh yang bersukacita bila ada anggota lainnya yang sedang menderita atau jatuh dalam kelemahannya (I Korintus 12:21-26).
Hamba Tuhan tidak mungkin dapat membangun jemaat seorang diri saja. Ia membutuhkan partner kerja, ia membutuhkan support (dukungan), ia membutuhkan anggota-anggota tubuh Kristus yang lain.


HAMBA TUHAN DAN KELUARGANYA
Sebenarnya peran membina keluarga yang harmonis, baik itu oleh hamba Tuhan maupun jemaat umum mempunyai bobot yang sama beratnya yaitu sebagai seorang Kristen, sebagai murid Kristus, yang harus memberikan teladan terbaik dalam setiap perbuatannya.
Mari kita melihat kehidupan imam Eli. Meskipun Eli adalah seorang hamba Tuhan ternyata keluarganya berantakan. Alkitab menegaskan, bahwa kesalahan Eli adalah membiarkan anak-anaknya berbuat hal yang tidak benar dipandang Tuhan, dan bahkan lebih daripada itu, Eli ikut menikmati hasil perbuatan yang benar dari anak-anaknya. Eli tidak memperhatikan peringatan-peringatan yang sudah disampaikan kepadanya dengan serius, dan ia lebih menghormati anak-anaknya daripada Tuhan (I Samuel 2:29).
Ini merupakan peringatan bagi semua orang, bahwa kehidupan hamba Tuhan dan keluarganya bukan merupakan jaminan pasti serba sukses, lancar, tanpa kesulitan dan cacat cela. Mendidik anak dan membina hubungan yang harmonis dalam keluarga adalah tantangan yang sama berat dan sulitnya bagi setiap anak Tuhan!.
Alkitab dengan terbuka juga menunjukkan banyaknya “kegagalan” dalam memelihara hubungan yang harmonis dari anak Tuhan yang baik-baik, seperti anak Samuel (I Samuel 8:3), keluarga Abraham, keluarga Ishak, keluarga Yakub, keluarga Daud, keluarga Salomo, dan seterusnya.
Dari contoh-contoh diatas, kita seharusnya tidak lagi saling menuding dan menghakimi, tapi waspadalah!. Kegagalan dalam keluarga yang sedang kita soroti dapat juga terjadi dalam keluarga kita kelak. Kesalahan imam Eli juga dapat kita lakukan sendiri bila kita lengah.
Bila kita menyadari prinsip satu tubuh, maka kegagalan dari salah satu anggota tubuh, adalah bagian dari kegagalan kita juga, kegagalan kita dalam membangun sesama anggota tubuh Kristus. Kejatuhan salah seorang anggota tubuh Kristus adalah merupakan salah satu akibat dari bentuk ketidak pedulian kita pada saudara kita seiman.
Seharusnya bila kesatuan tubuh itu nyata, maka kejatuhan tubuh yang lain dapat dihindarkan dengan menjalin kesehatian, saling mendoakan, menguatkan, mengingatkan, menegur, menasehati, memberi saran-saran, mencarikan jalan keluar, mengatasi segala godaan dengan tindakan pencegahan-pencegahan.


PENUTUP
Orang yang dibenarkan Allah bukanlah orang yang mampu untuk tidak berbuat dosa sama sekali dalam kehidupannya, namun orang yang mau ditegur, dan mau menyadari akan dosa-dosanya, serta mengakuinya dihadapan Tuhan dengan penyesalan, dan akhirnya bertekad untuk terus menerus belajar memperbaiki kehidupannya hari demi hari makin sesuai dengan kehendak Tuhan.
Tuhan Yesus bukan mengasihi orang yang sempurna dan benar, melainkan orang berdosa yang menyadari dan menyesali akan dosanya, serta mau datang kepada Tuhan dan belajar terus menerus untuk meperbaiki kehidupannya.
Yang tidak disenangi oleh Tuhan justru adalah orang yang berpura-pura, orang yang selalu merasa dirinya benar dan membenarkan dirinya sendiri, tidak mau mengakui segala kekurangan dan kelemahannya, orang yang membanggakan perbuatannya yang “saleh”, yang selalu membandingkan dirinya lebih baik dari orang lain (Lukas 18:9-14, bnd Markus 2:17).
Keluarga Eli dan hamba Tuhan yang lain dalam Alkitab menjadi peringatan bagi kita semua, supaya kita tidak mengulangi kesalahan yang sama dan supaya kita tidak gampang-gampang menghakimi semua orang dengan seenaknya. Orang Farisi dan ahli Taurat adalah figur yang dipaparkan Alkitab kepada kita sebagai tipe orang yang selalu merasa dirinya paling benar dan menganggap orang lain lebih jelek dari dirinya.
Bila suatu saat kita melihat kelemahan dan kejatuhan seseorang, jangan cepat-cepat tertawa sebelum kita sadar, bahwa suatu saat kita juga bisa jatuh bila mengalami godaan yang sama dengan sikon yang sama pula (bnd I Korintus 10:12, Matius 7:3).
Sebenarnya tidak ada satupun diantara kita yang layak dihadapan Allah. Kita semua sama-sama jeleknya. Tuhan mengajarkan kita supaya mengasihi sesama kita bukan karena orang telah berbuat baik kepada kita atau telah memuaskan hati (keinginan dan konsep) kita (Lukas 6:23).
Tuhan beserta kita sekalian. Amin.
Pdt. Ir Andi Halim, S.Th

Tumbang Dalam Roh / Nggeblak

Apa kata alkitab tentang tumbang dalam roh / nggeblak ?
1. Dalam Kitab Suci memang sering ada orang-orang yang jatuh / rebah / pingsan, tetapi tidak pernah ada orang yang jatuh / rebah / pingsan karena menerima Roh Kudus!
a. Daniel 10:7-9.
- Daniel jatuh bukan karena ia menerima Roh Kudus!
- Daniel jatuh karena takut melihat pengelihatan itu.
b. 2Taw 5:1-14 2Taw 7:1-3 (bdk. 1Raja-raja 8:1-11)
- Ini juga bukan penerimaan Roh Kudus!
- Disini para imam tidak pingsan, bahkan tidak terkulai / jatuh / rebah dsb! Yang dimaksud adalah bahwa mereka tidak bisa meneruskan tugas / pelayanan mereka sebagai imam, karena adanya kemuliaan Allah yang memenuhi Bait Allah itu
c. Wah 1:10-17.
- Ay 10 mengatakan bahwa waktu itu rasul Yohanes ‘dikuasai oleh Roh Kudus’ (ini bukan baptisan Roh, karena Baptisan Roh hanya terjadi sekali dan itu terjadi dalam Kis 2 pada diri Yohanes).
- Yang menyebabkan Yohanes jatuh bukanlah penguasaan oleh Roh Kudus ini! Yang menjatuhkan Yohanes adalah pengelihatan yang ia lihat (baca ay 17!).
- Jadi, sama seperti dalam peristiwa Daniel di atas, di sini Yohanes juga sangat takut, sehingga ‘paralyzed’ / ‘lumpuh’ dan lalu jatuh (perhatikan kata-kata ‘jangan takut’ pada ay 17b).
- Sekalipun jatuh, Yohanes tidak pingsan karena dalam ay 17b-dst Tuhan mengajak dia bicara!
d. Yoh 18:1-6.
- Orang-orang ini memang jatuh karena kuasa Tuhan. Tetapi, ini jelas bukan penerimaan Roh Kudus, karena mereka bukan orang percaya. Juga tidak dikatakan bahwa mereka pingsan!
e. Yeh 1:28 2:1-2 3:23-24.
- Yeh 2:2 seharusnya berbunyi (NIV) “as he spoke, the Spirit came into me dan raised me to my feet” (= lalu Roh Kudus datang kepadaku dan membangunkan aku).
- Yes 3:24 seharusnya berbunyi (NIV) “Then the Spirit came into me and raised me into my feet” (= lalu Roh Kudus datang kepadaku dan membangunkan aku).
- Jadi, dalam bagian ini bisa kita lihat bahwa Yehezkiel jatuh, karena melihat penglihatan, tetapi ia justru diperintahkan untuk berdiri (Yeh 2:1) dan waktu Roh Kudus datang kepadanya, Roh Kudus itu justru membangunkan dia! Jadi, Roh Kudus tidak menjatuhkan dia, malah membangunkan dia!
f. Kis 9:4-9.
- Paulus memang rebah, tetapi tidak pingsan!
- Ini bukan saat Paulus terima Roh Kudus, karena saat itu ia belum bertobat!
- Ia jatuh karena penglihatan (cahaya) itu, bukan karena Roh Kudus!
g. 1Sam 19:23-24
- Bagian ini salah terjemahan!
- NIV: “So Saul went to Naioth at Ramah. But the Spirit of God came upon him, and he walked along prophesying until he came to Naioth. He stripped off his robes and also prophesied in Samuel’s presence. He…” (= Lalu Saul pergi ke Nayot di Rama. Tetapi Roh Allah datang kepadanya, dan ia berjalan sambil bernubuat sampai ia tiba di Nayot. Ia membuka jubahnya dan juga bernubuat di hadapan Samuel. Ia …).
- Jadi, Saul bukannya kepenuhan Roh, tetapi bernubuat! (kesalahan penterjemahan yang sama terjadi pada ay 20 akhir, ay 21 tengah, dan ay 21 akhir!).
2. Doktrin ‘tumbang dalam Roh’ bukan saja tidak ada dalam Kitab Suci, tetapi juga tidak ada dalam sejarah gereja (baik ajarannya maupun prakteknya!).
Ajaran maupun praktek dari doktrin ‘tumbang dalam Roh’ baru muncul mulai sekitar tahun 1960. Kalau ajaran ini memang berasal dari Kitab Suci, mengapa dibutuhkan waktu lebih dari 19 abad untuk menemukan-nya?
3. Salah satu dari hal-hal yang merupakan buah dari Roh Kudus adalah ‘penguasaan diri’ (Gal 5:22-23). Karena itu, kalau seseorang menerima Roh Kudus / dipenuhi Roh Kudus, seharusnya ia makin bisa menguasai diri! Tetapi orang-orang yang nggeblak itu justru kehilangan kesadaran-nya, bahkan ada yang lalu mulutnya berbuih, kaki, dan tangannya kejang-kejang seperti orang sakit ayan / epilepsi. Mereka justru kehilangan penguasaan dirinya dan lebih mirip orang mabuk / gila / kerasukan setan daripada orang Kristen. Bagaimana mungkin Roh Kudus masuk dalam diri seseorang dan memenuhinya tetapi justru menghancurkan penguasaan diri, yang merupakan buah Roh Kudus?
4. Dalam Kitab Suci Tuhan / Roh Kudus tidak pernah membanting-banting anak-anakNya. Kalau ada satu oknum yang suka / sering membanting- banting orang, maka oknum itu adalah setan! Perhatikan ayat-ayat ini: Mat 17:15 Mark 9:25-27 Luk 9:37-43 Mark 3:11 Luk 8:28. Karena itu, saya lebih percaya bahwa orang-orang yang nggeblak / pingsan itu sedang kerasukan setan daripada sedang menerima Roh Kudus!

Reformasi Gereja

Istilah ‘Reformasi” mungkin bukan lagi istilah yang asing bagi kita zaman ini, terutama bagi kita yang tinggal di negeri ini. Terlebih lagi sejak masa jatuhnya presiden kedua di negara ini di tahun 1998. Jeritan dan teriakan akan perlunya perubahan (reformasi) khususnya reformasi politik dan pemerintahan waktu itu tidak pernah berhenti sampai pada titik peristiwa reformasi yang diinginkan itu akhirnya terjadi, dan segera disambut dengan syukur dan sorak-sorai kegembiraan. Selanjutnya istilah reformasi ini banyak dipakai hingga hari ini dan kadangkala istilah ini masih muncul di media cetak.
Banyak bidang atau sistem kerja yang perlu direformasi di negeri ini. Reformasi sangat diperlukan di bidang ekonomi, hukum, sosial, politik, perpajakan, ketenagakerjaan maupun di bidang lainnya yang tak dapat disebutkan satu per satu. Tuntutan reformasi yang dimaksud disini bukanlah reformasi yang hanya membawa pembaharuan terhadap sistem kerja melainkan membawa pembaharuan pula terhadap orang-orangnya (individu-individu yang berinteraksi di dalam suatu sistem kerja). Dengan demikian reformasi yang berlangsung merupakan reformasi yang “sepenuh hati” bukannya “setengah hati”. Selanjutnya bila reformasi itu diperlukan di bidang-bidang sekular dengan contoh yang telah disebutkan di atas, bagaimana dengan bidang lain yang dikatakan oleh banyak orang sebagai bidang rohani/sakral seperti gereja? Apakah diperlukan reformasi gereja juga ? Bila perlu, hal-hal apa sajakah yang harus direformasi?
Sebenarnya prinsip-prinsip reformasi yang ada, melalui gerakan reformasi yang terjadi di dalam sejarah dunia, adalah prinsip-prinsip yang lahir dari terjadinya peristiwa reformasi gereja. Reformasi gereja tercetus pertama kali di dalam suatu zaman, yaitu abad ke-16 yang terjadi di Eropa Barat.
Pada waktu itu tepatnya pada tanggal 31 Oktober 1517, seorang yang bernama Martin Luther dengan penuh keberanian memasang 95 pernyataan mengenai iman kepercayaan Kristen di satu gerbang gereja di Wittenberg, Jerman. Inilah awal meletusnya reformasi gereja yang nantinya menjadi gerakan yang bersifat global. Apakah sebenarnya yang melatarbelakangi perlunya reformasi? Dan prinsip-prinsip apa yang penting dalam gerakan reformasi ini?
Reformasi ini terjadi akibat banyaknya ketidakpuasan terhadap Gereja Katolik Roma pada saat itu. Ketidakpuasan ini terjadi di Bohemia, Inggris dan di tempat-tempat yang lain. Para pemimpin gereja pada masa itu hidup secara munafik dan bertentangan dengan Kitab Suci. Rakyat menyaksikan kerusakan moral gereja yang bahkan melebihi kerusakan moral dalam kalangan orang biasa. Tetapi rakyat tidak berhak mengkritik karena adanya anggapan bahwa para pemimpin adalah wakil Tuhan dan rakyat harus mentaati mereka. Keadaan ini membuat orang-orang mulai meninggalkan gereja, namun mereka tetap terikat oleh gereja sebab adanya pandangan yang mengatakan bahwa keselamatan hanya terdapat di dalam gereja dan di luar gereja pasti binasa.
Pada masa itu, para pemimpin gereja juga sedang membangun gedung gereja yang terbesar di dunia, yaitu Basilea Santo Petrus di Vatikan (bangunan gereja ini masih berdiri dengan megah hingga hari ini dan menjadi salah satu obyek wisata ternama di Vatikan). Dalam pembangunan gedung gereja ini, ternyata pihak gereja mengalami kekurangan dana, sehingga mulai menjual surat pengampunan dosa untuk menutupi kekurangan dana tersebut. Pejabat gereja berusaha menyadarkan jemaatnya akan banyaknya dosa mereka agar dengan demikian, jemaat tersebut membeli surat pengampunan dosa dengan lebih banyak.
Keadaan inilah yang membuat Martin Luther tidak dapat menunggu lagi untuk melawan kerusakan gereja yang telah melawan Kitab Suci. Martin Luther telah melihat apa yang menjadi dasar dari kerusakan itu, yaitu doktrin yang tidak sesuai dengan Alkitab. Doktrin yang tidak sesuai dengan Alkitab, tidak mempunyai otoritas yang sejati. Tanpa otoritas yang sejati, manusia kehilangan kriteria yang mutlak. Tanpa kriteria yang mutlak, manusia kehilangan jalur yang tepat untuk taat. Dan tanpa jalur yang tepat untuk taat, manusia akan memiliki kebebasan yang palsu.
Pokok utama dari gerakan Reformasi Gereja yang diperjuangkan Martin Luther adalah suatu gerakan yang hendak mengembalikan kekristenan kepada otoritas Alkitab, dengan iman kepercayaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Wahyu Allah.
Reformasi pertama-tama terjadi di Jerman dengan Martin Luther sebagai pelopornya. Setelah itu, Zwingli memimpin reformasi di Swiss. Dan kemudian Johanes Calvin mempelopori reformasi di Perancis dan juga Jenewa, Swiss. Reformasi juga terjadi di tempat lain seperti di Inggris maupun Skotlandia.
Sekalipun menentang ajaran Gereja Katolik Roma, baik Martin Luther, Zwingli, maupun Calvin sebenarnya tidak bermaksud untuk mendirikan gereja yang baru, mengajarkan doktrin-doktrin baru, ataupun memisahkan sebagian orang untuk memihak mereka, melainkan mereka benar-benar terdorong oleh suatu keadaan yang menyedihkan yaitu penyelewengan-penyelewengan yang terjadi di dalam gereja terhadap Alkitab dan doktrin-doktrin yang diajarkan dari zaman ke zaman.
Pengembalian doktrin yang dilakukan oleh para reformator seperti Luther dan Calvin dapat disarikan ke dalam tiga prinsip penting diantara beberapa prinsip penting lainnya, yaitu sebagai berikut :
Sola Gratia. Sola Gratia itu artinya hanya oleh anugerah (istilah ini dan istilah selanjutnya menggunakan bahasa Latin yang menjadi bahasa internasional pada abad dimana Luther hidup). Menegakkan kembali prinsip bahwa manusia diselamatkan hanya berdasarkan anugerah Allah tanpa sedikit pun jasa manusia. Prinsip ini menolak pandangan mengenai adanya kerjasama antara manusia dan Allah dalam karya keselamatan. Anugerah merupakan pemberian Allah secara cuma-cuma. Bagi Martin Luther, anugerah hanya boleh didefinisikan dan menjadi jelas dalam satu kalimat, yaitu pengampunan dosa. Apabila anugerah adalah pengampunan dosa dan anugerah adalah cuma-cuma, maka jelaslah bahwa jual beli surat pengampunan dosa adalah salah dan tidak seharusnya.
Sola Fide. Fide dalam bahasa Latin berarti iman. Sola Fide berarti hanya berdasarkan iman kepercayaan saja manusia dapat datang kepada Tuhan. Tidak ada cara memperkenan hati Tuhan, kecuali melalui iman. Konsep iman dalam pemikiran Martin Luther adalah penerimaan-atas-penerimaan yaitu bahwa saya menerima suatu fakta bahwa Tuhan menerima saya. Saya yang begitu rusak dan Tuhan terima. Tuhan kini bertanya: ”Sekarang maukah kamu percaya?” Jawab saya: ”Saya menerima fakta yang tidak mungkin, tetapi sudah terjadi, maka saya bersyukur dan menerima.” Itulah iman.
Sola Scriptura. Sola Scriptura itu artinya hanya percaya kepada Alkitab yang adalah Firman Tuhan. Penegasan akan Sola Scriptura mengakibatkan para reformator hanya menerima 66 kitab sebagaimana terjemahan aslinya, yaitu 39 kitab PL dan 27 kitab PB dan menyingkirkan kitab-kitab di luar itu. Kitab yang disingkirkan adalah kitab Apokrifa (Deuterokanonika) yang diterima oleh gereja Katolik Roma sebagai bagian dari Alkitab (dalam Alkitab yang digunakan gereja Katolik, menempatkan kitab Apokrifa ini setelah kitab Maleakhi sampai sebelum kitab Injil Matius). Sola Scriptura juga berarti tidak ada filsafat atau hasil pemikiran manusia lainnya yang lebih tinggi dari Alkitab.
Bagi Luther, Alkitab identik dengan Firman Allah karena Alkitab diberikan melalui para rasul dan para nabi yang digerakkan dan diilhami langsung oleh Roh Kudus. Sedangkan, Calvin menerapkannya lebih mendalam bahwa selain Alkitab diwahyukan oleh Roh Kudus, Alkitab juga harus dimengerti melalui iluminasi Roh Kudus agar kita dapat menafsirkannya dengan benar. Bagi para reformator, penelaah Alkitab yang resmi dan paling berotoritas adalah Roh Kudus, karena hanya Roh Kudus lah yang berhak menjelaskan setiap perkataan yang diinspirasikan-Nya.
Itulah sebabnya tidak ada hak bagi Paus untuk memonopoli Alkitab, sebaliknya setiap orang percaya beroleh kebebasan untuk taat pada pimpinan Tuhan di dalam mengerti Alkitab. Pandangan ini memberikan suatu gerakan yang besar, karena sebelumnya Alkitab hanya berada di dalam gereja, dan hanya mereka yang telah ditahbiskan oleh Paus yang boleh menafsirkan Alkitab. Para reformator tidak mengatakan bahwa setiap orang boleh menafsirkan Alkitab dengan sembarangan, melainkan Roh Kudus akan memberikan cahaya untuk mengerti Firman Tuhan dengan benar.
Sikap para reformator yang mementingkan Alkitab mengakibatkan peninjauan kembali semua doktrin-doktrin yang pernah ditumpukan dalam sejarah kekristenan. Beberapa doktrin tersebut antara lain ajaran mengenai suatu keadaan antara sesudah kematian dan sebelum kebangkitan orang mati, ajaran mengenai Maria, demikian pula ajaran mengenai kedudukan Paus sebagai wakil Kristus di dunia ini dikoreksi oleh para reformator. Doktrin Allah Tritunggal dan Kristologi dipulihkan kembali. Untuk hal ini, para reformator menetapkan beberapa pengakuan iman yang dengan mutlak harus diterima, seperti Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea dan Athanasius.
Sekarang pada zaman ini, dari ketiga prinsip penting diatas, kita bisa menjadikannya sebagai dasar bagi prinsip pelayanan yang benar dan seharusnya berdasarkan prinsip kebenaran Alkitab. Setiap kita yang melayani di gereja (termasuk pelayanan di luar gereja seperti lembaga-lembaga Kristen sebagai mitra gereja) seharusnya memiliki kerelaan dan semangat yang terus menerus untuk mau dikoreksi agar melayani dengan makin lama makin benar dan setia bukan sekedar makin baik saja. Baik itu relatif tetapi benar itu satu hal yang mendasar dan mutlak karena pelayanan yang kita kerjakan merupakan pelayanan yang berdasarkan/berlandaskan prinsip Alkitab. Itulah sifat pelayanan yang mengalami reformasi. Dua hal yang perlu dicatat dan diingat, yaitu di waktu kita berkesempatan untuk melayani, melayani itu merupakan suatu anugerah dan oleh karena anugerah Allah juga maka kita dimampukan untuk mengerjakan pelayanan dengan benar, tekun, setia, bertanggung jawab, dan bukan untuk keuntungan pribadi melainkan untuk Tuhan dan kemuliaan-Nya. Terakhir, dengan iman yang diberikan oleh Allah melalui karya penebusan Kristus dan iman yang hanya ditopang oleh pemeliharaan Allah, kita boleh mengerjakan pelayanan yang diperkenan dan dikehendaki oleh Allah, dengan garis-garis batas dan panduan yang jelas dan penuh hikmat melalui kebenaran Alkitab. Hanya Alkitab.
Semangat reformasi itu tidak berhenti hanya pada zaman Luther dan Calvin namun semangat itu terus menerobos ke sepanjang zaman hingga hari ini lalu pertanyaannya, adakah semangat reformasi itu terus hidup dan menggelorakan kehidupan dan pelayanan kita di dunia yang sementara ini ?
*Selvia & Dedy